Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 103 – Jawaban (Lino – Luna)


__ADS_3

“Bunda hanya minta untuk kalian segera menikah.” ucap Bunda Nadia dengan pasti sambil menyatukan tangan Lino dan Luna yang semula digenggamnya dengan tangan yang berbeda.


“Bunda rasa, kalian bukan lagi anak dibawah umur yang masih dilarang menikah. Kalian telah memiliki umur yang cukup, pekerjaan yang baik, dan tentunya kehidupan finansial yang tidak bisa disepelekan. Jadi tentunya itu semua bisa menjadi dasar fondasi yang kuat untuk rumah tangga kalian, selain perasaan cinta tentunya.” ucap Bunda Nadia kembali ketika melihat tidak ada respon dari kedua orang yang berada di sebelahnya.


“Bun, sejujurnya, kami belum memikirkan hal itu. Bunda tahu kan kerjaan sedang menumpuk. Kami gak sempat lagi memikirkan hal lainnya.” ucap Lino memberikan alasan yang cukup masuk akal kepada Bunda Nadia agar tidak kembali membahas soal pernikahan yang menurutnya membutuhkan waktu cukup lama, terlebih untuk meyakinkan seorang Luna yang baru saja mengalami kejadian buruk.


“Bunda bisa mempersiapkan semuanya. Kalian cuma perlu mempersiapkan diri kalian aja. Kalau urusan itu, kalian bisa serahin ke Bunda. Selera Bunda juga masih masuklah ke anak seumuran kalian.” ucap Bunda Nadia memancing.


 


Sejujurnya, Bunda Nadia memang telah mulai mempersiapkan pernikahan untuk Lino dan Luna. Bukan bermaksud untuk mendahului, tetapi Bunda Nadia tahu bahwa Lino akan sangat memperhatikan kepentingan Luna. Dan Luna sendiri, pasti tidak akan berpikir jauh ke arah pernikahan. Oleh karena itu, Bunda Nadia pun mengambil inisiatif untuk mulai mempersiapkan pernikahan yang sangat mewah untuk anaknya.


“Lino rasa Bunda tidak perlu repot-repot. Karena Luna pasti punya impian tentang pernikahannya sendiri. Namun, kami tidak bisa mempersiapkan itu saat ini, Bunda. Tolong Bunda mengerti ya.” ucap Lino kembali memberikan alasan. Bagaimanapun, wanita pasti ingin pernikahannya yang terjadi sekali seumur hidup itu sesuai dengan keinginannya. Dan Lino tahu betul bahwa seorang wanita memiliki impian itu sejak dari kecil.

__ADS_1


“Kalau begitu, kita bisa langsung tanya kepada Luna karena kebetulan dia juga ada disini. Jadi kita bisa tahu pernikahan seperti apa yang diinginkannya.” ucap Bunda Nadia kembali seakan tidak ingin kalah dari Lino dan berusaha untuk mematahkan semua jawaban Lino yang diberikan kepadanya.


“Jadi pernikahan seperti apa yang kamu inginkan, sayang? Kamu bisa katakan semua kepada Bunda dan Bunda akan mengaturkannya semua untukmu. Kamu tidak perlu khawatir. Lino akan membayar semua konsep yang


kamu inginkan.” ucap Bunda Nadia melanjutkan perkataannya dan kali ini, pertanyaan ditujukan kepada Luna yang memang sejak tadi berdiam diri memperhatikan percakapan antara ibu dan anak yang dihadapannya.


Luna yang mendapatkan pertanyaan pun hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Kalau ditanya pesta pernikahan impian, tentunya Luna memilikinya. Namun, Luna kan tidak akan menikah dengan


“Bagaimana, sayang?” tanya Bunda Nadia kembali kepada Luna karena tidak kunjung mendapatkan jawaban setelah beberapa saat. Karena jika wanita lain yang ditanya, pasti mereka akan menceritakan dengan


sangat terperinci tentang pesta yang mereka inginkan.


“Sejujurnya, Luna belum memikirkannya, Bun. Belakangan ini Luna snagat lelah dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan itu semua.” jawab Luna terbata mencoba untuk memberikan jawaban diplomatis yang tidak akan memberatkan posisinya dan atasannya.

__ADS_1


“Kamu bisa katakan garis besarnya saja, sayang. Tidak perlu terperinci. Nanti Bunda dan wedding organizer yang akan menjabarkannya.” kata Bunda Nadia kembali tanpa nada mendesak ataupun menuntut lebih lanjut, tetapi tetap dengan permintaannya yang sangat sulit untuk dibantah.


“Bagaimana kalau Luna akan berdiskusi dahulu dengan Lino, Bun? Nanti Luna akan memberitahukan kepada Bunda setelahnya. Lagipula, Lino juga belum melamar Luna, Bunda.” ucap Luna memutuskan. Ia tidak ingin


mereka terlibat lebih jauh dengan permintaan Bunda yang cukup tidak masuk akal tersebut. Dan satu-satunya pilihan saat ini adalah mengulur waktu hingga saat yang tidak dapat ditentukan. Dengan demikian, dia bisa berdiskusi dengan Lino lebih lanjut tentang permintaan Bunda Nadia.


“Baiklah jika demikian. Bunda akan memberikan kalian waktu hingga bulan depan. Dan kamu, Lino, segera lamar anak gadis dihadapan Bunda ini. Bunda sudah tidak sabar memiliki menantu sempurna seperti Luna.” ucap Bunda Nadia memberikan ultimatum kepada anak semata wayangnya.


Lino pun hanya bisa menganggukan kepalanya tanda menyetujui perkataan Bunda Nadia. Dan setelah mendapatkan kesepakatan, Bunda Nadia pun berlalu dari ruangan tersebut untuk kembali kekediamannya. Untuk saat ini, Lino dan Luna pun bisa bernafas dengan lega, serta memikirkan rencana mereka selanjutnya.


**************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2