
Pukul 08.00 ketika sang surya telah mulai bergerak naik ke singgasana tertingginya, Luna pun kembali ke ruangannya di rumah sakit tersebut. Dengan perasaan yang lebih tenang dan hati yang lebih lega, akhirnya
gadis itu bisa bernafas dengan lebih nyaman.
“Sudah lebih tenang?” sapa suara yang sangat dikenal oleh Luna ketika gadis itu melangkahkan kakinya melewati pintu yang memisahkan kamar dengan lorong rumah sakit.
“Terima kasih.” hanya itu yang bisa terucap dari mulut Luna. Meskipun telah mengetahui bahwa atasannya berada di ruangan tempatnya terbaring sejak kemarin, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa Luna juga cukup terkejut dengan sapaan yang diberikan oleh Lino. Bahkan Luna berpikir bahwa laki-laki itu masih tertidur dan rupanya gadis itu melupakan jadwal yang biasa dia jalani selama menjadi asisten pribadi atasannya.
“Untuk?” tanya Lino yang tidak paham tujuan Luna mengucapkan kata terima kasih. Meskipun Lino dapat melihat adanya keterkejutan di wajah gadis dihadapannya, tetapi lontaran kata ‘terima kasih’ itu cukup membingungkannya.
“Untuk semuanya. Saya rasa, Bapak telah menyelamatkan saya kemarin.” jawab Luna kembali sambil duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut. Entah kenapa, rasanya Luna malas untuk kembali ke tempat pembaringannya yang telah digunakan sejak kemarin.
Mendengar jawaban Luna, Lino pun hanya bisa menganggukan kepalanya. Ia juga tidak tahu harus berkata apa. Namun ucapan terima kasih dari Luna cukup membuatnya senang. Karena ia tahu bahwa tindakannya telah sesuai dan benar.
“Makanlah. Tadi ada perawat yang mencarimu. Saya akan memanggilkannya terlebih dahulu. Jika semua baik-baik saja, kita akan segera berkemas. Nanti malam, kita akan kembali ke tanah air.” ucap Lino setelah mereka sama-sama terdiam selama beberapa saat, sambil menyerahkan makanan yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit kepada Luna.
__ADS_1
Luna pun hanya menganggukan kepalanya dan mengambil alih nampan berisi makanan yang diberikan oleh Lino. Dan Lino pun beranjak dari tempatnya saat ini untuk memanggil perawat yang tadi mencari Luna untuk
melakukan pengecekan terhadap keadaan Luna saat ini.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Lino pun kembali dengan perawat tersebut. Tidak lupa juga dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan oleh perawat untuk melakukan pengecekan.
Akhirnya Luna pun harus menunda makannya untuk diperiksa oleh perawat tersebut. Dan Luna pun dinyatakan boleh pulang siang ini. Mereka pun segera berkemas agar bisa meninggalkan rumah sakit tersebut.
Sekeluarnya mereka dari rumah sakit, Lino pun membawa Luna ke hotel yang lain untuk beristirahat sejenak sambil menunggu jam penerbangan yang akan membawa mereka menuju tanah air. Kalau ditanya kenapa Lino tidak membawanya ke hotel yang kemarin digunakan, jawabannya adalah karena Lino tidak ingin Luna mengingat hal-hal yang tidak menyenangkan tersebut.
Terlebih pimpinan dan tiga orang tertinggi lainnya di perusahaannya pergi meninggalkan pekerjaan.
Jadi Lino pun memutuskan untuk segera kembali ke tanah air dan kembali menghandle pekerjaan yang telah menumpuk. Jika memang nantinya berjodoh, ia akan kembali membawa Luna ke negara ini dan mengganti
semua kenangan buruk Luna disini menjadi kenangan indah yang tak akan terlupakan oleh gadis itu. Tetapi, ia harus bersabar untuk itu.
__ADS_1
Dan waktu pun berlalu dengan sangat cepat. Tanpa terasa, waktu penerbangan pun hanya tersisa tiga jam lagi. Luna dan Lino pun segera bersiap untuk menuju landasan, dimana pesawat yang akan membawa mereka
ke tanah air dipersiapkan.
Jika kalian semua bertanya bagaimana kabar Felix dan keluarga Luna, jawabannya adalah mereka telah dikembalikan ke tanah air oleh pihak berwenang disana dan diserahkan kepada pihak yang berwajib di negara
kelahiran mereka. Hal ini disebabkan karena status kependudukan mereka di negara tersebut hanyalah sebagai pendatang. Dan visa yang membawa mereka kesana adalah visa turis. Jadi semua tindakan hukum dikembalikan ke negara asal mereka.
Roland dan Cleon pun telah kembali ke tanah air. Mereka kembali untuk mengawal Felix beserta keluarga Luna. Dan mereka pun akan memastikan bahwa Felix dan keluarga Luna ditangani langsung oleh pihak yang
berwajib di tanah air.
Jadi apakah kisah ini selesai? Tentu saja belum. Karena kita belum melihat Luna berbahagia. Karena pada hakekatnya, semua orang berhak untuk bahagia. Dan sekedar hidup tenang, belum tentu bahagia. Namun, apakah Luna akhirnya berbahagia dengan Lino? Ataukah ada orang lain lagi?
***********
__ADS_1
-Bersambung-