Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 135 – Bereaksi (1)


__ADS_3

Dan rasanya penanti Lino hanya tinggal sebentar lagi. Karena saat ini, Luna telah menghabiskan minuman yang tadi diterimanya dari Enriko. Meskipun awalnya hanya berbasa basi dan tidak ingin merusak suasana, tetapi ternyata minuman dari Enriko itu memiliki bau yang cukup mengundang dan rasa yang sangat nikmat. Oleh karena itu, tanpa sadar, Luna pun menghabiskannya.


Enriko yang mengetahui hal tersebut pun langsung memberikan kodenya kepada orang kepercayaan yang ada di ruangan tersebut untuk menggiring Luna ke tempat yang sepi. Dengan demikian, ketika ramuan itu bereaksi maka mereka bisa langsung membawa Luna tanpa membuat kehebohan di dalam acara tersebut.


Rencana yang telah sangat matang, bukan? Dan pastinya jika dilihat akan minim kegagalan. Namun, apakah dewi fortuna tetap akan berpihak kepada Enriko hingga akhirnya? Atau malah menjebak laki-laki itu dan menghancurkannya?


********


Setelah meminum minuman yang ada di tangannya, entah kenapa rasanya ada yang aneh dari tubuh Luna. Kepalanya seakan berdenyut dan tubuhnya seakan menjadi panas. Bahkan efek dari panas yang dirasakan tubuhnya pun terasa hingga ke wajah. Dan wajah putih Luna pun menjadi memerah.


Namun Luna mencoba berusaha untuk menahan agar dirinya tidak limbung dan jatuh di tempat itu. Ia tidak ingin membuat kehebohan karena dirinya yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Akhirnya, Luna pun memutuskan untuk menuju kamar mandi. Setidaknya disana dia akan menghubungi Siska untuk menjemputnya. Dan dia pun bisa sedikit mencuci mukanya untuk meredakan rasa panas yang merajalela di


tubuhnya itu.


Luna pun berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan denyutan di kepalanya yang semakin lama semakin hebat. Bahkan setelah beberapa saat berjalan, rasanya kakinya begitu lemas dan rasa kantuk mulai menyerangnya.


Hingga Luna pun tiba-tiba jatuh karena sudah tidak kuat menahan tubuhnya dan kesadarannya pun sudah menipis karena menahan rasa sakit yang mendera kepalanya, serta panas yang seakan membakar tubuhnya. Untungnya ada seseorang yang melihat kejadian itu dan mengikuti Luna hingga akhirnya melihat gadis itu pun terjatuh tak sadarkan diri di tempat.


Luna pun segera diangkat oleh orang kepercayaan Enriko itu menggunakan lift barang yang ada di belakang restaurant. Memang terkesan kejam karena menggunakan lift barang. Tetapi percayalah bahwa lift barang itu juga bisa membawa kamu ke tempat-tempat yang tidak diduga. Terlebih lift barang dan lift karyawan di hotel-hotel.


Tidak membutuhkan waktu lama, kini orang kepercayaan Enriko pun telah sampai ke kamar yang akan ditempati tuannya bersama gadis yang saat ini dibawanya itu.

__ADS_1


Luna pun diletakkan diatas tempat tidur yang cukup besar. Dengan selimut hingga menutupi lehernya dan AC yang dibuat sedingin mungkin. Karena ia tahu bahwa ketika reaksi ramuan yang diminum itu semakin bereaksi, maka kamar tersebut akan menjadi sangat panas dengan berbagai pergulatan. Sehingga kondisi kamar yang dingin pun akan membantu orang di dalamnya menjadi lebih nyaman dalam melakukan pertarungan panas tersebut.


“Semua telah ditempatnya. Tuan bisa datang kemari kurang lebih lima belas menit lagi agar ramuan tersebut lebih bereaksi. Dan tuan akan mendapatkan apa yang diinginkan.” pesan orang kepercayaan Enriko tersebut dan dikirimkan ke smartphone laki-laki yang masih asik bercengkrama di restaurant itu.


Dan senyum pun mengembang di wajah laki-laki itu. Ia sudah tidak sabar menantikan hari ini. Hari dimana gadis yang benar-benar dipujanya itu akan menjadi miliknya. Miliknya sendiri. Karena mungkin setelah ini, gadis itu yang akan membatalkan pertuanngannya sendiri dan memilih untuk menikah dengan dirinya.


Jadi apakah ini yang dinamakan cinta? Karena sejatinya, cinta itu tidak akan merusak, bukan? Lalu bagaimana dengan Enriko? Apakah seperti ini yang dikatakan cinta dan pemujaan?


************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2