Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 30 – Nasehat (Vina)


__ADS_3

Tidak berselang lama, cukup sekita dua puluh menit, Luna pun menghentikan ceritanya dengan emosi yang kembali hadir di hatinya. Emosi yang menutup hatinya dari permintaan maaf.


Sementara itu, Vina yang mendengarkan dengan seksama hanya menganggukan kepalanya. Sedikit banyak, ia pun memahami apa yang dirasakan oleh sahabatnya.


Disatu sisi, Vina tidak bisa menyalahkan Felix yang berbuat terlalu jauh kepada Luna. Bukan karena membela laki-laki itu, tetapi Vina tahu bahwa sahabatnya yang sangat tertutup ini tidak akan menceritakan masa lalunya kepada sembarang orang. Jadi, pantas kalau Felix melakukan hal yang memang biasa dilakukan oleh kebanyakan laki-laki di kota besar seperti ini.


Disisi yang berbeda, Vina juga merasa tindakan Felix cukup melewati batas. Ya masa dia mencium sembarang wanita di tempat umum? Tidak diteriakin maling dan digebukin massa juga udah jadi keuntungan buat dia.


Ya, memang jika dilihat, Felix pasti merasa bahwa dirinya dekat dengan Luna sehingga dia berani melakukan hal tersebut. Tetapi, dia juga harus nya bisa menempatkan posisi dirinya di tempat lawannya.


Namun, disisi lain, Vina tidak bisa menyalahkan Luna juga. Di daerahnya tidak sevulgar di kota besar seperti ini. Meskipun daerahnya juga bukan dibilang pelosok desa, tetapi kesopanan tetaplah diutamakan. Jadi tidak mungkin ada laki-laki yang sembarangan nyosor perempuan di tempat umum seperti ini. Jadi tidak bisa disalahkan juga jika Luna sangat marah dengan kelakuan Felix padanya. Terlebih Luna punya trauma tersendiri terhadap manusia

__ADS_1


berjenis kelamin pria.


Tetapi, menurut Vina, Luna juga memiliki sisi kesalahan. Karena ketidakterbukaan Luna, maka orang bisa saja salah paham terhadapnya. Dan menurut Vina, Luna juga kurang tegas dalam menolak permintaan, atau mungkin harusnya disebut ‘perintah’ dari Felix. Sehingga tentunya membuat Felix akan salah paham dengan sikap Luna.


Jadi kalau harus disalahkan, siapa yang harus disalahkan disini? Ya menurut Vina keduanya harusnya disalahkan. Pusing, bukan?


“Vin.. Vina?? Aku udah selesai cerita lho.” panggil Luna yang telah menyelesaikan ceritanya tetap hingga beberapa menit ini Vina belum memberikan tanggapan apapun.


Luna pun menghela nafasnya sesaat dan kemudian terdiam untuk mendengarkan perkataan yang sepertinya siap dikeluarkan oleh sahabat yang duduk di hadapannya ini.


“Bilang aja. Aku dengerin kok.” ucap Luna kemudian setelah menyandarkan tubuhnya dan mencari posisi yang nyaman untuk menerima semua perkataan sahabatnya.

__ADS_1


“Oke.. Gantian dengerin aku ngomong ya. Dan ini cuma pertimbangan dan menurut pandanganku.” ucap Vina kemudian yang dibalas dengan anggukan kepala dari Luna.


Vina pun mulai memberitahukan padangannya kepada Luna. Pandangan dari kedua belah pihak. Bukan Vina ingin membela salah satu pihak atau menyalahkan pihak lain. Vina lebih ingin sahabatnya ini melihat dari kedua belah sisi yang berbeda. Vina yakin bahwa Luna pasti akan melihat dari sisinya saja. Oleh karena itu, Vina ingin juga agar Luna melihat dari sisi yang lain.


Karena pada dasarnya semua hal memiliki dua sisi yang berbeda. Bahkan mata uang pun memiliki dua sisi yang berbeda. Namun akan sangat wajar jika orang melihat suatu masalah itu dari slah satu sisi saja. Oleh karena itu, gunanya sahabat ataupun orang-orang terdekat adalah untuk menunjukkan sisi yang lain dari masalah tersebut. Dengan demikian, orang akan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi suatu persoalan.


Ketika seseorang telah melihat suatu masalah dengan dua sisi maka penyelesaian yang diambil pun akan lebih baik tentunya.  Bahkan mungkin akan menguntungkan kedua belah pihak. Jadi, jangan pernah hanya menyalahkan satu sisi saja tanpa mau mengetahui sudut pandang yang lain.


***************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2