Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 97 – Penyelamatan Luna (3)


__ADS_3

Semua rencana telah di rencanakan dengan sangat matang. Rencana lain pun telah dipersiapkan apabila rencana pertama gagal dijalankan. Bukti-bukti pun telah diserahkan ke pihak yang berwenang. Kini semua tinggal menunggu hari dimana Felix akan melakukan rencana selanjutnya. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah untuk menangkap semua yang terlibat.


Hari pun silih berganti. Kini tiba saatnya acara yang sudah dipersiapkan oleh Felix. Dan disinilah Lino meminta orangnya untuk menyusup dan menyamar sebagai salah satu keamanan disana. Dengan demikian, mereka akan dengan mudah untuk masuk dan mengetahui situasi yang terjadi.


Dan ketika kini giliran Luna untuk membacakan janji suci pernikahannya, tiba-tiba..


“TUNGGU!!!” teriak seseorang dari balik pintu Catedral.


Semua yang berada di dalam Catedral pun seketika langsung terdiam dan menatap pintu. Menantikan siapa yang berani menganggu pengucapan janji suci pernikahan di acara ini. Dan beberapa orang yang memang


dipersiapkan Felix untuk mengamankan jalannya acara pun segera bertindak dengan berlari menuju pintu masuk Catedral.

__ADS_1


KREKKKKK.. Pintu pun terbuka dari luar menuju dalam Catedral. Dan dari pintu, tampaklah Lino, Roland, dan Cleon telah berdiri dengan beberapa pengawal dan pihak yang berwenang disana.


“Apakah pernikahan dengan paksaan bisa dianggap sah dihadapan Tuhan dan para jemaat? Bahkan tidak ada jemaat atau saksi dari pihak laki-laki yang menghadiri pernikahan ini.” ucap Lino sambil melangkahkan kakinya memasuki Catedral.


Para orang-orang yang diminta Felix untuk mengamankan acara ini pun tidak bisa berbuat apa-apa karena terdapat banyak sekali pihak berwenang disana. Tanpa berbuat sesuatu untuk mencegah Lino masuk pun, mereka akan berurusan dengan hukum. Oleh karena itu, mereka pun hanya berdiri tanpa memberikan perlawanan yang berarti.


“Siapa Anda? Bahkan saya ayahnya pun telah memberikan restu kepada mempelai laki-laki untuk mempersunting anak gadis saya!” ucap Surya dengan lantang dan mencoba menghalau langkah kaki Lino agar tidak mengganggu acara pemberkatan pernikahan ini.


“Silahkan dilanjutkan, Pak Pendeta. Mereka orang-orang tidak penting.” ucap Rianti yang mencoba menghasut pendeta yang memberkati pernikahan Luna dan Felix agar terus melanjutkan acara ini.


“Cukup, No! Gue disini telah mendapatkan persetujuan dari calon mempelai wanita gue dan keluarganya. Elu tidak bisa menghalangi pernikahan gue karena ini sah dan didasari oleh keikhlasan dari semua pihak.” ucap Felix yang mulai geram dengan semua perkataan Lino.

__ADS_1


Lino yang mendengar perkataan sahabatnya hanya tersenyum. Ia pun terus maju dan melemparkan lembaran-lembaran foto kehadapan Rianti, Surya, dan juga Felix. Ia memberikan semua bukti-bukti tentang kejahatan yang dilakukan oleh ketiga orang tersebut kepada para tersangka yang ada dihadapannya.


“Menculik, menyekap, dan memaksa. Bahkan memberikan obat tidur dalam dosis ilegal karena tanpa resep dokter. Kalian pikir itu sebuah keikhlasan? Oh ya, elu juga telah melakukan pengancaman terhadap calon mempelai wanita elu. Benar begitu, Bapak Felix yang terhormat?” ucap Lino kembali dengan senyum yang masih terukir indah di wajahnya.


Dan ketiga orang itu pun hanya bisa terdiam. Mereka tidak mengetahui bahwa semua yang mereka lakukan telah terbongkar dengan sangat mudah. Bahkan mereka juga tidak menyangka bahwa hari yang telah dinantikan ini


menjadi sebuah malapetaka tersendiri.


“Selamat siang! Anda berempat silahkan ikut kami dan menjelaskan semuanya di kantor.” ucap kepala pihak berwenang yang diundang oleh Lino untuk membereskan perkara ini.


Felix, Rianti, Surya, dan Jordan pun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan dari pihak yang berwenang itu. Mereka tidak bisa melakukan banyak perlawanan karena memang mereka telah kalah kekuatan. Namun umpatan demi umpatan yang dikeluarkan oleh Rianti pun masih terus terdengar di telinga Luna yang saat ini hanya bisa mematung melihat kejadian dihadapannya.

__ADS_1


**************


-Bersambung-


__ADS_2