Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 98 – Luna Selamat


__ADS_3

“Selamat siang! Anda berempat silahkan ikut kami dan menjelaskan semuanya di kantor.” ucap kepala pihak berwenang yang diundang oleh Lino untuk membereskan perkara ini.


Felix, Rianti, Surya, dan Jordan pun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan dari pihak yang berwenang itu. Mereka tidak bisa melakukan banyak perlawanan karena memang mereka telah kalah kekuatan. Namun umpatan demi umpatan yang dikeluarkan oleh Rianti pun masih terus terdengar di telinga Luna yang saat ini hanya bisa mematung melihat kejadian dihadapannya.


“Gue dan Cleon akan damping Felix. Elu selesaiin semua masalah disini. Gue ama Cleon pergi dulu.” ucap Roland yang sebenarnya masih tidak tega melihat sahabatnya digelandang oleh pihak yang berwenang di negara itu.


Lino pun hanya menganggukan kepalanya. Ia cukup tahu bahwa Felix pasti akan sangat terpukul dengan kejadian ini. Belum lagi mereka pasti akan sangat susah menghubungi pengacara kepercayaan yang memang telah lama bekerja sama dengan perusahaan Lino karena memang pengacara itu berada di tanah air. Selain itu, hukum di negara lain, tentunya tidak banyak diketahui oleh orang asing seperti mereka.


“Kamu selamat, Luna. Maaf kalau kami terlambat.” ucap Lino sambil memegang tangan Luna yang telah berubah menjadi dingin. Kalau boleh, sebenarnya Lino sangat ingin memeluk gadis yang ada dihadapannya. Melepaskan semua beban yang selama ini menimpa hatinya karena kehilangan asisten pribadinya yang entah mulai kapan juga mengisi hatinya.

__ADS_1


Luna pun masih berdiri mematung tanpa menjawab perkataan Lino. Bahkan sentuhan yang diberikan oleh Lino pun tidak berefek apapun terhadap dirinya. Wajahnya yang memucat tetapi tersamarkan oleh make up pun semakin terlihat pias. Dan tiba-tiba, Luna mulai memejamkan matanya lalu jatuh tak sadarkan diri.


“LUNAAAA!!” panggil Lino yang berhasil menangkap tubuh gadis itu agar tidak sampai jatuh ke lantai dimana ia berdiri saat itu.


Lino pun segera mengangkat tubuh Luna yang masih terbalut dengan gaun pernikahannya. Memasukkannya ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan pertama.


“Suster.. tolong..” teriak Lino sesampainya di rumah sakit terdekat dari Cathedral, dimana Luna dan Felix akan melangsungkan pernikahannya.


“Pasien hanya mengalami shock saja, Tuan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nona akan kami pindahkan ke ruang rawat.” ucap salah satu tenaga medis yang memeriksa keadaan Luna saat itu.

__ADS_1


“Terima kasih. Tolong pindahkan ke ruangan VVIP di rumah sakit ini.” ucap Lino menanggapi ucapan tenaga medis tersebut satelah menghembuskan nafas kelegaannya.


Rasanya Lino bernafas sangat lega karena tidak ada hal serius yang terjadi pada diri Luna. Dan pingsannya Luna hanya disebabkan oleh shock yang dialaminya. Bagaimana tidak shock jika ternyata doa nya terkabulkan, bahkan keluarganya yang selama ini mengancam dirinya pun ikut diamankan oleh pihak yang berwenang disana?


Kini, Lino hanya perlu menunggu hingga Luna tersadar. Dan kemudian, Lino akan membawa Luna kembali ke tanah air. Untuk permasalahan Felix dan keluarga Luna, akan ia serahkan sepenuhnya kepada pengacara yang memang terbiasa bekerja sama dengan dirinya. Namun, itu lebih untuk membantu sahabatnya. Karena untuk keluarga Luna, Lino akan menyerahkan seluruhnya pada gadis itu.


Setelah Luna mendapatkan ruangannya, Lino pun mulai memejamkan matanya. Rasanya sangat lelah, baik di tubuh ataupun pikirannya. Dan lelaki itu pun membutuhkan banyak istirahat untuk menyegarkan kembali tubuhnya.


**************

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2