Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 133 – Minuman Untuk Luna


__ADS_3

Ketika sedang asik bersenda gurau dengan beberapa teman lamanya, acara pun dimulai. Ada berbagai macam acara yang disajikan disana. Mulai dari aneka games, performance dari beberapa pengisi acara, persembahan dari para alumni, dan makan bersama.


Suasana pun menjadi sangat meriah dengan game-game yang diadakan. Luna pun sangat menikmati acara tersebut. Meskipun Luna selalu menolak jika ditawarkan untuk mengikuti salah satu game yang sedang


berlangsung. Ya, Luna memang bukan orang yang suka tampil dan menjadi sorotan banyak orang. Ia lebih senang diam dan menyendiri meskipun tetap ramah dengan siapa saja dan siap membantu orang lain.


Hingga ketika beberapa alumni mulai mempersembahkan kemampuan mereka di atas panggung, Luna pun tidak dapat lagi menghindari permintaan dari para teman-temannya untuk menyumbangkan suara emasnya.


Sebenarnya tidak ada yang tahu jika Luna memang memiliki sedikit keahlian dalam menyanyi. Bahkan suara Luna pun tidak bisa dibilang jelek. Akan tetapi, karena memang Luna bukan orang yang suka mendapatkan sorotan, gadis itu hanya bernyanyi ketika ia sedang sendiri ataupun berada di kamar mandi.


Namun suatu ketika, salah satu teman Luna sempat mendengar suara merdu gadis itu. Dan karena tidak pernah ada kesempatan ketika di universitas untuk membujuk Luna tampil dimuka umum dan memperdengarkan suara


emasnya, maka suara itu pun hanya tersimpan oleh kedua gadis itu.

__ADS_1


Kali ini adalah salah satu moment yang bisa digunakan oleh teman Luna itu untuk memamerkan kemampuan dari temannya tersebut. Oleh karena itu, gadis itu pun mengusulkan kepada pembawa acara untuk mengundang Luna ke atas panggung dan mempersembahkan suara emasnya.


Awalnya, Luna menolak. Ia sangat sangat tidak percaya diri untuk maju ke atas panggung dan bernyanyi disana. Namun ternyata, penolakannya tidak dihiraukan oleh semua orang yang ada disana. Bahkan semakin


lama, teriakan namanya untuk maju pun semakin keras bergema di seluruh ruangan.


Akhirnya, dengan terpaksa, Luna pun harus maju dan mempersembahkan sebuah lagu untuk teman-temannya yang ada di ruangan ini.


Semua pun terpana. Gadis yang ada di atas panggung itu seakan sesosok yang sangat sempurna. Selain cantik, dia juga pandai dalam bidang akademis, dan memiliki kemampuan bernyanyi yang cukup baik untuk orang


Tepuk tangan pun mengiringi Luna setelah selesai membawakan lagu. Decak kekaguman pun terus membanjiri Luna bersamaan dengan turunnya gadis itu dari panggung dimana ia membawakan lagunya tadi.


Dan ketika Luna telah berhasil turun dari panggung, bertepatan itu juga ada seseorang yang menyodorkan segelas minuman untuknya. Laki-laki yang memang telah menunggunya di sebelah panggung dan tidak pernah memalingkan wajahnya dari gadis pujaannya itu.

__ADS_1


“Minumlah. Pasti kamu lelah setelah bernyanyi.” ucap Enriko sambil menyodorkan segelas minuman berwarna merah dan tampak menggiurkan tenggorokan yang memang telah meronta minta untuk dibasahi.


Ya, laki-laki yang menunggunya adalah Enriko. Salah satu pemujanya sejak semasa kuliah yang kini berani mendekatinya secara terang-terangan. Bahkan tetap berani mendekatinya meskipun tahu bahawa gadis itu telah memiliki calon tunangan dan akan mengadakan acara pertunangan dalam hitungan hari kedepan.


“Terima kasih.” jawab Luna singkat sambil mengambil minuman yang disodorkan kepadanya itu. Dan Luna pun berlalu dari hadapan Enriko sambil menganggukan kepalanya. Ia pun kembali ke tempat dimana teman-temannya


berada.


Enriko pun melepaskan kepergian gadis yang selalu menjadi perhatiannya itu dengan senyum mengembang. Namun matanya tidak pernah lepas dari gadis yang hampir selalu datang dimimpinya dan menjadi imajinasi liarnya.


Dan ia pun memilih untuk meninggalkan sisi panggung dan bergabung dengan teman-temannya yang lain yang tidak jauh dari tempat Luna bersama temannya.


***********

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2