
"Pernah aku berfikir, bahwa orang yang paling aku sayang adalah orang tua dan kedua saudaraku. Tapi ternyata kamu juga salah satu dari mereka"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Cafe 7 Lorong terlihat lengang. Cuma ada 4 kepala di dalam cafe.
"Sepi banget ya Ris hari ini" Kata iche sambil mengelap meja kasir.
"Iya yah, gak biasanya ya teh" Jawab dari Riska.
"Eh tapi lumayan Ris, bisa santai kita haha" Jawab Iche sambil nyengir kudanya.
"Teh iche, Riska sambil kerjain PR ya" Jawab Riska sambil membuka buku Tugasnya.
"Iya selow kerjain aja. Gue tinggal kebelakang ya" Jawab Iche yang melangkah masuk ke dalam dapur.
Riska hanya menganggukan kepalanya. Dia membuka buku tugas Biologinya dan mulai mengerjakan tugas PRnya.
Di tengah-tengah mengerjakan tugas tiba-tiba Riska teringat dengan Mario, sahabat kecilnya yang jahil banget.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
- ARISKA HAFIYA -
Mario ?
Cowok sok keren, tinggi, hidung mancung, kumis tipis, tapi ngeselin.
Iya.. Dia adalah sahabatku sejak kecil. Dimanapun selalu bersama dia.
Di sekolah, di Rumah, makan bakso, beli ******, sampai ngukur jalan rayapun harus bersama dia.
Bosen sih, harus bareng mas-mas siomay ini.
Tapi mau gimana lagi, kalau gak ada dia sepi banget.
Mario itu orangnya bawel banget. Dia gak pernah capek buat ngingetin semua kebiasaan aku yang kurang tertata.
Contohnya makan, istirahat dan cari cowok. Hem.. Dia selalu nyuruh aku buat dandan.
Ihhh aku kan gak mau, aku gak suka make up.
Tapi di balik kebawelannya aku tau kok, kalau dia care banget sama aku .
Mario itu selalu menjadi rebutan para cewek. Aku gak tau sih, kenapa sampai sekarang dia masih jomblo. Mungkin dia gak suka sama perempuan kali ya hahaha...
Bicara masalah Mario, dia ini orangnya jahil banget. Pernah waktu makan bakso bareng sama dia. Pas aku tinggal pesen minum lagi, eh bakso aku tinggal kuahnya doang.
Ngeselin pokoknya kalau jalan sama dia.
__ADS_1
Tapi di balik itu semua. Mario adalah laki-laki yang memegang omongan dan janjinya.
Dia selalu menjaga aku baik-baik. Seperti janjinya kepada ayahku. Aku sayang banget sama dia, seperti abangku sendiri.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Mbak mau pesan"
"Mbak.... Mbak... "
Riska masih tetap melamun memikirkan tentang Mario.
"Mbak mau pesan nih" Teriak dari wanita berbaju merah yang sudah terlihat mulai kesal. Karena sedari tadi dia memanggil Riska tapi Riska tidak dengar.
"Eh iya kak.. Maaf kak... Mau pesan apa? " Sahut Riska kaget
"Mbak kalau kerja jangan nglamun terus dong.
Aku mau pesan moccacinno latte satu, Milo Dino satu, kentang goreng satu dan roti bakar coklat satu. Untuk meja nomor sembilan ya" Ucap wanita itu.
"Iya kak, sekali lagi maaf ya kak" Jawab riska dengan gemetaran.
"Iya mbak" Jawab wanita itu cuek dan meninggalkan meja kasir.
"Ahh ini gara-gara mario. Kenapa sih ris harus mikirin tutup kecap itu" Gumam dari riska.
Riska pun pergi ke dapur untuk memberikan pesanannya.
"Oke neng taruh situ dulu aja" Jawab bang Aldi.
Riska kembali ke meja kasir. Karena memang tugasnya hari ini adalah menjaga kasir, karena bu Dira sedang keluar.
Dia melihat sekeliling Cafe, yang tampak lengang dan sepi.
Dia berandai-randai, andaikan saja dia bisa punya cafe sendiri. Dan bisa jadi wirausaha muda seperti bu Dira, pasti hidupnya tidak menderita seperti ini.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Langsung saja dia mengambil hp di sakunya.
"Alhamdulillah, ayah udah mendingan" Gumam dari Riska sambil merekahkan senyumannya.
"Besok Riska mau ke tempat ayah, Riska rindu banget sama ayah" Gumam riska lagi.
Cafe 7 lorong terlihat mulai Ramai di datangi para pembeli, berbagai macam tipe manusia berkumpul. Ada yang berdua dengan pasangannya, ada yang tipe menyendiri alias jomblo, ada tipe yang kumpul tapi main HP sendiri-sendiri ada yang tipe ngopi sambil ngerjain tugas dan masih banyak lagi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Dirumah Sakit
"Na, abang mau bicara sama kamu. Di luar aja ya" Ucap bang bayu sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan.
__ADS_1
"Ada apa bang ?" Tanya Risna.
"Ris, besok waktunya nebus obat ayah. Tadi abang sudah nanya, sekitar 500.000. Apa kamu ada tabungan ? " Jawab bang Bayu.
"Risna ada tabungan 150.000 bang, Besok waktunya Riska gajian kan ? Gaji Riska 400rb. Cukup lah bang" Ucap Risna.
"alhamdulillah, maafkan abang ya dek. Belum. Bisa bantu kalian" Kata bang bayu, sambil mengusap rambut Risna.
"Udah bang jangan gitu, abang kan juga ngebantu kita. Dengan menjaga ayah di Rumah sakit" Jawab dari Risna.
"Terima kasih ya dek" Jawab bang bayu sambil memeluk risna dengan erat-erat.
"Iya abang, eh iya abang udah makan ? " Tanya dari Risna
"Nih Risna bawain nasi goreng, makan dulu ya bang" Tambah dari Risna.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Jam menunjukkan pukul 22.30 wib. Cafe 7 lorong sudah mulai sepi, para pegawai sudah mulai beres-beres untuk tutup cafe.
Riska sedang menyapu depan cafe dan tiba-tiba ada suara yang memanggil-manggil namanya.
"Sssttt sssttt Ris, woy Ris"
Riska tidak menghiraukannya. Karena di sekitarnya sudah sepi. Riska mulai merinding suara itu terus memanggilnya.
"Hei kutu" Kaget Mario dari belakang.
Riska seketika terperanjat kaget dengan kehadiran Mario yang tiba-tiba.
"Astagfirullah, huh kaget gua" Sahut Riska sambil memegang dadanya.
"Gausah lebay, udah pulang belom" Tanya dari Mario.
"Belum, eh BTW kan gua belum chat, kok udah disini ? Rajin amat lo ! " Tanya dari Riska.
"Iye nyokap gua bawel banget. Nyuruh cepetan kesini jemput elu. Padahal kan gua yang anaknya" Gerutu dari Mario.
"Hahaha.. ******, mamah lu buat gua aja deh" Canda dari Riska.
"Iya boleh, nanti ya kalau lu udah jadi istri gua" Jawab mario dengan tertawa recehnya.
"Apaan sih lu, bercandanya gak lucu ah.. Dah lah aku mau beres-beres dulu" Jawab dari Riska sambil nyelonong masuk kedalam cafe.
"Iye sono" Jawab mario singkat.
"Padahal gua gak bercanda Ris, gua mau jagain elu" Batin dari mario.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Terima kasih sudah membaca. XOXO
__ADS_1