
Pagi ini, keanehan meliputi kediaman Lino. Security dan asisten rumah tangga di rumah tersebut tidak mendapati kehadiran Luna hingga waktu telah lewat dari jam yang seharusnya. Dan mereka pun dibuat bingung akan kegiatan dari tuan mudanya hari ini.
Begitu pun dengan Lino. Ketika ia membuka mata dan mengumpulkan nyawa yang tercecer kecita tidur, Lino tidak mendapati gadis yang setiap pagi menyiapkan semua keperluannya. Bahkan keperluannya untuk bekerja pun belum tersedia di tempatnya.
Lino pun segera mengambil smartphone yang berada di sisi tempat tidurnya. Mengecek apakah ada pemberitahuan kenapa hingga saat ini asisten pribadinya belum menunjukkan batang hidungnya di rumah ini. Bahkan belum menyiapkan semua keperluannya untuk hari ini.
Dan benar seperti dugaan Lino. Terdapat sebuah pesan yang telah dikirimkan beberapa menit lalu dari gadis yang kini berstatus sebagai asisten pribadi dan kekasih kontraknya.
Lino pun segera membuka pesan tersebut dan membalasnya sebelum mempersiapkan diri untuk semua keperluannya pagi ini. Ya, Lino harus mempersiapkan semua pekerjaannya sendiri karena asisten pribadinya
mendadak mengajukan cuti tanpa ada alasan yang jelas. Dan tentunya membuatnya sedikit terheran.
Pesan Singkat Luna dan Lino – On
Asisten Luna
Maaf, Pak Lino. Hari ini saya mengajukan cuti dadakan. Mohon maaf karena saya meminta ijin terlalu mendadak. Saya akan mengirimkan semua berkas meeting hari ini ke email Bapak segera.
Bos Lino
Oke. Apakah supir yang saya kirimkan tidak datang menjemput?
Asisten Luna
Supir yang Bapak sebutkan tadi sampai tepat waktu. Terima kasih atas niat baiknya. Namun, mohon maaf, Pak, saya rasa saya tidak membutuhkan supir tersebut. Jadi saya rasa, saya tidak perlu untuk diantar jemput lagi kedepannya. Saya akan berangkat sendiri seperti sebelumnya.
Bos Lino
__ADS_1
Memang ada apa dengan supir yang saya kirimkan ke kamu? Apakah ada masalah dengan supir tersebut?
Asisten Luna
Tidak, Pak. Untuk jadwal meeting dan berkas yang diperlukan sudah saya email, Pak. Mohon untuk dilakukan pengecekan.
Bos Lino
Batalkan semua janji saya hari ini. Saya akan ke kantor pusat untuk mengecek pekerjaan disana. Kirimkan semua pekerjaan yang harus saya periksa di email. Dan infokan ke Roland untuk mengirimkan semua berkas yang perlu saya tanda tangani.
Asisten Luna
Baik, Pak.
Pesan Singkat Luna dan Lino – Off
**************
Kantor Pusat PT Lino – pukul 09.30
“Panggilkan Felix ke ruangan saya.” ucap Lino ketika memasuki kantornya dan melihat sekretaris yang sudah duduk di depan mejanya untuk mengerjakan semua pekerjaan yang telah menumpuk di hari ini.
“Baik, Pak.” jawab sang sekretaris dengan keterkejutan karena tidak menyangka bahwa atasannya akan datang ke kantor pusat di hari ini.
Tak berapa lama, pintu ruangan CEO pun diketuk oleh seseorang dari luar.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
“Masuk” ucap Lino dari dalam ruangan sambil masih memeriksa semua berkas yang sudah disiapkan oleh Roland di meja kerjanya.
Pintu pun terbuka dan masuklah seorang laki-laki yang memang telah dinantikan kedatangannya oleh Lino.
“Ada apa, No? Masih pagi lu udah cari gue.” tanya Felix sambil memasuki ruang kerja Lino dengan terheran karena tidak biasanya atasan sekaligus sahabatnya ini mencarinya pagi-pagi seperti ini.
“Duduklah dan katakan kemana asisten pribadiku hingga dia tidak menunjukkan batang hidungnya pagi ini di rumah.” kata Lino tanpa mengalihkan pandangan matanya dari berkas yang ada di mejanya.
Felix yang sedikit banyak telah menduga pertanyaan Lino ini sedikit terkejut karena tidak menyangka bahwa sahabatnya itu akan bertanya secepat ini. Karena sebenarnya, sedari tadi Felix terus memikirkan alasan apa yang bisa disampaikan kepada atasannya perihal ketidak hadiran asisten pribadinya tersebut.
Felix tahu, dia akan berada dalam masalah jika menceritakan semua masalah yang dihadapinya bersama dengan Luna kepada Lino. Salah-salah, bisa jadi Lino tidak akan mengijinkannya mendekati Luna, bagaimanapun caranya. Namun menyalahkan Luna karena tidak mau duduk dalam satu mobil bersamanya pun rasanya tidak mungkin karena akan terkesan tidak gantle sebagai laki-laki.
Sungguh kali ini Felix dibuat agak bingung tentang apa yang harus dikatakannya kepada atasannya ini.
“Gue menunggu jawaban, Bapak Felix.” ucap Lino kembali sambil melihat Felix yang masih berkutat dengan pikirannya sendiri.
**********
Kira-kira Felix akan berkata jujur atau enggak ya ke Lino?**Hayo, siapa yang penasaran?
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya.**
**********
-Bersambung-
__ADS_1