
“Kamu bacalah. Saya tahu kamu pasti akan menolak. Oleh karena itu, saya telah mempersiapkan ini semua. Kamu hanya perlu berpura-pura menjadi kekasih saya dihadapan Bunda. Tapi pastikan kamu acting dengan benar.” ucap Lino sambil memberikan sebuah map yang telah dipersiapkannya.
Pihak Pertama: Lino Damaresh
Pihak Kedua: Luna Intan Permana
Tugas dan Hak:
Tugas Pihak Kedua:
- Menjadi kekasih pura-pura dihadapan Bunda Nadia selama batas waktu tertentu
- Tidak menutupi hubungan diantara keluarga ataupun rekan-rekan kerja dan kolega pihak pertama
- Berakting dengan baik layaknya kekasih yang saling mencintai
- Bersedia menemani pihak pertama untuk mendatangi berbagai pertemuan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun keluarga
- Tidak memberitahukan surat perjanjian ini kepada pihak ketiga (siapapun itu, termasuk keluarga dan teman dekat)
Hak Pihak Kedua:
- Mendapatkan bayaran atas apa yang telah dilakukan sebesar lima kali gaji, diluar gaji bulanan yang diterima
- Mendapatkan jaminan keamanan sebagai pendamping Lino Damaresh
- Mendapatkan berbagai fasilitas, seperti mobil, kesehatan, kecantikan, rumah, dan asisten pribadi di rumah yang telah disediakan.
__ADS_1
- Mendapatkan waktu cuti tambahan sebanyak tujuh hari atau satu minggu setiap tahunnya, selama perjanjian ini masih berlaku.
Tugas Pihak Pertama:
- Memperlakukan pihak kedua dengan sangat baik.
- Tidak melakukan sentuhan fisik yang berlebih dan melampaui batasan norma-norma yang berlaku
- Memberikan bayaran dan fasilitas sesuai yang dijanjikan
- Memastikan keamanan pihak kedua dengan baik
Hak Pihak Pertama
- Mendapatkan pengakuan dari pihak kedua dihadapan Bunda Nadia, keluarga, ataupun kolega
“Maaf, Pak. Tapi saya tidak setuju untuk mempublikasikan karena statusnya hanya berpura-pura dihadapan Bunda Nadia.” ucap Luna.
Menurut Luna, jika dia tetap harus mempublikasikan hubungannya dengan atasan dengan siapa saja, apa bedanya dengan menjalin hubungan secara nyata? Sedangkan untuk sekarang hubungan yang dimaksud oleh atasannya hanya pura-pura dihadapan Bunda Nadia saja.
“Yang harus kamu ketahui, Bunda Nadia memiliki jaringan yang luas. Beliau juga kenal dengan setaip kolega yang bekerja sama dengan perusahaan ini. Jangan tanyakan lagi dengan para karyawan di kantor ini. Oleh karena itu, kamu juga harus mengakui agar Bunda tidak menaruh curiga.” jelas Lino kepada Luna agar menyetujui pasal tersebut.
“Jika demikian, mohon maaf sekali lagi, saya tidak bisa membantu Bapak untuk urusan yang satu ini. Karena saya tidak sedang ingin terlibat hubungan dengan siapa-siapa. Jika semua orang harus tau, maka hubungan ini bukan lagi pura-pura.” ucap Luna dengan tegas kepada Lino.
Ya, buat Luna, lebih baik menolak kerja sama yang diberikan oleh atasannya meskipun compliment yang didapatkan sangat menggiurkan. Bukan Luna sok jual mahal, tetapi hal ini juga tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya. Jadi tidak ada salahnya jika Luna menolak secara tegas perjanjian ini.
Luna merasa bahwa perjanjian ini sedikit banyak akan merugikannya. Karena dengan mengakui bahwa dia adalah kekasih Lino kepada kolega, bahkan teman-teman di kantor tersebut, maka akan banyak gosip yang merugikannya. Meskipun mungkin pekerjaannya tidak akan terganggu karena ia juga jarang menginjakkan kaki di kantor, tetapi hubungan pertemanannya pastinya akan sedikit terganggu.
__ADS_1
Selain itu, seperti alasan sebelum-sebelumnya, Luna memang masih tidak ingin terlibat sebuah hubungan asmara dengan lawan jenisnya. Luna ingin bekerja mengumpulkan uang yang banyak karena salah satu hal yang
membuat orang lain bisa menghargai dirinya adalah uang yang berlimpah dan pekerjaan yang mapan.
“Lalu, apa yang kamu inginkan? Bagaimana jika Bunda mencari tahu dari para kolega dan karyawan disini? Bagaimana menurutmu?” tanya Lino memberikan kesempatan Luna untuk berargumen.
Entah kenapa, Lino tidak ingin melepaskan kesempatan ini untuk membuat Luna lebih dekat dengan dirinya. Oleh karena itu, Lino akan mencoba berbagai macam cara agar Luna tetap menjalankan perjanjian dengan dirinya.
“Mungkin, dengan status saya sebagai asisten pribadi Bapak, tidak akan ada masalah.” ucap Luna memberikan saran yang cukup masuk akal.
Memang dengan status sebagai asisten pribadi, memungkinkan Luna akan mendampingi Lino ke berbagai acara. Dan akan menjadi pemandangan wajar jika Luna berada disamping Lino. Selain itu, Bunda Nadia cukup mengetahui bahwa Luna sebagai kekasih sekaligus asisten pribadi. Jadinya kedepannya tidak akan terjadi sebuah keributan.
“Baik.” ucap Lino menyetujui perkataan Luna.
Dan mereka pun menandatangani perjanjian kerja sama tersebut.
*************
Buat yang bingung kenapa surat perjanjian berisi point-point begitu, mohon maaf ya karena memang Mith juga belum pernah membuat surat perjanjian. Jadinya, Mith hanya sekedar googling untuk bisa mendapatkan referensi. Dan menurut Mith, karena ini adalah novel, jadi yang terpenting adalah bisa dipahami bersama. Jadinya Mith membuat point-point seperti itu.
Buat yang memiliki referensi lebih tentang pembuatan surat perjanjian, bisa memberikan informasi kepada Mith juga supaya Mith bisa belajar dan menjadi lebih baik kedepannya.
Makasih.. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
*************
-Bersambung-
__ADS_1