Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 99 – Luna Sadar


__ADS_3

Pukul 04.00 waktu setempat, Luna pun mulai mengerjapkan matanya. Mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke kornea nya. Hingga akhirnya, Luna pun tersadar sepenuhnya.


“Dimana aku?” tanya Luna dengan suara lirih karena ia sangat tidak mengenal ruangan yang serba putih dihadapannya. Ini bukanlah kamar hotel yang ditempatinya. Tetapi juga bukan kamarnya di rumah Vina.


Luna pun memandang sekelilingnya. Hingga beberapa saat, akhirnya ia pun sadar bahwa dirinya berada di sebuah rumah sakit. Namun, hal yang cukup membuatnya terkejut pagi ini adalah ketika melihat sesosok laki-laki sedang tertidur di tempat tidur yang memang tersedia untuk penunggu di kamar tersebut.


“Pak Lino?” tanya Luna dengan heran. Luna masih belum bisa mengingat dengan pasti bahwa pernikahannya telah digagalkan oleh Lino dan kedua sahabatnya. Bahkan Lino sendiri yang membawa Luna hingga sampai


ke rumah sakit ini.


Luna pun akhirnya memutuskan untuk menurunti brankar tempatnya tertidur. Ia pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut tanpa menganggu istirahat Lino. Luna hanya ingin berkeliling sejenak dan menghirup udara segar di pagi yang masih gelap ini.


Sedangkan Lino yang masih tertidur dengan pulasnya, tidak menyadari bahwa Luna telah sadar dari pingsannya. Bahkan, Lino juga tidak menyadari bahwa Luna meninggalkan kamar tersebut dan entah pergi kemana.

__ADS_1


Hingga ketika pukul 06.00 tiba, seorang perawat pun memasuki ruangan tersebut. Namun ternyata pasien yang dicarinya tidak ada di tempat. Ia hanya mendapati seorang laki-laki yang memang sejak kemarin menunggu


pasien di kamar tersebut. Dengan langkah pasti, perawat tersebut pun mulai menggoyangkan tubuh Lino untuk membangunkannya.


“Selamat pagi, Tuan. Mohon maaf, kalau boleh tahu, kemana nona yang semalam terbaring? Saya hanya ingin mengecek keadaannya.” ucap perawat tersebut ketika mendapati Lino telah membuka matanya.


Lino yang baru tersadar dari tidur nya pun seketika langsung terkejut dengan perkataan dari perawat yang membangunkannya.


Lino yang panik pun segera mengecek semua ruangan di dalam kamar tersebut. Namun hasilnya pun nihil. Luna tidak ada dimana pun di dalam kamar tersebut. Tidak di dalam kamar mandi, tidak juga di ruangan yang


“Cari di seluruh rumah sakit ini!” titah Lino kepada perawat tersebut.


Lino pun menghubungi orang-orang kepercayaannya yang masih berada di negara tersebut untuk mencari Luna disetiap sudut kota. Lino juga meminta mereka untuk mengecek setiap transportasi umum. Sedangkan Lino

__ADS_1


sendiri terus mencarinya di dalam rumah sakit itu.


Hingga akhirnya 30 menit kemudian, Lino pun menemukan Luna yang sedang duduk termenung di taman di bagian samping rumah sakit. Taman yang cukup terpencil menurut Lino karena berada di samping bangunan utama


rumah sakit. Dan Luna sendiri duduk di bangku yang memang cukup tertutup oleh pohon. Oleh karena itu akan sangat sulit menemukannya disana. Namun, kelegaan pun terlihat jelas di wajah laki-laki itu.


Lino pun memilih untuk mengawasi Luna dari jauh. Ia tidak ingin menganggu ketenangan Luna saat ini. Menurutnya, Luna membutuhkan waktu sendiri untuk mencerna semua kejadian yang baru saja menimpanya. Dan Lino tidak ingin mengganggu akan hal itu.


Lino pun memutuskan untuk menghubungi anak buahnya untuk menghentikan pencarian dan menjaga Luna di rumah sakit itu. Dan Lino juga menghubungi pihak rumah sakit, serta tenaga medis yang kemarin memeriksa Luna.


Menanyakan tentang kondisi Luna dan kapan ia bisa pulang kembali ke tanah air. Semua diurus sendiri oleh Lino karena tidak ingin Luna pusing lagi.


**************

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2