
“Berikan Luna sebagai asisten pribadi gue, No. Please.” ucap Felix kembali dengan pandangan memohon.
Bagaikan disambar petir di pagi yang cerah. Lino hanya bisa memasang muka antara terkejut, shock, dan tidak menyangka. Dan hal yang sama pun terjadi dengan Roland dan Cleon.
“Ayolah, No.” ucap Felix kembali dengan memberikan wajah yang semakin memelas.
“Emang ada hubungan apa antara kamu dan Luna?” tanya Lino menyelidik.
Lino tidak pernah mengetahui bahwa Felix memiliki hubungan khusus terhadap Luna. Meskipun beberapa waktu lalu tampak Felix memaksa untuk mengantar Luna pulang, tetapi menurut Lino itu hanyalah sebuah perhatian kecil karena mereka dulu pernah bekerja sama di divisi yang sama.
Dan melihat sikap Luna yang biasa saja, dan bahkan cenderung menolak kala itu, membuat Lino tidak memiliki pemikiran lebih tentang hubungan keduanya.
“Mungkin aku tertarik dengan Luna sejak pertama kali bertemu.” jawab Felix dengan pandangan menerawang jauh, mengingat tentang pertemuan pertama mereka kala Luna pertama kali masuk kerja di kantor tersebut.
“Mungkin?” tanya Cleon sedikit aneh dengan perkataan yang dilontarkan Felix barusan.
__ADS_1
“Ayolah, Yon, Gue baru bertemu dan bekerja sama dengan Luna selama tiga bulan lebih sedikit dan kemudian sahabat gue yang paling tampan itu mengambilnya untuk jadi asisten pribadinya. Jadi gue juga masih belum benar-benar yakin, bukan?” jelas Felix lagi meminta pengertian dari sahabatnya.
Mendengar jawaban Felix, Cleon pun hanya bisa menggedikkan bahunya. Ia sungguh tidak paham dengan cara pikir yang dimiliki oleh sahabatnya itu. Karena menurutnya, jika dirinya saja tidak pasti, maka bisa saja akan menyakiti, baik menyikiti diri sendiri ataupun pihak lainnya.
“Deketin aja dulu sih. Gue rasa elu bisa antar jemput dia disini dan mungkin Lino akan mengijinkan.” kata Roland memberikan saran.
Sebenarnya, bukan tanpa alasan Roland mengusulkan hal tersebut kepada Felix. Sejujurnya, Roland mencium ada sebuah hubungan yang tersembunyi diantara Lino dan Luna. Namun Roland sendiri tidak mengetahui seperti apa hubungan tersebut.
Hal yang membuat Roland bisa berpikir demikian adalah karena sejak awal Lino terlihat ngotot ingin memindahkan Luna menjadi asisten pribadinya. Hal yang sebenarnya tidak pernah Lino lakukan sama sekali. Bahkan dari awal dia memegang jabatannya sekarang, Lino selalu mengatakan lebih nyaman bekerja sama dengan pria daripada wanita.
Jadi, Roland mengusulkan agar Felix mengantar jemput Luna, bukan hanya untuk mengujui perasaan Felix kepada Luna, tetapi juga menguji Lino apakah benar-benar tertarik dengan Luna dan ingin memiliki hubungan yang lebih daripada asisten pribadi dan atasannya.
“Bagaimana, No? Gue boleh kan antar dan jemput Luna? Elu cukup kasi tau ke gue jadwal aja. Gue akan siap menunggu.” tanya Felix meminta persetujuan Lino terlebih dahulu.
“Emang kenapa elu sampe ngebet banget ama asisten pribadi gue sih, Lix? Bukannya di kantor banyak cewek cantik yang pasti mau sama elu?” tanya Lino dengan sedikit penasaran.
__ADS_1
Dan Felix pun menceritakan semua hal yang telah dilakukannya terhadap Luna. Mulai dari mengantarkannya pulang, mengajaknya makan di café, dan lain sebagainya. Namun tentunya Felix tidak menceritakan tentang pemaksaan yang dilakukannya dan insiden tentang ciuman di café beberapa waktu lalu.
Felix tahu, jika teman-temannya mengetahui tentang perilakunya itu, bisa jadi kesempatannya untuk semakin mendekati Luna akan hilang. Bahkan mungkin mereka akan menutup akses Felix untuk bertemu dengan Luna meskipun ketiga sahabatnya itu tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Luna.
“Jadi, tolonglah sahabatmu ini, No. Gue ingin dekat dengan Luna.” ucap Felix kembali mengakhiri ceritanya dengan permohonan kepada sahabatnya.
************
Hayo, kira-kira Lino bakal nolongin Felix buat deket dengan Luna gak ya?
Kayaknya akan seru kan ya kalau ada perebutan antara kedua sahabat?
Bahagiaman menurut kalian?
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
__ADS_1
*************
-Bersambung-