
Lagi-lagi Luna membanting pintu untuk meluapkan kekesalannya. Namun kali ini, bukan pintu ruangannya yang ditutupnya dengan keras, melainkan pintu mobil kesayangannya. Ya, meskipun pagi tadi Luna tidak membawa mobil, tetapi sesaat setelah ia keluar dari ruangan Lino, ia pun menghubungi salah satu orang untuk mengantarkan mobilnya ke PT Lino.
Luna sangat kesal karena melihat kemesraan kekasihnya dengan wanita lain. Bahkan bisa-bisanya laki-laki itu tidak menolak ketika dada wanita iblis itu menyentuh lengannya ketika wanita itu bergelayut manja.
Jika tidak melihat situasi dan kondisi saat ini, rasanya Luna sangat ingin menarik wanita itu dan melemparkan kepalanya ke dinding, lalu mencakarnya, mencabiknya hingga wanita itu tidak berbentuk lagi. Ah, memang sangat menyeramkan jika wanita telah dikuasai oleh emosinya.
Luna pun melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia ingin meredam emosinya. Dan salah satu caranya adalah dengan melajukan mobilnya kemana saja dengan kecepatan tinggi.
Namun tiba-tiba, sebuah ide gila mampir di otaknya. Ia juga ingin membalas perbuatan Lino yang diam saja ketika ada ulat keket menempel di lengannya. Ya, pembalasan yang setimpal dengan apa yang dipertontonkan mereka tadi.
Luna pun membelokkan mobilnya ke salah mall dimana terdapat sebuah gym disana. Namun sebelum menuju gym tersebut, Luna pun membeli beberapa pakaian olah raga two piace agar terlihat lebih seksi. Dengan warna
merah menyala yang katanya bisa menggoda iman para lelaki.
__ADS_1
Setelah mendapatkan yang diinginkan, Luna pun berlalu menuju gym yang dimaksudnya. Mendaftar dan ia pun mulai menggunakan pakaian yang tadi dibelinya. Tak lupa juga ia berselfie terlebih dahulu dan mengupload ke statusnya. Luna pun tersenyum puas dan memasukkan smartphone nya, serta melakukan olah raganya untuk membuang kekesalan yang ada di hatinya.
Di sisi lain, Lino yang seketika melihat postingan Luna pun menjadi geram. Bagaimana tidak karena wanitanya berani-beraninya menunjukkan bagian serta lekuk tubuhnya di tempat umum. Terlebih di gym yang saat itu sedang banyak dikunjungi laki-laki, seperti yang diposting oleh Luna.
Lino pun tidak ingin tinggal diam. Ia segera membereskan semua pekerjaannya dan menuju pusat perbelanjaan dimana terdapat gym yang sedang Luna gunakan untuk berolah raga. Untungnya jalanan hari ini tidaklah sepadat biasanya dan pusat perbelanjaan tersebut juga bukan yang terlalu jauh dari kantor.
Sesampainya disana, Lino pun segera memasuki area gym. Entah dengan cara apa sehingga orang terkenal seperti Lino dapat masuk dengan sangat mudahnya. Dan ia pun mencari keberadaan Luna.
menggoda dan mengobarkan api amarah seorang laki-laki ya?
Lino pun segera mendatangi Luna dan menarik tangan wanita yang sedang tertawa bersama laki-laki lain itu.
“Pulang!” kata Lino dengan sangat tegas ketika Luna mencoba untuk menarik tangannya secara reflex karena ada orang yang tiba-tiba menarik tangannya tersebut.
__ADS_1
Luna yang masih bingung pun hanya bisa membelalakan matanya. Ia sungguh tidak mengerti kenapa laki-laki yang seharusnya masih bekerja dan tadi ditinggalkan bersama ulat keket itu bisa berada ditempat ini dengan pancaran amarah yang sangat terlihat dimatanya.
“Luna, pulang!” ulang Lino karena Luna yang masih tidak bergerak dari tempatnya.
“Jangan memaksa wanita, Bung.” ucap laki-laki yang tadi sedang tertawa bersama dengan Luna.
“Bukan urusan Anda!” kata Lino dengan kekesalan yang memuncak, terlebih melihat Luna yang masih diam saja tidak mengikuti perintahnya.
Akhirnya, Lino pun mengambil keputusan. Ia pun mengangkat tubuh Luna dipundaknya. Dan membawanya pergi dari tempat tersebut tanpa mempedulikan teriakan Luna.
*************
-Bersambung-
__ADS_1