
“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu disini? Apa yang kita lakukan? Kenapa badanku sakit semua?” kata Luna dengan berbagai pertanyaan.
Sebelumnya, Luna masih belum sadar dengan apa yang telah dilakukannya. Ketika bangun dan mendapati tubuhnya seakan pegal, ia hanya berpikir bahwa semalam ia terlalu lelah.
Hingga Lino keluar dari kamar mandi, Luna masih setengah sadar sehingga tidak menyadari bahwa dirinya
tertidur dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Namun ketika melihat pergerakan Lino, kesadaran Luna seakan merasukinya dengan sangat cepat. Dan teriakan itu terjadi karena ia juga menyadari bahwa dirinya masih polos dan entah dimana dress yang semalam
digunakannya itu.
Terlebih lagi ketika melihat rambut basah dari Lino dan juga Lino yang hanya mengenakan bathrobe. Pikiran jelek pun segera menghampiri gadis itu. Saat ini, Luna hanya berharap semua kilatan kejadian dikepalanya itu hanyalah mimpi. Dan ia pun masih seperti sebelum datang ke pesta reuni itu.
Lino pun bergerak semakin mendekati Luna. Ia akan menjelaskan semuanya kepada Luna. Bahkan ia akan menjelaskan bahwa yang telah mengambil kesucian Luna adalah dirinya, bukan Felix seperti yang dikatakan
__ADS_1
laki-laki itu.
Dan Luna yang masih merasakan kesakitan di area sensitifnya hanya bisa terdiam. Karena memang untuk bergerak pun ia sangat susah dan harus merasakan kesakitan meskipun hanya dengan pergerakan kecil.
“Na, tenang ya, sayang. Kita akan melaluinya dan aku akan bertanggung jawab. Aku janji.” kata Lino sambil meraih tubuh Luna yang masih berada di atas tempat tidur, tempat dimana mereka melakukan pergulatan panas.
“Jadi kita sudah melakukannya juga?” tanya Luna
“Kita sudah melakukannya. Dan aku adalah yang pertama untukmu. Felix tidak pernah melakukan apapun kepadamu.” kata Lino menjelaskan karena memang selama ini, Luna selalu berpikir bahwa kesuciannya
telah diambil oleh Felix. Dan ini adalah salah satu alasan Luna hampir selalu menolak Lino kala itu.
Memang rasanya sangat tidak adil. Bahkan terkesan bahwa wanita itu hanya sebatas objek bagi laki-laki, sedangkan laki-laki itu sendiri adalah subjek. Namun, berada di negara dengan budaya patriarki yang sangat kuat, memang pasti akan mendapatkan pandangan seperti itu.
Dan hal itu juga yang dirasakan oleh Luna. Ketika pertama kali Felix mengatakan bahwa ia telah mengambil kesuciannya, semua harapannya langsung musnah. Tidak akan ada laki-laki baik yang mau menikah dengan dirinya, terutama karena dia sudah tidak utuh lagi. Oleh karena itu, ia pun menerima pernikahannya dengan Felix kala itu.
__ADS_1
Namun sekarang, kenyataan berkata lain. Lino mengatakan bahwa ialah yang mengambil kesucian Luna. Dan Luna memang merasakan hal yang berbeda dengan ketika dirinya bersama Felix pagi itu. Hal ini pun membuat Luna bingung. Ia tidak tahu mana yang harus dipercayai.
“Kamu tidak percaya kalau kamu baru melakukannya bersamaku, Na?” tanya Lino ketika melihat sebuah keraguan di raut wajah Luna.
Luna pun hanya menganggukan kepalanya.
Dan untuk membuktikan ucapannya, Lino pun segera membuka selimut yang ada di atas tempat tidur tersebut. Menunjukkan bercak darah yang menempel di kasur agar Luna paham bahwa dia masih suci selama ini dan baru kemarin ia menjadi seorang wanita seutuhnya.
Luna pun hanya bisa membelalakan matanya ketika melihat bercak darah tersebut. Ingin menangis, tetapi air mata itu sudah tidak keluar. Rasanya semua cobaan telah ia lalui. Jadi, jika hanya seperti ini, ia pasti juga akan bisa melaluinya. Meskipun jika setelah ini Lino akan membuangnya. Luna yakin bahwa dirinya akan tetap bisa bangkit dan berdiri teguh, sekeras batu karang.
“Menangislah jika kamu ingin menangis. Tapi, jangan pernah menyesali apapun, Na. Jangan pernah menyesali apa yang telah kita perbuat.” kata-kata Lino yang manis dan menenangkan itu pun membuat pertahanan Luna akhirnya tumbang. Air matanya menetes tanpa bisa dibendung lagi.
“Kita akan menikah. Acara pertunangan akan kita ganti dengan acara pernikahan. Dan aku tidak akan melepaskanmu lagi. Karena kamu adalah milikku seutuhnya.” ucap Lino mengakhir perkataannya kepada Luna
dan membiarkan gadis itu masuk ke dalam pelukannya. Pelukan yang hangat dan menenangkan.
__ADS_1
***********
-Bersambung-