
Acara pertunangan antara Lino dan Luna menjadi salah satu pembicaraan akhir-akhir ini. Tidak hanya dikalangan internal perusahaan PT Lino, dimana hampir semua karyawan membicarakannya. Tentunya ada yang menghujat, tetapi tidak sedikit juga yang setuju. Dan tentunya tidak sedikit juga yang patah hati atas beritu tersebut.
Acara pertunangan ini pun menjadi buah bibir di kalangan pengusaha, salah satunya adalah keluarga Retha, wanita yang selama ini digadang-gadang akan mendampingi seorang Lino Damaresh.
“Semua ini bohong. Pasti semua ini hanya rekayasa. Gak mungkin Lino akan bertunangan. Tante Nadia pasti akan menjodohkan Lino denganku.” ucap Retha berbicara dengan dirinya sendiri sambil memandang undangan yang ada dihadapannya.
Ya, undangan untuk pertunangan Luna dan Lino telah sampai ke tangan keluarga Retha. Undangan tersebut diantarkan oleh kurir dan diterima langsung oleh asisten rumah tangga di rumah tersebut. Dan kemudian,
undangan tersebut pun diberikan kepada Retha, karena pada saat itu, hanya dirinya lah yang berada di rumah. Sedangkan kedua orang tuanya masih berada diluar negeri untuk menyelesaikan pekerjaan disana.
“Ah, aku harus bertemu Lino atau Tante Nadia. Mereka pasti sedang memberikan kejutan untukku.” kata Retha kembali, masih berbicara dengan dirinya sendiri.
Ia pun segera mempersiapkan diri untuk menuju rumah utama keluarga Damaresh, dimana Bunda Nadia tinggal.
Namun setelah menempuh perjalanan hampir satu jam untuk menuju kediaman Bunda Nadia, Retha harus dikecewakan karena orang yang dicari sedang tidak berada di tempat. Dan penjaga serta para asistent rumah
tangga disana pun tidak mau menyebutkan kemana Bunda Nadia pergi, meskipun Retha telah mengatakan bahwa dia adalah calon menantu di rumah itu.
Akhirnya, Retha pun memutuskan untuk menuju PT Lino. Dia berharap disana bisa bertemu langsung dengan Lino dan mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan harus melalui beberapa tempat macet, akhirnya Retha pun telah sampai di PT Lino.
Tanpa menyapa siapapun disana, Retha pun segera memasuki lift yang disediakan khusus untuk CEO dan beberapa orang khusus. Retha pun terlihat sangat terburu-buru dan tidak sabar untuk sampai ke ruangan Lino
sehingga tidak mengindahkan semua orang yang melihatnya dengan heran.
Dan sesampainya di lantai, dimana ruangan Lino berada, Retha pun tanpa mengindahkan sopan santun, segera membuka pintu ruang CEO tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Karena kebetulan Luna pun tidak ada di
tempat, maka tidak ada yang menghentikan perbuatan Retha tersebut.
“No, kamu sedang prank aku kan? Kamu sedang bercanda dengan pertunangan kamu kan?” ucap Retha setelah menutup kembali ruang kerja Lino dan berjalan menghampiri laki-laki yang masih serius dengan pekerjaannya.
melihat gadis yang cukup dekat dengannya dan tidak malu untuk selalu menempel kepadanya, ia pun terdiam dan ingin melihat apa yang diinginkan oleh orang tersebut.
Lino yang mendengar pertanyaan Retha pun terus terdiam tanpa mau menjawab. Ia sangat malas dengan keberadaan gadis manja seperti Retha yang selalu menempel padanya seperti lintah.
“Kamu sama Bunda pasti mau membuat surprise untukku ya? Pasti papa dan mama juga terlibat dalam sandiwara kalian kan?” tanya Retha kembali sambil mendekati kursi Lino, dimana laki-laki itu masih terus terdiam tanpa mau menjawab pertanyaan Retha.
“No..” panggil Retha kembali tanpa mau menyerah.
__ADS_1
Lino yang mulai jengah dengan keberisikan dari gadis yang kini ada di sebelahnya pun akhirnya mengangkat wajahnya. Menatap gadis yang menjadi teman kecilnya dan yang selalu menempelinya tanpa rasa malu, serta
lelah.
“Tidak ada yang becanda disini. Tidak ada prank dan tidak ada surprise. Semua yang kamu lihat adalah kenyataan. Sekarang, silahkan tinggalkan ruanganku.” kata Lino dengan tatapan datar yang sangat tidak bersahabat.
Retha yang mendengar pernyataan Lino pun terkejut. Dan ia pun hanya bisa membelalakan matanya.
“Tapi kenapa, No? Kita sudah dijodohkan. Bahkan Bunda Nadia sendiri yang merencanakan perjodohan kita dengan mamaku.” kata Retha kembali setelah dari keterkejutannya, mencoba mengingatkan Lino tentang
perjodohan mereka.
“Perjodohan batal sejak aku menolak untuk dijodohkan. Silahkan tanyakan kepada mamamu karena mama dan papamu sudah mengetahuinya.” ucap Lino kembali.
Dan sebelum Lino hendak membuka mulutnya kembali, tiba-tiba Retha memeluk Lino dengan sangat erat. Bahkan mencoba untuk mencium laki-laki yang mungkin telah menjadi obsesinya.
***********
-Bersambung-
__ADS_1