Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 87 – Jebakan Felix


__ADS_3

Hari telah menjelang malam. Pesawat yang ditumpangi oleh Felix pun telah mendarat beberapa waktu lalu. Ya! Felix memang membawa Luna ke negara yang cukup jauh dari tanah airnya. Ke sebuah negara yang cukup


kecil tetapi memiliki pemandangan sangat indah. Dan tentunya, untuk mencapai negara ini, membutuhkan waktu penerbangan yang cukup lama.


Lalu bagaimana ketika di pesawat? Apakah Luna tersadar dari tidurnya? Tentu saja! Dan waktu itu digunakan oleh Felix untuk membujuk Luna agar mau menerima lamarannya. Felix memang telah mendapatkan restu dari kedua orang tua Luna. Namun menurutnya, ia tetap harus mengatakannya kepada Luna. Dengan harapan, gadis itu akan menerima pernikahan ini.


Namun harapan tinggallah harapan. Luna dengan keras menolak lamaran Felix. Bahkan Luna menolak semua hidangan yang dihidangkan. Luna juga mengancam untuk melompat dari pesawat tersebut jika Felix tidak


membawanya kembali ke tanah air. Dan dengan terpaksa, Felix harus menyuntikkan obat penenang yang telah diterima nya dari Rianti. Yah, mungkin terdengar kejam dan memaksa. Namun, hal ini lah yang dapat dilakukan Felix untuk mendapatkan Luna dan membuat gadis itu menjadi miliknya.


Dan kini, Felix telah berada di kamar hotel bersama dengan gadis yang sangat diinginkannya. Setelah tiga kali suntikan obat penenang diberikan ketika di pesawat tadi dan ketika sampai di hotel tempat mereka akan menginap, akhirnya Luna pun akan tertidur hingga esok hari. Dengan demikian, Felix pun bisa melakukan rencananya yang berikutnya agar Luna mau menerima pernikahan yang telah diagendakannya tiga hari lagi.

__ADS_1


Kini, setelah Felix memberishkan dirinya, ia pun menaiki tempat tidur yang sama dengan gadis pujaannya. Dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan Luna, Felix pun masuk dalam selimut yang sama dengan gadis itu. Memeluk gadis pujaannya itu dengan sangat posesif, serta memposisikan Luna agar terlihat tidak ingin terlepas dari dirinya. Dan seorang fotografer pun mengabadikan momen tersebut.


Rencana Felix malam ini pun akhirnya berhasil. Dengan foto-foto kebersamaannya tersebut, Luna tidak akan lagi menolak untuk menikah dengan dirinya. Terlebih ketika esok pagi ia bangun dan mengetahui bahwa mereka berdua tidak menggunakan sehelai kain pun. Maka tidak ada alasan bagi Luna untuk menolak pernikahan tersebut. Dan Felix pun akhirnya bisa dipastikan untuk mendapatkan Luna seutuhnya.


****************


Keesokan Harinya – Pukul 07.00


“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..” teriak Luna yang telah tersadar dari tidur panjangnya.


pernah tidur dengan Rianti, ibunya. Oleh karena itu, ketika ia menemukan sesosok laki-laki di sebelahnya, Luna pun mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit ingatannya.

__ADS_1


Yang membuatnya lebih berteriak adalah ketika ia mengetahui bahwa dirinya dan laki-laki di sampingnya, yang ia ketahui sebagai mantan atasannya, sama-sama tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuh mereka. Dan anehnya, di tempat tidur mereka itu juga terdapat bercak merah seperti darah.


Felix yang hanya berpura-pura tertidur pun sudah menebak bahwa Luna akan sangat terkejut dan berteriak dengan sangat kencang karena rencananya itu. Oleh karena itu, Felix telah menyiapkan kamar di lantai yang cukup sepi pengunjung. Dengan demikian, tidak akan ada yang terganggu dengan teriakan dari gadis yang ada di sebelahnya. Walaupun, Felix pun yakin untuk kamar di hotel bintang 5 pasti akan kedap suara, tetapi tentunya tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.


“APA YANG BAPAK LAKUKAN PADA SAYA?” ucap Luna sambil terus berteriak di sela-sela tangisnya ketika melihat pergerakan dari Felix yang seakan baru saja terbangun dari tidur panjangnya.


“KENAPA BAPAK MELAKUKAN INI PADA SAYA?” ucap Luna kembali sambil terus berteriak di hadapan Felix tanpa menunggu laki-laki itu mengumpulkan ‘nyawa’ nya, meskipun hanya sebatas drama.


“APA SALAH SAYA SAMPAI BAPAK TEGA?” teriak Luna yang kembali terdengar di sela-sela tangis pilu nya meratapi kenyataan bahwa kesuciannya telah direngut oleh laki-laki disampingnya itu.


Dan Luna yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari mantan atasannya itu pun terus menangis dan menangis tanpa mengenal lelah.

__ADS_1


**************


-Bersambung-


__ADS_2