Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 136 – Bereaksi (2)


__ADS_3

Lima menit pun berlalu dengan sangat cepat di ruangan, dimana Luna sedang berada sendirian disana. Semakin waktu terus berjalan, tubuhnya merasakan panas yang semakin membara. Rasanya ada yang salah dengan tubuhnya ini.


Bahkan saat ini, rasanya Luna sudah tidak bisa menahan rasa panas tersebut. Ia pun mulai membuka gaunnya sedikit demi sedikit untuk menetralkan rasa panas yang ada di dalam tubuhnya.


“Panas. Kenapa badanku rasanya panas sekali? Tolong.” rintih Luna secara perlahan di dalam kamar tersebut.


Luna pun berusaha sebisa mungkin mengambil tasnya yang berada di ujung ruangan. Dengan kesadarannya yang semakin menipis, otaknya pun terus berpikir cepat untuk bisa menyelamatkannya keluar dari tempat ini.


Dan satu-satunya cara adalah dengan menghubungi Siska atau Lino.


Luna pun berusaha dan terus berusaha. Meski sekarang denyutan di kepalanya berubah dan membuat seakan ruangan itu berputar tanpa mau berhenti. Tetapi Luna pun mencoba untuk tidak menghiraukannya. Dengan perlahan, ia pun terus berjalan hingga akhirnya mencapai benda yang diinginkannya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan tasnya, Luna pun segera mengambil smartphonenya dengan mata terpejam. Ya, terpejam agar putaran pada ruangan itu pun terhenti. Beruntungnya smartphone nya berada di tempat yang sangat mudah dijangkau. Dan tas Luna pun tidak sedang terisi dengan banyak barang.


“Tolong aku.” ucap Luna setelah mendial salah satu nomor teratas di smartphone nya dan mendengar jawaban dari seberang.


Namun setelah itu, Luna pun terjatuh kembali karena sudah tidak kuat menahan kepalanya. Dan badan Luna pun terasa semakin membakar dirinya sehingga membuatnya menjadi seperti cacing kepanasan. Menggeliat,


merintih\, bahkan meracau tidak jelas\, serta mencoba menyentuh bagian s*******e di tubuhnya itu.


Sepuluh menit berlalu. Luna sudah tidak bisa lagimengendalikan tubuhnya. Ia pun mulai membuka helai demi helai kain yang berada di tubuhnya. Untungnya dress itu sangat sulit dibuka sehingga Luna hanya berhasil membuka sebagian kain yang menutupi tubuhnya.


Lima belas menit pun berlalu. Luna masih saja berusaha untuk meredakan panas disekujur tubuhnya dan sakit di kepalanya. Namun tiba-tiba, Luna pun mendengar pintu di kamarnya itu dibuka oleh seseorang yang ia sendiri tidak ketahui siapa karena memang matanya selalu terpejam.

__ADS_1


Mendengar suara pintu yang terbuka, Luna pun memiliki secercah harapan untuk segera keluar dari tempat ini. Ia pun merintih dan meminta tolong dengan suaranya yang sangat pelan.


“Tolong..” lirih Luna yang masih di tempatnya.


Tidak ada tanggapan apapun yang Luna dengar. Tetapi Luna masih tetap mendengar ada langkah kaki yang terus berjalan menuju ke arahnya.


“Tolong..” kata Luna kembali dengan lirih ketika langkah kaki tersebut semakin terdengar dekat dengan dirinya.


“Kamu ingin dibantu sayang? Aku akan dengan senang hati membantumu.” ucap seseorang yang tadi masuk ke dalam kamar tempat Luna berada.


Dan betapa terkejutnya Luna karena suara yang didengarnya kali ini cukup dikenalnya. Suara yang sangat menganggunya belakangan ini. Bahkan sempat mengancamnya. Dan alaram bahaya pun langsung berbunyi di kepala Luna saat ini juga kala mendengar suara berat itu.

__ADS_1


**********


-Bersambung-


__ADS_2