
"Hidupku semanis gula dan sepahit coklat, namun jika digabungkan akan menjadi sebuah rasa yang sangat nikmat"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi ini adalah pagi yang sangat melelahkan bagi Riska dan Risna. Tapi itu semua tidak menghambat semangat sekolah mereka.
Rintikan air hujan menemani perjalanan mereka ke sekolah.
Dengan motor matic berwarna hitamnya dan 2 box kue mengantar mereka ke sekolah pagi itu.
"Dek jangan ngebut, teteh takut" Teriak Risna di dekat telinga Riska.
"Hah apa teh gak denger" Jawab Riska, karena kencangnya angin pagi itu menghambat pendengarannya.
Riska pun tetap melanjutkan perjalanannya dengan mengendarai motornya seperti biasanya dengan kecepatan 40km/jam.
Hujan, hujan adalah sebuah anugrah.
Kata ayah mereka "Hujan itu pembawa rezeki, kalau hujan jangan marah. Tapi ucapkan Alhamdulillah" Dan mereka berdua yakin bahwa hujan hari ini adalah dukungan dari langit untuk mereka menjalani kehidupan baru mereka. Sebagai anak penjual kue.
Jam menunjukkan pukul 06.15. Kelas bimbel Riska sudah di mulai 15 menit yang lalu. Sesampainya di parkiran sekolah, Riska pun bergegas lari menuju ke kelasnya yang berada di lantai 2 sembari membawa kotak kuenya. Meninggalkan helm dan motornya begitu saja tergeletak asal-asalan di parkiran sekolah. Risna pun hanya bengong melihat kelakuan adiknya yang lari-larian seperti di kejar hantu.
"Kebiasaan" Teriak dari Risna.
"Beresin teh, telat" Jawab Riska.
Riska dan Risna memang berbeda kelas. Risna adalah kelas X-4 IPS, sedangkan Riska kelas X-2 IPA EKSELERASI. Jadi kelas Risna lebih santai dari pada Riska.
Risna pun mulai masuk kedalam kelasnya yang berada tidak jauh dari parkiran utama.
Di perjalanan menuju ke kelas, banyak teman-teman yang melihat Risna dengan pandangan sinis. Karena ia membawa sebuah kotak bertuliskan "DONAT DAN BROWNIS TWINS Rp. 2000/pcs".
Risna Mengabaikan pandangan mereka, bagi Risna itu tidak penting. Selagi tidak mengganggu dagangannya, anggap saja mereka hanya melihat kagum atas penampilan ia pagi ini. Risna pun berlalu dengan senyum manis di bibirnya, memperlihatkan bahwa hari ini dia sedang bersemangat.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
" Jadi perbedaan antara... " Jelas dari bu Rosa, dan tiba-tiba Riska memotong penjelasan itu. Dengan nafas terengah-engah dia mengucapkan salam
"Assalamualaikum bu" Ucap Riska sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Waalaikumsalam" Jawab orang-orang yang ada di ruangan kelas
"Riska jam berapa ini ? " Tanya bu Rosa dengan Wajah killernya
"Ehh anu bu, mohon maaf bu. Riska telat " Jawab Riska dengan wajah memelas.
"Apa itu yang kamu bawa" Jawab bu Rosa dengan nada tinggi sambil melihat kotak yang Riska bawa.
"Eeh... Anu bu.. Itu... " Jawab Riska terbata-bata.
"Apa Riska ? Coba bawa sini! Kamu sudah telat malah bawa barang gak jelas ke dalam kelas" Ucap Bu Rosa dengan memasang wajah killernya.
Riskapun hanya bisa menundukan wajahnya, sembari berjalan menuju depan kelas ke tempat bu Rosa sedang berdiri.
"Duh itu anak ada-ada aja sih pagi-pagi" Gumam mario
"Apa itu Riska, sini ibu lihat" Tanya bu Rosa sekali lagi. Sambil meminta paksa Kotak tersebut.
Seketika Bu rosa berkaca-kaca. Membaca tulisan di atas kotak tersebut.
