Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 155 – Beraksi


__ADS_3

Sementara Lino terus mengawasi gerak-gerik keluarga dari Luna, ada seseorang yang mulai bergerak untuk menjalan rencananya. Ya, dia adalah Retha. Dan orang dibalik pembebasan kedua orang tua Luna jugalah Retha.


Tidak perlu ditanyakan lagi apa motif dari Retha membebaskan kedua orang tua Luna, bukan? Meskipun harus membayar dengan sangat mahal untuk pembebasan tersebut, tetapi Retha akan tetap melakukan berbagai


macam cara agar rencananya berhasil.


Jika tidak bisa dengan cara mendekati Lino untuk mendapatkan laki-laki itu, maka Retha akan menjauhkan Luna dari Lino. Ya, Retha ingin membuang Luna ke antah berantah sehingga Lino tidak dapat menemukannya.


Dengan tidak adanya Luna disisi Lino maka secara perlahan, laki-laki itu akan menerimanya. Bahkan akan semakin baik jika Lino membenci Luna karena merasa gadis itu meninggalkannya begitu saja.


Retha memang tidak berencana untuk membunuh Luna. Karena menurutnya, cara terbaik untuk membalaskan dendam adalah membuatnya mati secara perlahan dalam perasaan sakit hati. Oleh karena itu, Retha hanya


berencana untuk menyekap Luna di sebuah tempat terpencil dan memberitakan hari kebahagiaanya secara besar-besaran. Dengan demikian, Luna akan merasa sangat tersakiti dan memilih untuk meninggalkan dunia ini sendiri.


Dan tentunya, fungsi dari kedua orang tua Luna adalah untuk memastikan Luna tetap hidup ketika mendengar bertita-berita yang akan membuatnya sakit itu. Selain itu, Retha mungkin juga akan menjual Luna untuk mendapatkan tambahan pundi-pundi guna menggantikan banyak dana yang dikeluarkan untuk ‘memelihara’ keluarga tersebut.

__ADS_1


Sangat menarik dan terencana bukan rencana dari Retha? Namun apakah rencana itu semua akan berhasil? Atau malah akan menjadi senjata makan tuan?


**********


Beberapa hari setelah pembebasan kedua orang tua Luna, kehebohan pun terjadi di sebuah restaurant beberapa saat sebelum jam makan siang berlangsung. Kehebohan yang tentunya telah terencana.


Hari itu, kedua orang tua Luna sengaja mengikuti anak gadisnya kemana pun ia pergi. Dan kebetulan, siang ini Luna pergi ke salah satu restaurant yang memang sangat ingin ia kunjungi tanpa Lino. Hal itu dikarenakan Lino sedang dikunjungi oleh salah satu teman lamanya.


Sebenarnya, salah satu tujuan Luna datang ke restaurant ini adalah juga untuk menyediakan hidangan makan siang bagi tamu-tamu atasannya itu. Selain itu, tentunya ia juga ingin mengisi perutnya dengan salah satu hidangan dari restaurant tersebut yang sedang viral.


“I..I..Ibu? Ayah?” ucap Luna semakin terkejut setelah mendapati orang yang menepuk pundaknya.


“Halo, sayang.” jawab Rianti dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Menambah ketakutan bagi seorang Luna Intan Permana.


Luna sangat tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya telah bebas. Karena seingatnya, hukuman untuk kedua orang tuanya seharusnya cukup lama. Namun sekarang, rasanya mereka baru beberapa bulan saja mendekam di penjara. Lalu, bagaimana mereka bisa bebas?

__ADS_1


Berbagai pertanyaan berputar di kepala Luna. Dan tujuan Luna hanya satu, yaitu Lino. Karena menurutnya, yang bisa membebaskan keluarganya hanyalah seorang Lino Damaresh. Lagipula, hampir tidak ada yang


mengetahui tentang permasalahan ini, kecuali Lino, dirinya, Bunda Nadia, dan ketiga sahabat Lino.


“Kamu tidak merindukan kami, Nak?” tanya Surya membuyarkan lamunan sang anak yang masih tidak dapat menutupi wajah keterkejutannya.


“Permisi, saya harus kembali.” ucap Luna akhirnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Ia sudah tidak sabar untuk bertanya banyak hal kepada Lino, tentu saja tentang kebebasan kedua orang tuanya.


Luna pun berjalan meninggalkan tempat tersebut tanpa mempedulikan lagi pesanannya. Rasanya semua lapar dan keinginannya untuk menikmati hidangan yang tengah viral itu sirna. Bahkan sekarang rasa-rasanya


perutnya sudah sangat kenyang dan tidak membutuhkan asupan apapun.


**********


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2