
“Saya serahkan semua padamu, Boy. Waktu saya sudah tidak banyak lagi. Paling lambat, minggu depan, anak itu sudah harus berada di rumah ini.” ucap Rianti kembali sambil memutuskan sambungan telpon dengan Boy.
Setelah sambungan telpon diputuskan oleh Rianti, Boy pun mulai menghubungi beberapa temannya. Dia pun mulai membuat rencana untuk membawa Luna kembali ke rumah Rianti. Bukan untuk mendamaikan Luna dengan sang
ibu, tetapi lebih untuk mendapatkan uang yang telah dijanjikan oleh Rianti kepadanya ketika berhasil membawa gadis itu kembali.
Dan Boy pun bukan orang yang terlalu peduli dengan kesusahan orang lain. Baginya, selama itu menguntungkan untuknya dan menghasilkan sejumlah uang, maka ia akan mengerjakannya. Meskipun harus berbuat sedikit jahat kepada orang lain.
“Mulai besok kita akan ikutin seorang gadis. Malam harinya, kita culik dia. Kalian cukup siapkan peralatan yang biasa kita bawa.” ucap Boy kepada salah satu temannya ketika melakukan panggilan conference dengan beberapa teman tersebut.
__ADS_1
Ya, Boy dan kawan-kawannya memang sudah terbiasa untuk melakukan hal seperti ini. Oleh karena itu, mereka akan sangatlah hafal apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan misi ini. Apalagi hanya menculik seorang gadis yang terbilang cukup lemah.
Namun, meskipun sering melakukan misi penculikan, Boy dan kawan-kawannya tidak pernah melakukan lebih dari itu, misalkan menghilangkan nyawa seseorang. Menurut mereka, menculik dan menukarnya dengan sejumlah uang adalah sebuah simbiosis mutualisme. Karena mereka juga bukan melakukan penculikan pada sembarangan orang. Mereka akan melakukan jika memang ada yang membutuhkan jasa ini.
Dan untuk masalah dengan hukum, tentunya Boy memiliki kenalan yang bisa membawanya terbebas dari semua masalah tersebut. Jadi sudah bisa dipastikan dirinya dan teman-temannya akan aman melakukan misi-misi ini tanpa tersentuh dengan hukum.
Boy pun memberikan informasi lengkap tentang Luna kepada teman-teman yang akan mengikutinya dalam misi tersebut. Boy pun membagi tugas. Mulai dari yang menyetir mobil yang akan digunakan, memata-matai, hingga
Semua rencana telah direncanakan dengan sangat matang. Semua peralatan yang dibutuhkan, mulai dari paku yang akan ditancapkan ke ban mobil Luna hingga obat tidur dan tali untuk mengikat Luna pun telah disiapkan semua. Kini, mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk menjalankan semua rencananya.
__ADS_1
“Ingat, besok berkumpul di tempat biasa pukul 06.00. Jangan sampai ada yang terlambat karena gadis itu sangatlah ontime. Kita sudah harus berada di sekitar rumahnya tepat waktu. Terlambat sedikit maka kita akan kehilangan jejaknya hari itu. Dan waktu kita tidaklah banyak.” ucap Boy kembali memperingatkan teman-temannya.
Kalian pasti akan mengutuki perbuatan Boy yang satu ini. Namun inilah realita kehidupan. Tidak semua orang adalah orang baik. Bahkan orang yang terlihat baik pun belum tentu orang baik. Tetapi orang yang terlihat jahat, juga belum tentu orang jahat. Oleh karena itu, kita tidak bisa percaya dengan sembarang orang dengan mudahnya.
Dan realita yang lain adalah tidak semua orang beruntung untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak. Banyak orang merindukan untuk bekerja dengan baik dan mendapatkan penghasilan yang baik pula. Namun, sebagian orang tidak memiliki keberuntungan itu. Meskipun memang ada sebagian orang yang memilih untuk mencari jalan pintas yang lebih mudah, seperti halnya Boy dan kawan-kawannya.
Namun, untuk orang-orang seperti itu pun, nyatanya tenaga dan jasa yang ditawarkan pun cukup menarik bagi sebagian orang. Jadi, apakah sebenarnya mereka salah dengan menawarkan jasa seperti itu? Karena tentunya jika tidak ada permintaan, mereka akan melakukan hal lainnya untuk menghasilkan uang.
Okeh, kita lanjut ke cerita karena ternyata Mith sudah terlalu melantur kemana-mana. Hehehe..
__ADS_1
************
-Bersambung-