
Semua perawatan dikerjakan dengan sangat apik di salon itu. Mulai dari totok aura, manicure, pedicure, hingga make up, dan hair do nya. Semua dikerjakan dengan lengkap, cepat, dan professional. Memang harga bisa menjadi salah satu patokan akan sebuah kualitas dari barang atau jasa yang ditawarkan.
Tepat pukul lima sore, semua telah selesai. Baik Luna ataupun Bunda Nadia telah berganti penampilan dengan sangat apik. Bahkan mereka juga telah berganti pakaian dan siap untuk menghadiri makan malam di salah satu hotel berbintang di kota ini. Makan malam elegant yang dihadiri oleh orang-orang penting.
Bertepatan dengan selesainya Bunda Nadia dan Luna, Lino pun telah menunggu di salah satu ruangan VIP yang disediakan di salon tersebut. Ya, harga yang fantastis tidak hanya menyajikan jasa yang memuaskan untuk para pelanggannya, tetapi juga fasilitas bagi mereka yang menunggu pasangan atau anggota keluarganya di dalam.
“Sudah siap semua?” tanya Lino setelah cukup lama terpana dengan penampilan baru Luna yang memang sangat jarang dilihatnya.
Bunda Nadia benar-benar telah mengubah penampilan Luna menjadi lebih berkelas dan terkesan mahal. Yah, meskipun secara sehari-hari penampilan Luna juga tidak buruk, tetapi biasanya penampilan itu lebih terkesan professional karena sedang bekerja.
“Ayo sebelum kita terlambat. Acaranya sebentar lagi akan dimulai.” ucap Bunda Nadia sambil menggandeng tangan Luna dan Lino.
Bunda Nadia, Luna, dan Lino pun memasuki mobil milik Lino untuk menuju ke hotel tersebut. Karena tidak ingin terlalu lelah, maka kali ini Lino mengajak supir kepercayaannya. Biasanya, jika pergi dengan Luna atau dengan Bunda Nadia saja, maka Lino akan memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri.
*********
Hotel X – Makan Malam
“Selamat malam, Nyonya Nadia dan Tuan Lino.” ucap salah satu security yang ada di hotel tersebut sembari menundukkan badannya ketika Bunda Nadia, Luna, dan Lino melewatinya.
__ADS_1
Bunda Nadia dan Lino yang mendapati sapaan itu pun hanya memberikan senyumnya dan menganggukan kepalanya. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju salah satu ballroom yang cukup besar di hotel tersebut,
tempat pertemuan diadakan.
Setelah mengisi regristrasi sebagai salah satu persyaratan untuk bisa memasuki ruangan acara, ketiga orang ini pun masuk tanpa ragu. Dengan tangan yang ada dalam genggaman Lino, Luna merasakan jantungnya
berdebar lebih kencang. Bagaimana tidak, meskipun dia sering bertemu dengan rekan bisnis Lino, tetapi semua pertemuan itu hanyalah pertemuan bisnis. Bukan pertemuan santai seperti saat ini.
“Tenangnya. Tanganmu sangat dingin. Percayalah padaku dan Bunda.” ucap Lino yang mengetahui tentang kegugupan Luna.
Luna pun pasrah hanya menganggukan kepalanya. Dan setelah menarik nafas dalam-dalam, Luna pun menjadi lebih tenang untuk mengikuti kemana arah Bunda Nadia akan mengajaknya.
Bunda Nadia selalu memperkenalkan Luna sebagai calon menantunya. Dan hal ini sangat membuat Luna tidak nyaman. Luna tidak ingin angan-angan Bunda Nadia terlalu tinggi dan akan sakit jika Luna ternyata tidak
dapat mewujudkannya.
Dan tekanan untuk Luna pun semakin bertambah ketika banyak kolega yang sangat mengagumi Luna, meskipun tetap ada beberapa yang mencibir dan merasa anaknyalah yang pantas untuk mendampingi seorang Adelino
Damaresh.
__ADS_1
Luna pun akhirnya memilih untuk tetap diam dan tidak menanggapi apapun pandangan orang tentang dirinya. Biarlah orang lain menilai pantas atau tidak pantas, dia tidak peduli. Lagipula, semua ini hanya sandiwara
yang entah akan berakhir. Jadi, tidak perlu memusingkan apapun pandangan orang.
Makan malam pun selesai. Kini, Bunda Nadia, Luna, dan Lino pun bersiap untuk kembali. Namun, karena hari sudah terlalu larut, Bunda Nadia pun meminta Luna dan Lino untuk menginap di kediamannya saja supaya
tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berputar-putar di jalan. Dan karena permintaan ini langsung dari Bunda Nadia, Luna pun tidak bisa menolaknya walaupun dengan berat hati.
*************
Bagaimana menurut kalian? Punya calon mertua kayak Bunda Nadia? Menyenangkan banget gak sih? Hehehe
Kalau kalian disuru bermimpi (sedikit) nantinya pengen punya mertua seperti apa nih? Yang terlanjut punya mertua dan tidak sesuai ekspektasi, tetap semangat kalian.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Jangan lupa like, komen, dan vote nya.
***********
-Bersambung-
__ADS_1