"Temen-temen kalau sudah beli kue ku. Jangan lupa satu alfatihah juga untuk ayahku ya. Ayahku namanya Burhan"
Ketika dibuka, ternyata isinya adalah brownis dan donat yang sudah di kemas rapih dengan plastik dan siap jual.
__ADS_1
"Riska ini jualan kamu ? " Tanya bu Rosa, dengan wajah yang mulai sendu.
"Iya bu. Maafkan Riska bu, tapi bu anu.. Riska cuma mau cari tambahan uang" Jawaban Riska masih dengan menundukkan kepalanya sambil memainkan ujung jilbabnya.
"Siapa yang buat? " Tanya bu Rosa lagi.
"Saya sama teh Risna bu, pagi tadi bu jam tiga pagi kami masak" Jawab Riska dengan terbata-bata.
Bu Rosa melihat Riska yang sedang tertunduk takut. Lalu melihat harga yang tercantum di samping kotak itu.
"Riska, ini kamu bawa berapa biji ?" Tanya bu Riska.
"30 biji bu" Jawab Riska dengan gemetaran.
Bu Rosa adalah Guru yang terkenal sangat Killer di kelas EKSELERASI. Beliau tidak pernah menolerir kesalahan murid-muridnya.
Namun tiba-tiba Bu Rosa berteriak
"Anak-anak pelajaran ibu pagi ini kita lanjutkan di pertemuan berikutnya. Hari ini ibu mau traktir kalian semua. Ambil ini, kalian mau yang mana?" Ucap Bu Rosa sambil menawarkan Kue dagangan Riska.
Riskapun terkejut mendengar ucapan Bu Riska.
"Yey.. Asik pagi-pagi sarapan kue" Sahut dari salah satu teman kelasnya.
"Woi aku yang brownis ya" "Aku donat yang coklat dong" "Aku mau brownisnya" Suara gemuruh teman-temannya yang berebut kue Riska. Tak terasa air bening mulai keluar di sudut mata Riska, Riska sangat senang. Dagangan pertamanya langsung ludes terjual.
"Ris, ini ya uangnya" Ucap Bu Rosa memecahkan lamunan Riska, sembari memberikan uang kepada Riska.
"Bu ini Banyak sekali, totalnya cuma 60.000" Jawab Riska yang kebingungan mencari kembalian, karena uang Bu Rosa adalah 100.000.
"Sudah ambil saja, ibu bangga dengan kamu Riska. Besok ibu pesan brownis 50 biji ya nak" Ucap Bu Rosa.
"50 biji bu ? Eh.. Iya bu.. Ya Allah.. Terima kasih bu" Jawab Riska dengan terus mencium tangan Bu Riska.
"Wah enak banget brownisnya murah lagi" Celetuk dari salah satu temannya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Risna memasuki kelasnya, ia mulai menawarkan kue hasil buatannya ke teman-temannya.
"Guys aku bawa kue nih, kalian mau beli gak ? Cuma 2000 aja kok" Ucap Risna
"Udah kenyang Ris" Jawab dari teman-temannya.
"Oh gitu, yasudah tidak apa-apa" Jawab Risna.
Berbeda dengan Riska, Risna kesusahan untuk menjual kuenya.
Sampai Bel masuk pun berbunyi kuenya belum terjual juga.
***
Kringgg.... Kringgg...... Kringgg.....
Suara bel Istirahat berbunyi.
"Eh Ris enak banget kue lu sumpah, siapa yang ngajarin *****" Kata Mario sambil menyenggol pundak Riska.
"Itu semua resep mamah rio" Jawab Riska sekenanya.
"Eh Ris kakak lu bawa juga kan, habis gak kuenya" Tanya mario sambil memasukkan mie ayam ke mulutnya.
"Lah iya, kakak gue. Lupa! " Sahut Riska langsung bergegas menemui kakaknya.
"Hei kutu mie ayam lu gimana" Teriak dari mario
__ADS_1
"Makan aja" Jawab Riska sekenanya
"Kebiasaan lu" Mario pun melanjutkan makannya.
Riska mencari kakaknya di kelas ternyata tidak ada. Riska mencari kakakknya ke lorong kelas X dari ujung sampai ke ujung juga tidak ketemu.
