Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 157 – Pertemuan Selanjutnya


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu. Rianti dan Surya terus mengikuti gerak gerik Luna tanpa menimbulkan kecurigaan. Mereka hanya memantau untuk mencari kesempatan bertemu dengan anak perempuan satu-satunya itu.


Kini, Jordan pun telah menghirup udara bebes. Hukuman mati yang dituntutkan kepadanya tidaklah terlaksana. Memang, uang bisa membeli banyak hal. Termasuk kebebasan seseorang bahkan nyawa orang lain.


Dan dengan bebasnya Jordan, maka tim untuk menaklukkan Luna pun bertambah banyak. Jordan dengan banyak kawan dan anak buahnya pun selalu membuntuti Luna dari jarak yang sangat jauh. Memastikan tidak ada pengawal Lino yang mengetahui keberadaan mereka.


Hingga tibalah waktunya untuk kedua orang tua itu kembali beraksi karena mendapatkan kesempatan emas di akhir pekan ini.


Hari ini adalah hari Minggu dimana Luna merencanakan untuk memanjakan dirinya di salah satu salon langgannya. Rasanya semua kejadian dan pekerjaannya belakangan ini membuat seluruh tubuh hingga otaknya sangat lelah. Oleh karena itu, mendapatkan perawatan di seluruh badan bisa membuat otak dan tubuhnya lebih rileks agar bisa menjadi lebih produktif dan berpikir jernih esok hari.


Namun sayangnya, baik Lino, Bunda Nadia, ataupun Vina tidak dapat menemani Luna karena memiliki kesibukan masing-masing. Ya, memang rencana Luna kali ini cukup mendadak sehingga orang-orang itu sudah memiliki jadwal yang tidak dapat ditinggalkan. Meskipun demikian, Lino tetap mendampingi Luna dengan seorang supir yang telah menjadi orang kepercayaannya. Dan jangan para bodyguard bayangan yang diperintahkan Lino untuk menjaga calon istrinya itu.


Luna pun tiba di salon yang memang menjadi favoritnya belakangan ini tepat pada waktu yang telah dijanjikan. Dan ketika ia hendak membuka pintu, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.


“Luna” panggil seseorang yang menepuk pundak Luna dengan sangat lembut.

__ADS_1


Luna yang merasakan pundaknya ditepuk oleh seseorang dan telinganya mendengar namanya disebut pun menghentikan langkahnya. Ia pun menoleh ke belakang menghadap orang yang memanggilnya tersebut.


“Ada yang bisa saya bantu?” ucap Luna dengan nada suara yang dibuat setenang mungkin.


“Ibu cari kamu, Nak. Untunglah kita bisa bertemu disini. Mungkin inilah yang dinamakan alam merestui keinginan seorang ibu yang sangat merindukan anaknya.” ucap orang yang memanggil Luna, yang tak lain dan tak bukan adalah Rianti.


Dan yang masih sama mengejutkannya, disamping Rianti terdapat Surya, dan juga Jordan. Sungguh seperti pemandangan keluarga bahagia yang tidak pernah Luna lihat sebelumnya.


“Maaf, mungkin Anda salah orang.” ucap Luna yang masih berusaha acuh dengan ketiga orang yang ada dihadapannya itu.


Ya, Luna sudah memutuskan untuk tidak larut dan terbawa dalam permohonan ayah dan ibu nya yang kemarin sempat dilontarkan ketika mereka bertemu. Luna ingin melihat ketulusan dan niat baik mereka. Karena jika memang ada niat tersembunyi dibaliknya, mereka tidak akan bertahan lama dengan drama tersebut.


“Jangan sombong, Lun. Kamu tidak akan bisa sukses seperti sekarang tanpa doa dan restu dari seorang ibu. Ingat, surga itu ada dibawah kaki ibu.” kata Jordan menanggapi perkataan Luna yang seolah menganggap mereka orang lain.


“Maaf, saya harus masuk. Permisi.” ucap Luna dengan sopan dan menanggalkan tangan sang ibu yang masih berada di pundaknya.

__ADS_1


“Nak, kami tahu kok kalau kami banyak salah padamu. Tapi ayah cuma ingin mengingatkan bahwa pertalian darah tidak akan bisa putus sampai kapanpun. Mau kamu tidak mengakuinya, tetapi kamu tetaplah anak kami. Anak perempuan satu-satunya di keluarga Permana.” ucap Surya dengan suara yang dibuat sesendu mungkin.


Luna yang mendengar perkataan Surya pun hanya bisa terdiam. Dalam hatinya ia membenarkan setiap ucapakan Surya dan juga Jordan. Tetapi kembali lagi, untuk memaafkan saat ini, rasanya ia belum bisa.


Luna pun kembali melangkahkan kakinya setelah terdiam beberapa saat. Ia melangkahn kakinya tanpa menoleh lagi kepada ketiga orang yang masih keluarga kandungnya itu.


Kalau ada yang bertanya, dimana para bodyguard Luna? Jawabannya tentu saja bersembunyi sambil terus memperhatikan keadaan calon istri atasannya itu. Karena memang tugas mereka adalah untuk mengawasi dan


mengambil tindakan apabila keadaan calon istri atasannya berada dalam bahaya. Jadi selama tidak ada tanda-tanda bahaya, mereka akan terus berada dalam persembunyiannya.


**********


Terima kasih buat kalian yang telah membaca part ini.


Jangan lupa untuk dukung Mith ya dengan memberikan love, like, komen, dan vote nya.

__ADS_1


**********


-Bersambung-


__ADS_2