
Dan akhirnya, rencana mereka pun berhasil tanpa ada halangan apapun disini. Mereka dengan mudah menaklukan gadis yang sejak seminggu ini diikutinya. Kini, saatnya mereka membawa Luna kepada Rianti, orang yang menyuruh mereka untuk membawa gadis itu kembali. Setelah itu, Boy dan teman-temannya pun bisa menikmati uang hasil jerih payah mereka selama ini.
Tidak ingin membuang waktu lagi, Boy dan kawan-kawannya pun segera menuju kota kelahiran Luna. Dan disini, Boy pun bergantian untuk mengendarai mobil karena menuju kota kelahiran Luna membutuhkan waktu berjam-jam, terlebih jika mereka melewati perjalanan darat dengan menggunakan mobil.
***********
Pagi Hari – Pukul 10.00
Pagi itu di rumah Rianti terjadi sebuah kegemparan. Bagaimana tidak jika pagi itu sedang terjadi pertengkaran antara Rianti dan suaminya? Memang sebenarnya hal itu sangat sering terjadi. Namun, biasanya pertengkaran diantara suami dan istri itu hanya terjadi pada malam hari.
Dan yang semakin membuat Rianti naik darah adalah karena Surya, suaminya tidak menyetujui jika wanita paruh baya itu menukar anak gadisnya dengan sejumlah uang. Sebenarnya bukan karena tidak menyetujuinya,
__ADS_1
namun lebih karena Surya tidak mendapatkan bagian apa-apa dari pertularan itu. Sehingga dirinya pun membuat sebuah keributan dan menunjukkan ketidak sukaannya kepada istrinya tersebut.
“Jadi apa maumu?” teriak Rianti karena telah lelah berdebat dengan suaminya yang telah menemaninya selama puluhan tahun.
“Lepaskan anak itu. Atau …” ucap Surya menggantung perkataannya. Ia tahu bahwa Rianti sebenarnya tahu apa yang diinginkannya. Namun karena ego yang terlalu tinggi dan rasa tersakiti selama bertahun-tahun yang dirasakannya, makanya Rianti pasti tidak ingin memberikan apa yang diinginkannya.
“Berapa? Sebut berapa yang kamu mau untuk menghidupi wanita-wanitamu itu? Heran, gak ada malunya jadi laki!” ucap Rianti sambil mencoba menjatuhkan harga diri laki-laki yang ada di hadapannya itu.
“Gila! Aku bekerja sendiri. Berusaha sendiri. Dan kamu minta setengahnya? Aku rasa otakmu sudah perlu digadaikan. kalau perlu dijual saja ke pasar gelap daripada tidak berguna.” ucap Rianti penuh kegeraman.
“Tenang. Walaupun otakku seperti yang kau katakana, tetapi aku masih bisa membuatmu merasakan surge dunia lebih dari semua laki-laki yang telah menyentuh barang bekasmu.” balas Surya dengan seringai yang penuh arti.
__ADS_1
“20% tidak lebih. Karena aku yang bekerja keras untuk menemukan anakmu itu. Bahkan aku sendiri yang menemukan orang yang mau menukarnya dengan sejumlah uang.” ucap Rianti setelah membuang nafasnya dengan kasar.
Surya pun berdiam diri sesaat. Sebenarnya, maksudnya meminta tinggi adalah agar istrinya itu tidak memberikannya. Hingga demikian, dia akan mengambil anaknya secara paksa dan menukar gadis tersebut ke orang yang dimaksud oleh Rianti. Mengubah perjanjian yang dimiliki Rianti agar semua uang yang dijanjikan laki-laki tersebut masuk ke rekeningnya sendiri. Dengan demikian, pastinya dia tidak perlu bekerja keras lagi dan bisa menikmati masa tuanya, bukan?
Lalu, kalau ditanya darimana Surya bisa mengetahui perjanjian itu? Jawabannya sangat mudah. Ketika Rianti menandatangani perjanjian dengan Felix kala itu, sebenarnya Surya mencuri dengar tentang perjanjian mereka. Memang Surya tidak mengetahui secara pasti nominal-nominal dan isi dari perjanjian tersebut. Namun, Surya yakin bahwa laki-laki yang datang dengan mobil mewah dan pengacara tersebut akan memberikan uang yang sangat besar untuk menebus anak perempuannya. Sejak saat itulah Surya pun terus mengikuti pergerakan Rianti. Bahkan tidak jarang juga dia pulang ke rumah tersebut, hal yang sudah sangat jarang dilakukannya tentunya, hanya untuk
mengawasi istrinya.
“Oke, deal. 20%. Dan aku mau kamu siapkan satu kamar untukku di rumah ini. Karena mulai sekarang, aku juga akan menggunakan rumah ini untuk membawa wanita-wanitaku.” ucap Surya sambil meninggalkan Rianti dengan perasaan yang sangat bahagia.
*************
__ADS_1
-Bersambung-