
Luna yang jelas menahan emosi pun tidak dapat menolak lagi ajakan dari Felix. Dan akhirnya dia pun mengikuti kemauan dari mantan atasannya itu tanpa menjawab lagi perkataan pria tersebut.
“Seatbelt nya, Lun. Apa mau saya yang pakaikan?” kata Felix setelah memasuki mobil dari pintu bagian supir.
Kali ini, Felix memang membawa mobilnya sendiri tanpa menggunakan supir. Kenapa? Karena memang hari ini adalah hari bersantai untuk hampir semua orang yang ada. Oleh karena itu, tidak jarang Felix meliburkan para asisten yang ada di rumahnya, beserta supir dan security untuk menikmati akhir pekan mereka.
Dan hari ini, rasanya Dewi Fortuna memang sedang berpihak kepada Felix. Karena dengan mengemudikan mobilnya sendiri, Felix bisa berdua saja dengan wanita pujaannya, yang memang tidak sengaja ditemuinya di
rumah sahabatnya.
“Sudah.” ucap Luna singkat setelah menggunakan seatbelt nya.
Jika kalian merasa sikap Luna sangatlah tidak ramah, hal ini dikarenakan karena gadis ini yang memang lebih menjaga jarak kepada lawan jenisnya. Oleh karena itu, dia akan selalu memasang sikap yang kurang baik agar tidak terlibat dalam hubungan yang terlalu dalam dengan lawan jenis.
__ADS_1
Setelah melihat Luna telah menggunakan seatbelt dengan baik, Felix pun mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan pekarangan rumah Lino untuk membawa gadis tersebut.
Tidak berapa lama berjalan, Felix pun membuka suara untuk mencairkan suasana di dalam mobil.
“Kita ke Café Pelangi dulu ya, Lun.” kata Felix
Sebenarnya, bukan karena Felix menginginkan sesuatu di café tersebut. Namun, rasanya Felix enggan untuk menyudahi kebersamaan dengan gadis pujaannya ini. Terlebih lagi karena sekarang mereka sangat sulit bertemu.
“Pulangkan saja saya dahulu. Setelah itu, Bapak bisa menuju kemana saja yang diinginkan.” ucap Luna menolak ajakan Felix.
“Tapi kita sudah sampai, Lun. Ayolah, kamu cukup duduk dan menemani saya. Saya tidak akan lama. Saya hanya ingin ngobrol dengan kamu. Sudah lama kan kita tidak banyak ngobrol?” ucap Felix tanpa mempedulikan penolakan Luna dan langsung membelokkan mobilnya ke parkiran Café Pelangi.
“Maaf, Pak Felix. Tapi saya harus segera pulang.” putus Luna setelah menghela nafasnya.
__ADS_1
Luna merasa Felix sudah terlalu memaksakan kehendaknya. Mulai dari ketika Luna masih menjadi bawahannya dan Felix memaksa mengantarkannya pulang, hingga tadi Felix pun meminta kepada driver taxi online miliknya untuk meninggalkan dirinya, dan sekarang memaksa untuk masuk menemaninya duduk di dalam café.
Sungguh Luna tidak habis pikir dan tidak bisa lagi mentoleransi ‘pemaksaan’ yang dilakukan Felix kepadanya. Dan kali ini, Luna harus bisa melawannya.
Namun, ketika Luna keluar dari mobil dan mengambil smartphone nya untuk memesan kembali taxi online, Felix tidak tinggal diam. Dia merebut smartphone yang ada di tangan Luna dan mengantonginya.
Felix pun kembali menarik tangan Luna untuk memasuki café tersebut. Dan setelah mendapati tempat duduk yang diinginkannya, Felix pun menggiring Luna untuk duduk. Tak lupa juga Felix memanggil pelayan untuk memesan minuman tanpa meminta persetujuan Luna.
Tidak ada tanggapan apapun dari Luna. Oleh karena itu, Luna hanya memasang raut wajah datar tanpa ekspresi apapun. Dan semua perkataan Felix pun diabaikannya. Luna lebih tertarik untuk melihat sekelilingnya.
****************
Siapa disini yang kesel sama sikap Felix ke Luna? Atau kalian malah merasa sikap Felix sangat-sangat romantis dan mendebarkan?**Hayo coba di komen kalian tim yang mana nih.**
__ADS_1
****************
-Bersambung-