Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 49 – Bertemu Rianti


__ADS_3

Setelah melakukan pekerjaannya hari ini, Luna pun kembali terdiam. Biasanya dia hampir tidak memiliki waktu untuk berpikir panjang karena semua harus ditentukan dengan cepat. Tetapi hari ini, dia bisa sedikit bersantai, merilekskan pikirannya.


Namun ternyata, bersantai selama hampir setengah hari tanpa adanya Vina yang menemani sangatlah membosankan. Luna pun memutuskan untuk jalan-jalan sejenak. Cuci mata mungkin istilahnya.


Dan Luna pun memutuskan untuk mengunjungi salah satu mall yang cukup besar dan dekat dengan rumah Vina.


Sesampainya di mall dan setelah memarkirkan mobil yang dibawanya, Luna pun memilih untuk menuju ke salah satu gerai makanan terlebih dahulu. Rasa laparnya sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Mengingat juga jam sudah mulai menunjukkan untuk waktunya makan siang.


Ketika sedang menikmati makanannya, tiba-tiba


“Wah..wah..wah.. Ada Nyonyah besar yang sedang makan enak disini.” ucap seseorang dari belakang Luna.


Karena tidak merasa dipanggil ataupun diajak berbicara, Luna pun tetap melanjutkan makannya dengan santai. Ya, Luna memang bukan orang yang terlalu peduli dengan keadaan sekitarnya. Sekiranya ada pasangan yang bertengkar ketika dia sedang menikmati makanan di sebuah tempat makan, maka Luna akan memilih untuk tetap menikmati makanannya daripada menonton keributan tersebut.


“Hei, kamu! Sekarang tuli?” tanya orang tersebut sambil menarik bahu Luna yang masih menikmati makanannya.

__ADS_1


Sontak hal itu mebuat Luna pun terkejut. Rasanya dia tidak melihat ada seseorang yang dikenalnya di tempat ini. Bahkan sejak menginjakkan kaki di kota ini, dia belum pernah membuat masalah dan bertengkar dengan siapapun. Jadi kenapa ada wanita yang memanggilnya dengan cukup kasar?


Luna pun berbalik, selain karena tarikan pada pundaknya, ia juga sangat penasaran dengan wanita di belakangnya yang memanggilnya dengan cukup kasar. Dan betapa terkejutnya dia ketika mendapati orang yang sangat tidak ingin ditemuinya berada di belakang dirinya.


“I.. ibu?” kata Luna dengan terbata-bata karena terkejut.


Ya, wanita yang menarik pundak Luna tadi adalah Rianti, ibu kandung dari Luna yang mengusirnya dari rumah. Dan entah bagaimana caranya, Rianti bisa sampai di kota ini. Kota yang cukup jauh dari tempat tinggal Luna dahulu.


“Kenapa? Kaget? Setelah hidup enak, lupa sama orang tua?” kata Rianti kembali dengan tangan berada di pinggangnya dan suara yang cukup keras sehingga menarik perhatian para pengunjung di tempat tersebut.


sebuah kesalahan terbesar. Karena bukannya penat hilang, malah ia mendapatkan malu dan pening di kepalanya memikirkan kehadiran ibu nya.


“Anak kurang ajar! Ada ibu nya malah ditinggal dan tidak dihiraukan. Apakah pergaulanmu mengajarkanmu untuk bertindak tidak sopan kepada orang yang lebih tua, terutama orang tuamu sendiri?” tanya Rianti sambil mengejar Luna hingga ke meja kasir.


Luna yang masih tidak ingin membuat masalah pun tetap berlalu. Setelah mengucapkan terima kasih kepada kasir yang menangani pembayarannya, ia pun segera berlalu menuju ke parkiran dan mengambil mobil yang sejak tadi ditinggalkannya.

__ADS_1


Dengan nafas terengah-engah, kepala sedikit pusing, dan perut yang mulai tidak enak karena makannya yang terganggu, Luna pun menjalankan mobilnya untuk menuju ke rumah kediaman Vina yang selama ini di tempatinya.


Tanpa Luna sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya. Memperhatikan setiap gerak gerik dari Luna. Bahkan memperhatikan pertengkaran Luna dengan sang ibu. Serta memperhatikan betapa wajah Luna memucat ketika melihat keberadaan wanita tua tersebut.


************


Mungkin gak sih ada ibu yang seperti Rianti? Mungkin ada sih ya karena segala sesuatunya pasti mungkin saja.


Tapi kenapa ada ibu yang sebegitu jahat dengan anak perempuannya ya?


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2