Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 85 – Kecurigaan Lino


__ADS_3

Sejak menghilangnya Luna beberapa waktu lalu, Felix juga seakan menghilang. Sudah banyak sekali pesan yang dikirimkan, baik oleh Lino maupun oleh kedua sahabatnya yang lain. Mereka juga sudah berusaha untuk


menghubungi Felix melalui sambungan telpon. Namun rasanya semua itu sia-sia saja. Tidak ada pesan yang dibalas oleh Felix. Demikian juga dengan telpon, tidak ada satu pun yang diterima oleh sahabat mereka itu. Bingung? Pasti!


Oleh karena itu, Lino pun mengusulkan untuk mengunjungi Felix di kediamannya. Mereka juga memiliki ketakutan jika Felix sedang mengalami musibah ataupun berada dalam suatu kesulitan tetapi tidak menceritakannya. Meskipun Lino sempat dibuat marah oleh Felix, tetapi mau bagaimanapun, laki-laki itu tetaplah sahabatnya. Jadi dia juga merasa bertanggung jawab dan harus menolong jika sahabatnya berada dalam kesulitan.


Namun, pemandangan yang sangat mengejutkan ketika Lino, Roland, dan Cleon tiba di pekarangan rumah Felix. Karena mobil yang mereka kenali milik sahabatnya telah siap untuk digunakan. Dan begitu mereka


memasuki kediaman sahabatnya itu, ternyata mereka disambut dengan hal yang lebih mengejutkan. Ya! Pemandangan itu adalah pemandangan sebuah koper besar yang telah siap dibawa, menandakan sang pemilik koper akan meninggalkan kediaman ini untuk selamanya atau setidaknya dalam waktu yang cukup lama.


Lino yang melihat Felix akan segera pergi meninggalkan rumah itu pun segera melontarkan pertanyaan yang telah sejak tadi disimpannya.

__ADS_1


“Kemana aja lu? Gue dan yang lainnya udah berusaha ngehubungin elu beberapa hari ini tapi gak ada respon. Dan sekarang elu mau pergi dengan bawa koper?” tanya Lino setelah selesai dari keterkejutannya dan meilihat Felix sudah tidak sabar ingin melangkahkan kakinya meninggalkan ketiga sahabatnya itu.


Sejujurnya, Felix juga sama terkejutnya dengan ketiga sahabatnya itu. Felix tidak menyangka bahwa ketiga sahabatnya itu akan bersusah payah untuk mendatangi tempat tinggalnya hanya karena pesan dan sambungan telpon yang didiamkannya.


“Kenapa?” tanya Felix dengan santai sambil terus berjalan dan meninggalkan ketiga sahabatnya yang telah datang menemuinya itu.


“Luna hilang.” ucap Lino kembali berharap bisa menghentikan langkah Felix. Lino tahu bahwa selama ini Felix sangat tergila-gila dengan asisten pribadinya itu. Jadi dia berharap bahwa Felix bisa membantu mereka untuk mencari keberadaan gadis tersebut.


Dan benar dugaan Lino. Felix pun menghentikan langkah kakinya. Namun ternyata itu hanya sesaat karena tidak berapa lama, Felix pun kembali melangkahkan kakinya.


“Bukan elu kan?” teriak Lino dengan nada kecurigaan yang tidak dapat disembunyikan lagi. Sebenarnya bukan maksud Lino untuk mencurigai sahabatnya. Bahkan sebelum mendengar jawaban Felix, tidak pernah terbersit sedikit pun kecurigaan kepada sahabatnya itu. Namun mendapati jawaban Felix yang seakan tenang dan terkesan tidak peduli, membuat kecurigaan Lino pun mulai muncul. Karena sepengetahuannya, jika memang Felix sangat mencintai Luna, maka ia setidaknya tidak akan bisa setenang itu.

__ADS_1


Felix pun yang sedikit terkejut mendengar pertanyaan Lino, menghentikan langkahnya. Namun, ia pun tidak ingin membahas atau memberikan jawaban kepada sahabatnya itu. Oleh karena itu, Felix pun kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan ketiga sahabatnya itu tanpa ada jawaban apapun dari mulutnya.


Lino yang tidak bisa tinggal diam pun segera menghubungi Rizal untuk terus mengikuti Felix dan memata-matai seluruh kegiatan Felix beberapa hari ini. Lino juga ingin mengetahui, kemana Felix akan pergi karena membawa koper yang sangat besar. Menurut Lino, tidak biasanya sahabatnya itu bepergian dalam waktu yang sangat lama.


Dan dari keanehan-keanehan itulah, Lino menyimpulkan bahwa sebenarnya Felix sudah mengetahui dimana Luna berada. Namun, Lino masih menampik kecurigaan jika Felixlah yang menculik Luna dan menyembunyikannya.


Karena Lino masih meyakini bahwa sahabatnya itu tidak akan bertindak diluar batasannya.


Dan setelah kepergian Felix yang tidak dapat dicegah lagi, Lino pun mengajak kedua sahabatnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Sudah tidak ada yang bisa mereka perbuat di tempat itu. Setidaknya, mereka


sudah mengetahui bahwa Felix dalam keadaan baik-baik saja, walaupun mereka tidak tahu kemana sahabatnya itu akan pergi.

__ADS_1


****************


-Bersambung-


__ADS_2