Akhirnya Riska menemukan Risna, yang sedang duduk di depan teras Kelas X-2 Bahasa. Sedang melayani anak-anak yang membeli kuenya.
"Teh, semangat ya teh. Ini semua demi ayah" Batin Riska melihat Risna dari kejauhan
Riskapun kembali ke kantin, untuk menemui Mario yang dia tinggalkan disana.
"Lah udah balik bocahnya" Ucap Mario yang kekenyangan makan mie ayam dua mangkok.
"Mie ayamku mana ? " Tanya dari Riska, yang melihat mangkoknya sudah kosong.
"Gue makan lah, kan tadi lu yang nyuruh" Jawab dari Mario sedikit kesal.
"Yah belum makan aku tuh dari tadi pagi. Tega banget lu tutup kecap" Jawab Riska dengan wajah yang cemberut.
"Kok lu ngeselin sih kutu, yaudah gue pesenin lagi" Jawab Mario sambil berjalan ke tempat ibu kantin
"Terima kasih Mario jelek" Jawab Riska, lalu mengambil Es jeruk milik Mario.
Suasana kantin sangat Rame, karena memang banyak dari anak-anak yang memilih untuk makan di kantin walaupun membawa bekal dari rumah.
"Etdah.. Es gue di habisin" Kata mario sambil memegang Gelas Es jeruknya yang sudah habis.
"Bagi dikit napa sih, pelit banget" Jawab dari Riska.
"Sedikit pala lu, ini masih penuh tadi. Astaga ini bocah haus apa doyan" Jawab mario dengan mengacak-ngacak jilbab Riska.
"Ihhh.. Kebiasaan banget sih. Jilbab ku rusak" Sahut Riska dengan muka yang mulai kesal.
Mario hanya tertawa terbahak-bahak karena kelakuan sahabatnya yang selalu menggemaskan.
"Andaikan lu tau perasaan gue Ris" Gumam dari Mario. Sambil tersenyum melihat sahabat tercintanya sedang membenarkan Jilbabnya yang dia acak-acak tadi.
Riskapun memakan Mie ayamnya dengan sangat lahap. Dengan di temani Mario di dekatnya, yang sudah sangat kekenyangan karena habis dua mangkok mie ayam.
"Eh rio, pulang sekolah anterin gue ke Cafe ya. Motor biar di pakai Risna buat belanja. Kasihan dia kalau pakai sepeda" Kata Riska sambil mengunyah mie ayam yang ada di dalam mulutnya.
"Apa sih kutu. Telen dulu, keselek tulang ayam baru tau rasa lu" Jawab Mario menggoda.
"Ish doa lu jelek" Jawab Riska.
"Iya nanti gue anterin. Udah lu makan dulu aja, nambah gak ? Biar gue yang bayar" Jawab dari mario.
"Loh kok di bayarin lagi, aku bayar sendiri aja"
"Stop, gak usah bawel. Lu nolak gue marah" Jawab Mario sambil ngemilin es batu sisa dari es jeruk.
"Siap pak bos, laksanakan" Jawab Riska sambil menggerakan tanggannya seperti orang hormat.
Mario masih tetap mencuri pandang kepada sahabatnya ini. Melihat Riska makan dengan lahapnya. Membuat mario memasang senyum manisnya. Persahabatan mereka selama ini menumbuhkan benih-benih sayang lebih dari seorang sahabat. Tapi Mario sadar, karena sekarang Bukan seorang pasangan yang Riska butuhkan. Tapi sebuat Support untuk Riska saat ini. Dengan menjadi sahabat dan selalu berada di dekatnya saja. Sudah membuat Mario sangat bahagia.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hai Pembaca 🤗
Terima kasih sudah mampir di tulisan aku yah,
oh iya nggak capek-capeknya aku ucapin terima kasih sebanyak-banyaknya untuk kalian yang sudah vote, yang sudah kasih like dan rate.
karena dukungan dari kalian yang bikin aku semakin semangat untuk belajar menulis cerita 🤗
__ADS_1
sampai jumpa di episode selanjutnya ya..