
Oke, saatnya kita kembali ke masa sekarang. Masa lalu Retha sudah di deskripsikan dengan singkat. Jadi saatnya kita melihat ada kejadian apa yang terjadi setelah Retha dan keluarganya keluar dari rumah Bunda Nadia.
Retha yang berjalan dengan pandangan kosong meninggalkan Lino pun akhirnya bisa mencapai mobil sang papa. Dan ia pun tidak ingin berlama-lama berada di tempat itu sehingga memutuskan untuk segera
memasuki kendaraan yang akan membawanya pulang itu.
Saat ini, Retha hanya tidak tahu bagaimana Lino bisa mengetahui masa launya. Mungkin dengan kekuasaan, semua itu bisa didapatkan. Namun, bagaimana Lino bisa mencurigai masa lalunya? Karena bahkan ia tidak
pernah memperlihatkan sesuatu yang mencurigakan.
Retha ingat betul, setiap kali bertemu dengan Lino, meskipun baru saja menemui om yang menyimpannya, ia akan selalu memperlihatkan penampilan yang tanpa cacat cela. Bahkan aroma dari laku-laki lain yang
menempel di tubuhnya pun akan selalu dia hilamgkan dengan berbagai macam cara.
Hasil maha karya dari om yang menemunya pun akan selalu dihilangkannya tanpa bekas dengan berbagai kosmetik yang dimilikinya. Bibirnya yang mungkin akan membengkak pun akan selalu ia samarkan.
Bisa dipastikan, ketika bertemu dengan Lino, Retha tidak akan memiliki bekas apapun dari kejadian yang telah dilakukannya sebelum itu. Jadi darimana Lino bisa tahu tentang masa lalunya?
“Kamu membuat malu papa, Retha. Papa tidak pernah menyangka punya anak sepertimu.” ucap Yoris memecah lamunan Retha dengan berbagai caci makian yang keluar dari mulutnya. Emosinya sungguh sudah tidak
__ADS_1
bisa ditahan lagi. Rasanya ia pun hampir tidak memiliki muka lagi untuk bertemu dengan para koleganya.
Sementara Cerelia hanya bisa menangis di dalam mobil itu. Ia juga tidak menyangka bahwa anaknya berbuat sejauh itu. Dan tentunya apa yang diperbuat oleh Retha, akan selalu menyeret namanya dan nama suaminya.
“Ingat, Retha! Kamu itu anak dari keluarga terhormat. Tapi kelakuanmu tidak ada bedanya dengan yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki akhlak diluaran sana.” kata Yoris kembali menekankan setiap katanya dengan emosi yang masih memuncak.
Retha yang mendengar umpatan dan cacian dari papanya itu pun hanya bisa terdiam. Air matanya sudah tidak dapat keluar lagi. Ia memang tidak pernah menyesalkan amarah ayahnya. Ia hanya menyesal kenapa Lino
harus mengetahuinya.
Sesampainya di salah satu kawasan perumahan elit, mobil Yoris pun dihadang oleh banyak sekali wartawan yang ternyata masih menunggu untuk mendapatkan konfirmasi. Namun Yoris meminta para pengawalnya untuk menghalau para pencari berita tersebut dan melajukan mobilnya.
Retha pun semakin shock dibuatnya. Terlebih dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepadanya tentang hubungannya dengan salah satu pria paruh baya yang memang sempat viral hari ini.
“Bagaimana sebenarnya hubungan Anda dengan Tuan X, Nona?” tanya wartawan pertama.
“Apakah benar video yang menampilkan Anda dengan Tuan X?” tanya wartawan kedua.
“Apakah hubungan Anda untuk menaikkan karir Anda, Nona?” tanya wartawan ketiga.
__ADS_1
Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang dilontarkan untuk mendapatkan konfirmasi dari Retha saat itu tentang berita yang viral tentang hubungan gelapnya dengan salah satu pria paruh baya yang cukup terkenal.
Retha yang tidak bisa menahan kegugupannya pun akhirnya memilih untuk berlari memasuki rumahnya. Air matanya sudah tidak dapat disembunyikan lagi. Dan rasanya, ia pun sudah tidak memiliki muka lagi untuk
menghadapi dunia.
Namun, satu hal yang masih sempat terpikirkan oleh Retha. Ia harus mencari cara agar Lino tetap menikah dengannya. Karena dengan menikah dengan Lino, ia tidak akan terpuruk lagi. Siapa yang berani mencemooh
dan menghina istri dari Adelino Damaresh? Tidak akan ada yang berani tentunya.
***********
Ingat, penyesalan itu selalu datang terlambat. Karena kalau datang di awal itu namanya undangan.
Jadi jangan sampai menyesal dengan setiap keputusan yang kita ambil, baik sebagai orang tua ataupun sebagai anak.
***********
-Bersambung-
__ADS_1