Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 36 – Berbicara (Lino dan Luna)


__ADS_3

Hari pun berganti. Hari Senin pun hadir kembali menyambut para insan manusia dengan semangatnya.


Lino pun semalam telah kembali ke kediamannya sendiri. Bukan karena tidak ingin bersama dengan Bunda Nadia, tetapi Lino harus mempersiapkan pekerjaannya terlebih dahulu. Selain itu, pagi-pagi sekali Luna akan mempersiapkan semua kebutuhannya dan sangat tidak mungkin jika Luna harus datang ke rumah Bunda Nadia.


Hari ini juga, Lino berencana untuk berbicara dengan Luna secara pribadi. Mungkin akan sedikit membujuk ataupun membuat sebuah perjanjian. Lino tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.


Tepat pukul 07.00, Luna telah sampai di kediaman Lino. Luna pun mulai mempersiapkan semua kebutuhan Lino. Luna pun kembali memeriksa semua jadwal Lino untuk hari ini. Dan ketika semua telah selesai, Luna pun berlalu ke ruang makan untuk memastikan sarapan telah tersedia di tempatnya.


Dan tidak mebutuhkan waktu yang lama, Lino pun turun dari kamar pribadinya dan duduk di meja makan untuk menikmati sarapannya.


“Panggilkan Luna untuk makan di meja makan.” ucap Lino kepada salah satu asisten rumah tangga yang menunggunya di dekat area meja makan.


Tak berapa lama, Luna pun hadir di ruang makan untuk memenuhi panggilan dari atasannya.


“Duduk, Luna. Dan sebelumnya, setelah ini, tolong batalkan semua jadwal saya hingga makan siang nanti. Kita akan menuju kantor pusat. Ada yang harus kita bicarakan.” ucap Lino memberikan perintah kepada Luna.


Luna pun segera duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan tersebut dan mengerjakan apa yang diperintahkan langsung olehatasannya. Luna menghubungi beberapa orang untuk membatalkan janji pertemuan

__ADS_1


antara Lino dengan mereka di hari ini.


**************


Kantor Pusat PT LINO


“Duduklah dahulu, saya akan periksa beberapa berkas dan setelah itu, ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan kamu.” ucap Lino setelah menginjakkan kakinya di ruangan CEO kantor pusat PT LINO.


Luna pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh atasannya. Namun sebelumnya, ia telah meminta kepada OB agar membuatkan minuman untuk dirinya dan atasannya. Luna sangat tahu betul bahwa di meja Lino harus terdapat minuman jika bekerja di dalam kantor.


ini. Karena tadi Luna baru sempat untuk memberitahukan pembatalannya tanpa bisa mengatur ulang jadwal Lino.


Beberapa saat kemudian.


"Lun, saya ada hal penting yang sepertinya harus kamu lakukan.” ucap Lino setelah menyelesaikan berkas yang ada di hadapannya.


Memang seperti inilah pekerjaan Lino. Karena jarangnya dia menginjakkan kaki di kantornya sendiri, maka akan selalu ada tumpukan berkas yang harus diselesaikannya ketika berada di ruangannya. Namun, untuk mempercepat pekerjaannya, Roland akan selalu memberikan note-note penting pada setiap berkas yang ada di meja tersebut.

__ADS_1


“Apa yang harus saya kerjakan, Pak?” tanya Luna dengan sedikit mengerutkan dahinya. Luna masih belum memahami apalagi yang harus dilakukannya. Karena sepengetahuannya, semua pekerjaan telah dilakukannya


dengan benar.


“Jadi kekasih saya dan menghadap Bunda di rumah.” ucap Lino dengan santai karena memang dia telah memikirkan hal ini dengan sangat baik. Dan Lino pun tahu bahwa Luna pasti akan langsung menolaknya.


“Maaf, itu diluar pekerjaan saya, Pak.” ucap Luna menolak.


Tepat seperti apa yang Lino pikirkan. Luna pasti akan menolaknya. Oleh karena itu, Lino pun telah mempersiapkan surat perjanjian agar Luna tidak merasa dirugikan.


“Kamu bacalah. Saya tahu kamu pasti akan menolak. Oleh karena itu, saya telah mempersiapkan ini semua. Kamu hanya perlu berpura-pura menjadi kekasih saya dihadapan Bunda. Tapi pastikan kamu acting dengan benar.” ucap Lino sambil memberikan sebuah map yang telah dipersiapkannya.


Luna pun mengambil map tersebut dan membaca isinya. Lino benar-benar telah mempersiapkan semuanya dengan baik agar Luna tidak bisa menolaknya lagi.


*****************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2