
Malam Hari – Rumah Vina
“Vin, besok aku pergi ke Negara X. Kamu mau ikut gak? Cuma 3 hari aja. Liburan sekalian refreshing.” ajak Luna kepada Vina malam hari itu ketika mereka telah selesai menyantap hidangan makan malam.
Vina yang cukup terkejut pun meletakkan buku yang sedang dipegangnya. Ya, Vina memang senang membaca, terlebih ketika malam hari tiba. Rasanya akan ada yang kurang jika dia tidak membaca terlebih dahulu sebelum tidur. Bisa jadi, dengan membaca, dia juga mencari referensi untuk dunia hiburan yang digelutinya.
“Kok dadakan sih Lun?” tanya Vina.
“Gak dadakan sih. Rasanya aku perlu menenangkan diri, Vin. Apalagi setelah bertemu dengan ibu. Rasanya hatiku gak tenang. Sejujurnya aku juga kepikiran dengan ayah dan ibu.” jawab Luna jujur mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Vina pun hanya bisa menghela nafasnya tanda dia memahami perasaan Luna. Yah, siapa sih yang bisa tenang jika orang yang membencinya berada di sekelilingnya sendiri dan berusaha untuk mempermalukan di depan umum.
Namun, Vina sebenarnya juga tidak habis pikir. Kenapa seorang ibu kandung tega memperlakukan anaknya dengan tidak baik. Apakah sebenarnya Luna bukan anak kandung dari keluarga tersebut?
__ADS_1
“Kayaknya aku gak bisa ikut, Lun. Kamu tahu sendiri kan kalau jadwal syutingku cukup padat belakangan ini. Tapi aku harap kamu bisa bersenang-senang disana.” jawab Vina setelah mengecek smartphone nya untuk mengetahui jadwalnya selama beberapa hari kedepan.
“Okelah, Vin. Nanti aku bawakan kamu oleh-oleh yang menarik. Bagaimana kalau cowok?” tanya Luna sembari menggoda sahabatnya.
Mendengar pernyataan sahabatnya, Vina pun melemparkan bantal yang ada di dekatnya.
“Cari sana cowok buat kamu sendiri. Jangan jomblo terus.” kata Vina sambil mentertawakan sahabatnya.
Setelah bercanda sejenak, akhirnya Luna dan Vina pun memutuskan untuk beristirahat. Bukan hanya karena malam semakin larut, tetapi juga karena mereka memiliki kegiatan pagi yang tidak dapat ditinggalkan. Jadi,
**********
Pagi Hari – Pukul 05.00
__ADS_1
“Vin, aku berangkat dulu.” ucap Luna berpamitan kepada sahabatnya karena akan meninggalkan rumah itu selama beberapa hari.
“Oke, Lun. Kamu hati-hati disana. Jangan lupa bersenang-senang ya.” ucap Vina yang masih sibuk berkutat dengan kegiatannya di dalam kamarnya.
Luna yang telah siap pun langsung berangkat ke bandara dengan menggunakan taxi online yang telah dipesannya beberapa waktu lalu. Luna hanya berharap semoga dengan kepergiannya kali ini, dia bisa menghilangkan penat di kepalanya dan menetralkan perasannya kembali. Luna tidak ingin semua ketakutan dan kegundahannya ini mempengaruhi pekerjaannya. Karena mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan besar, bukanlah hal yang mudah. Jadi, pastinya Luna tidak ingin semuanya kacau hanya karena masalah pribadinya.
Dan setelah perjalanan kurang dari satu jam, akhirnya Luna pun sampai ke bandara. Setelah melakukan check in dan semua yang diperlukan, akhirnya Luna pun kini berada di ruang tunggu untuk menunggu pesawat yang akan membawanya menuju negara tetangga.
Hanya sekitar 30 menit, akhirnya panggilan itu pun datang. Kini Luna telah berada di dalam pesawat yang akan membawanya pergi meninggalkan segala kegundahan hatinya.
************
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yuk untuk support Mith biar lebih semangat bikin novelnya. Jangan lupa like, komen, dan vote nya.
__ADS_1
************
-Bersambung-