Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 86 – Perasaan Lino


__ADS_3

Sebenarnya, jika ditelisik lebih lanjut, perlakuan Lino terhadap Luna sudah sangatlah aneh. Perlakuan yang diberikan sudah lebih dari hanya sekedar atasan dan bawahan. Meskipun mereka memiliki kontrak yang


memaksa mereka untuk dekat satu sama lainnya, tetapi perlakuan Lino pun cukup berlebihan. Terlebih ketika Lino sampai memberikan pengawalan kepada asisten pribadinya itu. Dan sekarang, ketika Luna menghilang, Lino bagaikan kehilangan sebagian jiwanya.


Bagaimana tidak dikatakan bagaikan kehilangan sebagian jiwanya jika Lino bahkan rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mencari gadis asisten pribadinya itu? Bahkan Lino membatalkan berbagai janji yang telah dibuatnya hanya untuk melacak keberadaan Luna. Meskipun hingga sekarang hasilnya masihlah nihil.


Jika boleh jujur dengan perasaannya, sebenarnya Lino memiliki ketertarikan dengan Luna sejak pertama kali mereka bertemu di kantor kala laki-laki itu melakukan sidak. Dan karena ketertarikan itu, Lino pun mengangkat Luna menjadi asisten pribadinya. Namun, tentunya bukan secara serta merta Luna bisa menjadi asisten pribadinya. Tentunya, Lino telah meminta bantuan beberapa orang untuk menyelidiki tentang Luna. Selain itu, Lino juga


melakukan pengecekan terhadap kinerja gadis itu terlebih dahulu. Karena Lino tidak mungkin mempekerjakan orang dengan jabatan yang tinggi jika memang orang itu tidak dapat bekerja dengan baik.

__ADS_1


Dan dari kedekatan yang terjalin setiap harinya, karena memang Luna dan Lino harus bekerja bersama-sama dan bertemu hampir setiap hari, tentunya kecuali pada hari-hari libur atau kala Luna mengambil jatah cutinya, maka Lino bisa semakin mengenali pribadi gadis itu. Lino semakin mengetahui tentang sifat dan perangai dari seorang Luna, mulai dari sifat pekerja kerasnya hingga kekeras kepalaannya dalam menghadapi suatu hal. Dari hal-hal itulah Lino semakin merasa tertarik dengan gadis yang cukup unik dan tertutup itu.


Ya, memang selama bekerja dengan Lino, Luna tidak pernah menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Semua ditutupnya sangat rapat. Luna pun selalu menghindari jika memang Lino bertanya tentang keluarga ataupun kehidupannya yang lain. Bahkan Luna menolak untuk berteman dengan Lino. Namun, tentunya dari penyelidikan yang dilakukan oleh beberapa orang yang bekerja untuknya, Lino bisa mengetahui tentang keluarganya. Bahkan bagaimana sikap ibunya sendiri terdahap gadis itu. Salut? Tentunya! Karena jika Lino pada posisi Luna, mungkin dia tidak bisa berdiri setangguh gadis itu.


Perasaan Lino pun semakin kagum ketika melihat Luna berinteraksi dengan Bunda Nadia. Entah kenapa, rasanya Lino bisa melihat bahwa Luna sangat merindukan belaian dan kasih sayang seorang ibu. Luna juga sangat


Jika diperbolehkan, rasanya Lino ingin membuat Luna terus berada disisinya, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap waktu. Ia ingin mencurahkan semua rasanya kepada gadis itu dan menutup semua luka yang telah ada padanya. Rasanya, Lino juga sangat ingin melihat Luna dalam kerapuhannya. Karena dengan demikian, Lino bisa menopangnya dan memberikan bahunya agar gadis itu bisa bersandar. Tidak masalah jika gadis itu masih ingin berdiri di kakinya sendiri. Namun Lino akan selalu siap berada di belakangnya apabila dia jatuh dan lelah.


Namun lagi-lagi Lino tidak dapat menunjukkan semua perasaannya itu kepada Luna.  Karena ia tidak ingin membuat gadis itu tertekan. Lino masih ingat betul bagaimana perubahan raut wajah Luna ketika Lino menawarkan sebuah kedekatan. Tertekan. Ya, itulah yang langsung tampak dalam wajah Luna. Dan Lino pun sempat melihat raut wajah itu lagi ketika Felix dengan sengaja seakan memaksakan kedekatan antara dia dan Luna.

__ADS_1


Jadi, untuk beberapa saat ini, rasanya Lino harus menahan semua perasaannya itu sendiri. Lino pun akan terus berusaha menyembukan luka-luka dan trauma dalam diri gadis pujaannya itu. Hingga nantinya Luna bisa


membuka dirinya, bahkan membuka hatinya untuk menerima Lino sepenuhnya dan mempercayakan hatinya untuk dijaga.


Akan tetapi, kini gadis itu menghilang. Lino tidak dapat menemukannya. Bahkan dia pun telah mencarinya hingga kesudut-sudut kota. Namun rasanya Luna bagaikan ditelan bumi. Jejaknya saja bahkan tidak nampak. Dan hal ini membuat Lino menjadi sedikit frustasi. Namun, tentunya ia terus berusaha untuk tenang agar kepalanya dapat tetap berpikir dengan baik hingga nantinya ia akan menemukan gadis itu.


***************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2