
Hari pun berganti. Kini adalah hari kedua yang digunakan oleh Boy dan teman-temannya untuk menjalankan rencana membawa Luna kembali ke kediaman Rianti. Boy cuma bisa berharap kalau kali ini Luna tidak selalu bersama dengan laki-laki itu agar rencananya dapat berjalan.
Boy dan teman-temannya pun memutuskan untuk mulai mengikuti Luna dari rumah yang terakhir dikunjungi oleh Luna. Boy yakin bahwa semalam wanita itu menginap di rumah yang sangat megah bagaikan istana tersebut. Karena Boy telah menunggunya disana cukup lama dan tidak nampak mobil yang membawa Luna itu keluar dari pekarangan rumah tersebut.
Pagi-pagi, Boy beserta teman-temannya pun telah kembali siap sedia di sekitar rumah yang semalam dikunjungi oleh Luna. Mereka memarkirkan mobil yang ditumpanginya beberapa rumah sebelum istana yang menyimpan gadis incarannya itu.
Namun, hingga beberapa jam menanti, tidak ada satu mobil pun yang keluar meninggalkan pekarangan rumah tersebut. Bahkan gerbang di rumah yang bak istana itu tidak terbuka sedikit pun. Apalagi mobil yang kemarin
ditumpangi oleh Luna, pastinya juga tidak nampak, meskipun hanya kacanya saja.
Dan rasanya hari ini kesialan sedang berpihak kepada Boy dan teman-temannya. Karena selain telah berjam-jam menanti dan tidak mendapatkan apa yang dicarinya, Boy dan teman-temannya pun didatangi oleh pihak
__ADS_1
keamanan perumahan mewah tersebut.
Bukan tanpa sebab dan tanpa alasan pihak keamanan itu mendatangi mobil yang dikendarai oleh Boy dan teman-temannya. Tentunya karena ada laporan dari kediaman Lino yang mencurigai mobil tersebut.
Sebenarnya, bukan tanpa alasan juga Lino memutuskan untuk menghandle semua pekerjaan dari rumah Bunda Nadia. Lino memutuskan untuk bekerja dari rumah karena memang ingin melihat situasi yang terjadi. Dia tidak
ingin semua kegiatannya diikuti oleh orang asing yang belum diketahui alasannya seperti kemarin.
Lino pun memutuskan untuk memantau mobil yang dia curigai tersebut. Hingga beberapa jam kemudian, mobil tersebut pun tidak bergerak dari posisinya. Dan orang-orang yang ada di dalam mobil tersebut pun tidak juga keluar dari tempat sempit tersebut.
Hingga akhirnya, Lino pun mengambil tindakan untuk melaporkan kecurigaannya kepada pihak keamanan di tempat tersebut. Bahkan dia pun mempertanyakan bagaimana mobil yang mencurigakan bisa memasuki kawasan yang cukup elit dan dijaga sangat ketat. Karena tentunya hal itu bisa membahayakan warga yang ada di perumahan tersebut.
__ADS_1
Pihak keamanan pun segera melakukan pengecekan pada CCTV yang memang disebar di area perumahan tersebut. Hingga mereka pun melihat satu mobil seperti yang dikatakan oleh Lino pada layar CCTV. Setelah mengamati dan mencurigai mobil tersebut, pihak keamanan pun segera mendatangi dan mempertanyakan keperluan dari Boy beserta kawan-kawannya, selaku pengendara mobil tersebut.
Boy yang tiba-tiba dihampiri pihak kemanan pun tidak bisa mengatakan apapun hingga akhirnya mereka pun diusir dari perumahan tersebut. Dan misi pada hari kedua pun dinyatakan gagal. Bukan hanya karena target yang tidak menampakan batang hidungnya, tetapi mereka juga diusir oleh pihak kemanan jika tidak mau digiring ke pos untuk diinterogasi.
Boy pun hanya bisa menghela nafas beratnya. Ternyata mengincar seorang gadis tidak semudah yang dibayangkannya. Gadis targetnya ini ternyata memiliki banyak pelindung yang siap menyembunyikannya. Dan Boy pun harus menyusun rencana tambahan agar dapat melakukan misi yang diberikan kepadanya itu.
Boy pun memutuskan untuk kembali ke kediamannya dan memikirkan rencana selanjutnya. Mungkin dia akan menunggu juga beberapa saat agar suasana lebih tenang terlebih dahulu.
******************
-Bersambung-
__ADS_1