Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 150 – Kemarahan Lino


__ADS_3

Sementara Retha bersama kedua orang tuanya dan Bunda Nadia membicarakan tentang acara pernikahan tersebut, Lino masih bersama dengan Luna di sebuah hotel yang cukup mewah diluar kota. Mereka masih menikmati hari yang cukup panjang dan melelahkan itu. Bahkan hingga sekarang, ketika sudah menjelang malam, Luna masih tampak tertidur karena terlalu lelah melayani atasan sekaligus kekasihnya itu.


Dan ketika menunggu kekasihnya itu terbangun, Lino pun mengecek notifikasi yang masuk ke smartphone nya. Banyak sekali notifikasi yang ada saat itu. Bahkan ada puluhan telpon yang tidak terangkat olehnya karena memang saat peperangannya tadi, smartphonenya sengaja di silent.


Dari sekian banyak notifikasi yang masuk, ada sebuah notifikasi yang menarik perhatiannya. Notifikasi dari salah seorang asistent rumah tangga kepercayaan bundanya itu mengirimkan sebuah video dan beberapa foto.


Lino pun segera membuka pesan video tersebut. Dan seketika, emosi Lino pun memuncak hingga ke ubun-ubun kepalanya. Mungkin jika digambarkan dalam sebuah kartun, saat ini kepala Lino akan mengeluarkan asap dan mukanya akan sangat merah.


Lino pun menghubungi seseorang yang sangat ia percaya. Ia akan membuat wanita yang disebut ulat keket oleh kekasihnya itu bungkam dan menghindari semua orang karena menahan malu. Meskipun akan mencoreng nama kedua orang tuanya juga, tetapi Lino sudah tidak mempedulikannya lagi.


Tidak perlu waktu lama, sebuah berita yang sangat mengejutkan pun naik di sosial media, terutama di akun-akun gosip. Judul-judul bombastis tentang anak seorang pengusaha sukses yang menjadi sugar baby pun menjadi tranding topik. Tentunya pemberitaan ini pun menjadi santapan lezat bagi semua netizen di tanah air tercinta.


Para wartawan infotainment pun muali bergerak. Mereka mencari pengusaha tersebut dan anaknya untuk diminta konfirmasi. Akan tetapi rasanya usaha mereka sia-sia karena yang mereka cari pun sedang tidak ada di tempat. Akhirnya, sebagian dari mereka pun memilih kembali, tetapi sebagian lainnya memilih mencari informasi dari orang-orang di dalam rumahnya.


Lino pun tersenyum bahagia. Ini baru awal mula permainan. Nantinya pasti akan semakin menyakitkan. Itulah akibatnya jika menyulut kemaharan dari seorang Lino Damaresh.


Lino pun menghubungi asistent rumah tangga yang mengirimkan pesan video tentang kejadian di rumah tersebut kepadanya. Setelah mendapatkan informasi yang paling baru, Lino akhirnya harus membangunkan Luna


untuk memberitahukan bahwa dirinya akan pergi sebentar.

__ADS_1


Lino melajukan mobilnya menuju kediaman Bunda Nadia. Cukup lama karena memang saat ini Lino berada diluar kota bersama Luna. Untungnya hari belum terlalu malam ketika Lino berangkat dan ia hanya berharap


bahwa keluarga itu belum pulang dari rumah Bunda Nadia.


Beberapa jam waktu perjalanan Lino dan akhirnya ia pun sampai di kediaman sang Bunda. Lino pun tergesa-gesa memasuki ruang tamu dan meninggalkan mobilnya terparkir sembarangan bahkan menutupi mobil lain yang ada disitu.


“Selamat malam.” sapa Lino ketika memasuki ruang tamu dengan nafas yang tidak beraturan karena terburu-buru.


Keempat orang yang ada di dalam ruangan itu pun terkejut. Mereka tidak menyangka akan kehadiran Lino. Namun keterkejutan itu hanya sebentar bagi Bunda Nadia. Karena setelah itu ia pun tersenyum bahagia.


Sungguh tidak nyaman berada di keluarga yang ternyata tidak sesuai dengan dirinya itu.


“Selamat malam, Om Yoris dan Tante Cerelia. Selamat malam, Retha. Aku cuma mau mengabarkan, sebaiknya kalian segera mengecek smartphone dan sosial media kalian.” kata Lino dengan tenang setelah mencium


kedua pipi Bunda Nadia. Itulah yang selalu ia lakukan ketika datang ke rumah ini. Mencium dan memeluk Bundanya.


Ketiga orang itu pun terdiam dan melakukan apa yang dikatakan Lino. Dan betapa terkejutnya mereka karena sudah banyak berita yang masuk ke sosial medianya. Bahkan banyak sekali notifikasi yang masuk untuk


memberikan link berita dan meminta konfirmasi akan kebenaran berita tersebut.

__ADS_1


Wajah Yoris pun seketika langsung memerah. Antara menahan malu dan menahan emosi karena selama ini, ia tidak pernah mengetahui sepak terjang dari anaknya sendiri.


“Kita pulang!” ucap Yoris seketika memberikan perintah yang tidak dapat dibantah oleh siapapun.


Retha dan ibunya pun hanya bisa menunduk dan mengikuti keinginan papa dan suaminya itu. Mereka pun berpamitan dengan Bunda Nadia dan Lino yang berada di tempat itu.


Namun, ketika Retha hendak meninggalkan rumah itu, Lino pun menahannya dan membisikkan kata-kata yang membuatnya semakin terkejut.


“Ini hanya permulaan. Bersiaplah!” ucap Lino lirih tetapi tepat di telinga Retha.


Tentu saja perkataan itu bagaikan petir yang menyambar meskipun tidak hujan. Retha pun berjalan dengan pandangan kosong karena sangat terkejut dan tidak tahu apa yang direncanakan oleh calon suaminya


itu.


**************


-Bersambung-


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN SHARE YA, KAWAN-KAWAN

__ADS_1


TERIMA KASIH SEBELUMNYA


__ADS_2