
Hari yang dinantikan Felix pun tiba. Sebelumnya, Lino memang sudah memberitahukan kepada Luna bahwa mulai Senin, gadis itu akan diantar dan dijemput oleh supir. Selain agar tidak terlalu lelah di perjalanan, Luna juga bisa lebih aman jika pulang terlalu larut. Dan alasan itu cukup masuk akal untuk Luna sehingga gadis itu pun menyetujuinya.
Dan disinilah Felix berada. Dengan kemeja yang nantinya akan digunakan untuk bekerja, Felix telah siap untuk menjalani tugas pertamanya hari ini. Menjadi seorang supir untuk Luna dan mengantarkannya hingga ke kediaman Lino.
Sebenarnya, ada perasaan tidak rela dalam diri Felix mengingat seharian ini Luna akan bersama dengan Lino tanpa berada dalam pengawasannya. Felix juga memiliki ketakutan jika nantinya Luna malah akan tertarik ke Lino karena mereka terlalu lama bersama. Tetapi meminta Luna untuk menjadi bawahannya lagi juga sepertinya tidak memungkinkan karena Lino sangat menyukai pekerjaan Luna.
Dengan susah payah, Felix pun mengesampingkan perasaan tidak rela nya itu. Ia sangat mengenal sahabatnya. Dan menurutnya, akan lebih baik Luna bersama dengan sahabatnya daripada orang lain. Felix masih yakin bahwa Lino tidak akan menusuknya dari belakang dengan merebut Luna dari dirinya.
Waktu yang ditunggu pun tiba. Luna pun keluar dari rumah yang selama ini ditempatinya. Dan Felix pun segera keluar dari mobil untuk membukakan pintu bagi gadisnya itu. Bukan pintu belakang seperti yang biasa dilakukan supir, melainkan pintu dibagian samping pengemudi.
Luna yang sedang sibuk dengan smartphone nya pun tidak memperhatikan supir yang menjemputnya. Luna hanya melihat sekilas ketika keluar dari rumahnya bahwa telah ada mobil yang menjemputnya dan ia yakin, itu adalah mobil yang dikirimkan atasannya untuk dirinya. Jadi ketika pintu depan yang dibukakan oleh supir, Luna pun tidak menyadarinya dan langsung masuk untuk duduk di kursi penumpang.
Felix yang mendapati hal itu, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka bahwa Luna adalah orang yang tidak memiliki kewaspadaan seperti itu. Sungguh sangat membahayakan dirinya sendiri.
__ADS_1
Bagaimana jika yang menjemput bukan dirinya melainkan penculik? Bisa-bisa Luna menjadi korban. Dan mungkin ini bisa menjadi pertimbangannya untuk memberikan pengawasan ekstra.
Felix pun memasuki kursi pengemudi setelah menutup pintu untuk Luna dan memutar sebagian badan mobil. Dan mendapati bahwa seatbelt yang harusnya Luna kenakan ternyata belum terpasang, ia pun segera mengeluarkan
suaranya dan meminta gadis itu untuk menggunakannya karena Felix akan segera mengantarkan Luna sebelum terlambat.
“Boleh tolong seatbelt nya dipakai dahulu? Karena kita mau jalan.” ucap Felix.
Mendengar suara yang sepertinya dikenalnya, Luna pun seketika memalingkan wajahnya dari smartphone yang dipegangnya. Dan betapa terkejutnya Luna ketika mendapati orang yang sangat ingin dijauhinya berada di sebelahnya dan duduk di kursi pengemudi.
Namun sebelum Luna berhasil membuka pintu mobil yang sekarang ditumpanginya, Felix sudah lebih cepat untuk mencegah tangan Luna.
“Lepasin saya!” ucap Luna sambil sedikit berteriak dan mengibaskan tangannya yang digenggam oleh Felix.
__ADS_1
Luna benar-benar tidak menyangka bahwa supir yang dikirimkan oleh atasannya adalah Felix Hermawan, mantan atasannya yang sangat dihindarinya. Jika memang bisa, rasanya Luna sangat ingin memusnahkan laki-laki model Felix yang sangat suka memaksa. Namun apa daya, Luna tidak mungkin melakukan itu jika tidak ingin berurusan dengan hokum yang berlaku di negara ini.
“Luna, dengerin saya dulu.” ucap Felix sambil berusaha menahan tangan Luna meskipun telah dikibaskan oleh gadis itu.
Luna pun segera membuka pintu mobil dengan tangan yang masih bebas. Tidak lupa juga Luna mengibaskan kembali tangan yang digenggam oleh Felix dan segera turun dari mobil tersebut. Dan Luna pun memilih untuk masuk kembali ke dalam pekarangan rumahnya, serta meinta kepada security untuk menutup pintu pagar rapat-rapat tanpa mengijinkan Felix untuk masuk.
Felix yang melihat Luna sudah memasuki pekarangan rumahnya, hanya bisa tertunduk dan masuk kembali ke dalam mobil untuk berangkat menuju kantor. Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Felix saat ini. Tetapi Felix bertekad untuk tidak menyerah dan terus berusaha selama Luna belum memiliki tambatan hati. Dan jika Luna sudah memiliki pun, Felix siap untuk merebutnya.
***********
Haduh, Felix.. Usahanya maksa ya agakan.**Kalau kalian diperlakukan seperti Luna oleh Felix, kira-kira akan senang dan bahagia karena merasa sangat dicintai atau malah sebaliknya?**
Kalau Mith sih males dengan cowok kayak Felix gini ya. Hehehe..
__ADS_1
************
-Bersambung-