
Sementara kedua orang yang sedang dimabuk asmara itu bermesraan di hotel yang entah ada di kota mana, di ibu kota tampak seorang wanita yang sedang menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya.
“SIALANNN!!!” teriak Retha sambil menyapu bersih semua barang yang ada di atas meja riasnya tanpa terkecuali.
Semua peralatan yang terdapat di atas meja itu pun berjatuhan dan menimbulkan bunyi yang memekakan telinga. Mereka pecah begitu saja di lantai kamar Retha. Dan kamar itu pun tampak seperti kapal pecah.
Jadi ada apa gerangan yang membuat Retha semarah ini? Jawabannya sangat jelas, karena Lino sedang berdua dengan Luna, bahkan disebuah kamar hotel. Dan apalagi yang dilakukan oleh seorang pria dan wanita
jika sudah dalam sebuah kamar kalau tidak berbuat sesuatu yang diinginkan bersama.
Dan Retha mengetahui itu semua karena memang wanita itu membayar seseorang untuk mengikuti Luna kemana pun ia pergi. Orang yang tertawa bahagia di gym tadi pun adalah salah satu orang suruhan Retha.
Harapannya, Luna menjadi terpesona dengan laki-laki lain yang baru saja ditemuinya, lalu benar-benar meninggalkan Lino. Lebih baik lagi jika laki-laki itu berbuat jahat kepada Luna atau kalau beruntung akan menikahi Luna.
Sedangkan untuk Lino sendiri, setelah kepergian Luna dari kantornya tadi, rencana makan siangnya dengan Retha pun berantakan. Bahkan sialnya, Retha diturunkan di pinggir jalan oleh calon suaminya itu. Dan meskipun
Retha telah memohon dan menangis sejadi-jadinya, Lino pun tidak mempedulikannya.
__ADS_1
Ketika itu, Retha pun sempat mengancam akan menyebarkan video Luna saat itu juga. Tetapi dengan berani Lino pun menantangnya. Dan jika Retha sampai berani menyebarkan itu, maka pernikahannya pun tidak akan dilakukan. Semuanya akan menjadi batal dan semua rencana Retha pun akan sia-sia.
Retha pun mengalah. Ia keluar dari mobil yang tadi membawanya dan Lino serta berjanji tidak akan menyebarkannya. Lino pun meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan. Bahkan, Lino memacu mobilnya dengan sangat kecang sehingga dalam sekejap mata, Retha sudah tidak dapat melihat keberadaan mobil
tersebut lagi.
Namun kabar menyesakkan datang setelah beberapa waktu. Para orang suruhan Retha mengirimkan video dimana Lino membawa Luna keluar dari gym tersebut dengan memanggulnya. Lino pun memasukkan Luna ke dalam mobil dan kembali memacu mobil tersebut dengan sangat cepat menuju luar kota.
Sialnya, setelah beberapa jam berlalu, Lino dan Luna pun tampak memasuki sebuah hotel bintang lima dengan fasilitas yang sangat mewah. Kekesalan Retha pun memuncak. Ia sangat marah ketika mengetahui
kenyataan itu.
Retha hanya takut jika karena perbuatan Lino dan Luna di hotel itu akan membuat saingannya itu mengandung. Jika demikian, semua rencananya akan gagal. Lino akan memiliki alasan kuat untuk menikahi Luna dan
mendepaknya tanpa ampun. Ia pun tidak bisa menggagalkan lagi rencana pernikahan itu, karena itulah bentuk tanggung jawab seorang laki-laki.
Kini, Retha harus memikirkan cara lain agar rencana pernikahannya terlaksana sebelum Luna dinyatakan hamil. Dengan demikian, dia sudah memiliki kedudukan yang kuat dimata hukum dan agama sehingga ia tidak
__ADS_1
perlu takut lagi terhadap Luna.
Bahkan, jika telah menjadi Nyonya Lino Damaresh, ia bisa menekan Luna untuk menggugurkan kandungannya. Atau dia bisa mengatakan bahwa Luna adalah wanita murahan yang hamil diluar nikah.
“Baiklah, aku akan mengajak mama dan papa menemui Bunda Nadia untuk membicarakan pernikahanku dan Lino. Aku yakin Bunda Nadia akan menyetujuinya.” ucap Retha sambil menghapus air matanya dan menyusun
rencana selanjutnya.
Ia pun segera menghubungi kedua orang tuanya untuk mengatur jadwal menemui Bunda Nadia. Dan ia pun meminta seorang pembantu di rumahnya untuk membersikan kamarnya yang bagaikan kapal pecah itu.
Retha pun pergi meninggalkan rumahnya. Ia menuju salah satu butik yang ternama di kota itu. Ia harus mempersiapkan diri dengan pakaian dan dandanan terbaik untuk membicarakan pernikahannya dengan Lino.
Itulah tekat Retha saat ini.
***********
-Bersambung-
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN SHARE YA KAWAN-KAWAN.
MAKASIH SEBELUMNYA