
“Ah, mana mungkin begitu. Kalau Luna kembali, saya akan menjodohkannya dengan Nak Felix. Tetapi maaf jika mendapati Luna sudah tidak suci lagi karena pergaulan bebasnya. Jikalau Nak Felix dan keluarga mau
menerimanya, saya akan dengan senang hati menjodohkan kalian. ucap Rianti kembali meyakinkan Felix.
Felix yang hanya tersipu senang pun tidak bisa menjawab kembali bujukan Rianti kecuali menganggukan kepalanya dengan perasaan bahagia yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
“Berjanjilah, tante kalau tante akan menjodohkan Luna dengan saya. Saya pasti akan membawa Luna kembali ke keluarganya.” ucap Felix dengan perasaan sangat bahagia yang tidak dapat terbendung lagi.
Rianti yang awalnya hanya berpura-pura untuk menarik perhatian dan membuat citra Luna buruk pun menjadi sedikit terkejut. Ia tidak percaya bahwa laki-laki dihadapannya yang terlihat sangat kaya ini bisa dengan
mudahnya meminta dirinya menjanjikan untuk menjodohkan dengan Luna.
Dan seketika otak jahat Rianti pun muncul. Wanita itu melihat sebuah kesempatan yang bisa digunakan untuk mendapatkan banyak uang. Ya, dengan menjual anak perempuan satu-satunya kepada laki-laki di hadapannya ini, pastinya dia akan bisa mendapatkan uang yang tidak sedikit. Dengan demikian, dia pun bisa kembali melanjutkan hobby nya tanpa harus memutar otak untuk mendapatkan dananya.
“Apakah kamu sangat mencintai Luna, Nak Felix?” tanya Rianti berhati-hati karena ingin mengetahui lebih lanjut tentang perasaan laki-laki dihadapannya ini. Karena semakin dia mencintai Luna, maka uang yang akan diterimanya akan semakin besar juga tentunya.
“Bahkan sejak pertama kali saya bertemu dengannya, saya sudah sangat tertarik dengan anak tante. Tetapi mungkin saya kurang menarik dihadapan anak tante sehingga dia tidak melirik saya sama sekali.” ungkap Felix tanpa malu lagi karena merasa akan mendapatkan dukungan dari wanita paruh baya dihadapannya.
__ADS_1
Senyum Rianti pun kian mengembang mendapati laki-laki dihadapannya memiliki perasaan yang sangat dalam terhadap putrinya. Ah, beruntungnya gadis itu. Bukan saja otak yang cemerlang, tetapi karir nya dan juga nasib percintaannya hingga dia bisa disukai oleh laki-laki kaya ini.
“Wah, sangat beruntungnya Luna bisa disukai oleh orang seperti Nak Felix. Sudah tampan, pastinya juga punya karir yang sangat baik hingga bisa menjadi atasan Luna di kantor. Dan pastinya tante akan sangat bahagia jika memiliki menantu seperti Nak Felix karena tidak perlu memikirkan kehidupan Luna kedepannya. Setidaknya hidup Luna akan terjamin secara financial, tidak seperti ketika bersama dengan saya dan ayahnya.” ucap Rianti
mencoba menarik perhatian lebih dengan menghubungkan masalah financial.
“Tante tidak perlu khawatir. Saya pasti akan menjamin kehidupan Luna, bahkan kehidupan tante dan om jika memang nantinya Luna akan menikah dengan saya. Karena harta yang saya cari pastinya akan menjadi milik istri saya juga.” ucap Felix meyakinkan wanita paruh baya dihadapannya.
Mata Rianti pun kian berbinar. Ia sudah tidak sabar untuk memegang uang-uang yang akan diberikan oleh menantunya guna memenuhi semua kebutuhannya. Jadi bagaimanapun juga, ia harus bisa menikahkan Luna
“Apakah kita perlu membuat perjanjian agar tidak ada yang merasa dirugikan disini, tante? Jadi tante bisa menjodohkan saya dengan Luna tanpa perasaan khawatir dan saya akan menjamin kehidupan tante sekeluarga
setelah pernikahan kami.” tanya Felix kembali.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Felix mengajukan untuk membuat surat perjanjian. Ia ingin memastikan bahwa Luna benar-benar akan menjadi miliknya. Dan dengan surat perjanjian itu, Felix bisa merasa yakin bahwa keluarga Luna akan menyerahkan gadis itu kepadanya.
“Tante akan menyetujui apapun itu agar Nak Felix yakin dengan kesungguhan ucapan tante. Jadi tante akan menandatangani surat perjanjian jika memang itu bisa membuat Nak Felix menjadi lebih tenang.” ucap Rianti tanpa memikir panjang. Karena buatnya, terlalu banyak berpikir maka akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tambang uang di hadapannya.
__ADS_1
“Baiklah, tante. Saya akan menyiapkan semuanya. Tante bisa memberikan alamat rumah tante. Nanti pengacara saya akan kesana untuk menandatangani surat tersebut. Dan maaf, ini ada sedikit untuk tante. Semoga tante bisa menerimanya.” ucap Felix kembali sambil menyerahkan satu buah amplop yang cukup tebal dan yang bisa ditebak bahwa isinya adalah sejumlah uang.
“Apa ini, Nak Felix? Maaf tapi tante tidak bisa menerimanya.” ucap Rianti yang pura-pura terkejut dengan pemberian Felix.
“Tante bisa anggap ini sebagai keseriusan perkataan saya. Jadi saya harap tante bisa menerimanya.” ucap Felix kembali sambil menyudahi pembicaraannya dengan Rianti. Rasanya, pembicaraannya dengan wanita paruh baya dihadapannya ini telah cukup panjang. Dan ia pun mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, serta memperbaiki mood nya hari ini.
Dan setelah mendapatkan alamat Rianti, Felix pun segera berpamitan untuk kembali lagi ke kantor. Pekerjaannya telah menanti untuk diselesaikan. Rianti pun harus kembali karena temannya telah mencarinya sejak tadi. Dan mereka pun berpisah dengan perasaan bahagia dimasing-masing pihak.
***********
Yuk-yuk coba dikomen bagaimana menurut kalian untuk bab ini? Suka gregetan gak sih ama Rianti? Hayo-hayo..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Jangan lupa like, komen, dan vote nya.
***********
-Bersambung-
__ADS_1