Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 95 – Penyelamatan Luna (1)


__ADS_3

Oke, sekarang kita akan kembali lagi ke beberapa hari lalu ketika Felix membawa Luna untuk pergi menuju negara lain.


Tanpa disadari oleh Felix, sejak kepergiannya dari rumah tempat tinggalnya, laki-laki itu telah diikuti oleh orang kepercayaan Lino. Dari situ, Lino bisa mengetahui kemana dan apa saja yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Entah kenapa, Lino memang terlalu curiga dengan sikap Felix yang menurutnya cukup aneh.


Dan dari orang kepercayaan itu juga, Lino bisa mengetahui bahwa Felix merencanakan kepergiannya keluar negeri dengan membawa seorang gadis. Meskipun Lino juga tidak mengetahui siapa gadis yang akan dibawa oleh Felix, tetapi entah kenapa perasaan Lino mengatakan bahwa gadis itu adalah Luna. Dan jika benar Luna yang dibawa oleh Felix, maka tentunya Lino tidak akan tinggal diam.


Lino pun segera menyuruh orang untuk mempersiapkan segala keperluannya beserta pesawat pribadinya untuk terbang ke negara yang akan dituju oleh Felix dan rombongannya. Namun, agar tidak menimbulkan kecurigaan, Lino pun memberikan jeda beberapa jam dari keberangkatan pesawat Felix.


Lino pun memilih untuk tinggal di hotel yang sama dengan Felix. Meskipun berbeda lantai, tetapi Lino masih bisa mengawasi semua gerak-gerik sahabatnya itu. Dan ketika suatu pagi, ia diberitahu bahwa terdapat teriakan dari kamar Felix, Lino pun segera menuju kesana. Dugaan Lino pun menjadi terbukti karena suara yang terdengar dari kamar tersebut adalah suara dari asisten pribadinya yang sangat dikenal.

__ADS_1


Ingin rasanya Lino mendobrak pintu tersebut. Namun lagi-lagi semua diurungkannya. Lino masih ingin mengetahui semua rencana Felix dan motif dari dia membawa Luna secara paksa ke negara ini. Dengan demikian, Lino bisa menyusun rencana untuk menyelamatkan Luna dan membawanya kembali ke tanah air.


Dan Lino pun kembali ke kamarnya untuk menyusun rencana lebih lanjut. Namun, Lino tetap meminta orang-orang kepercayaannya untuk mengawasi kamar Luna agar tidak terjadi hal-hal yang akan merugikan gadis itu.


Lino pun menghubungi kedua sahabatnya yang lain untuk segera datang ke negara dimana tempatnya sekarang mengawasi Felix. Rasanya ia tidak akan bisa bekerja sendirian saat ini karena mau bagaimanapun juga yang ada dihadapannya adalah sahabatnya sendiri. Dan Lino tahu betul bahwa ia tidak akan tega mencelakakan sahabatnya ataupun membuat sahabatnya menderita. Ya, walaupun dalam bisnis, Lino terlihat bertangan dingin, tidak


Roland dan Cleon yang cukup terkejut dengan kabar dari Lino pun memutuskan untuk segera mempersiapkan diri dan berangkat ke negara dimana sahabatnya saat ini berada. Mereka akan berangkat dengan pesawat pribadi milik Lino yang kala itu memang dipersiapkan untuk mengantar dan menjemput.


Kini, ketiga orang laki-laki bersahabat ini telah berada dalam sebuah kamar yang cukup luas. Ya, kamar itu adalah kamar yang disewa oleh Lino. Kamar yang tidak kalah dari kamar Felix hanya berbeda beberapa lantai saja.

__ADS_1


“Bagaimana bisa Felix seperti itu sih?” tanya Roland yang tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.


Lino yang mendengar pertanyaan Roland pun hanya bisa menggedikkan bahunya saja. Karena pada dasarnya Lino sendiri pun tidak menyangka bahwa Felix bisa berbuat hal sejauh ini. Selama ini bersahabat dengan Felix, laki-laki itu tidak pernah berbuat hal-hal seperti ini.


“Namanya obsesi. Jadi mungkin aja.” ucap Cleon dengan tenang. Cleon memang orang yang paling irit berbicara dari mereka berempat. Tetapi biasanya jika Cleon sudah mengeluarkan kata-katanya, maka perkataan itu banyak benarnya. Jadi jangan heran jika ketika Cleon berbicara, sahabatnya yang lain hanya bisa menganggukan kepalanya.


*************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2