
Beberapa hari pun berlalu. Kini saatnya Felix dan Luna untuk berangkat keluar negeri dan meninggalkan negara ini. Sebenarnya bukan tanpa alasan Felix meninggalkan negara ini dan membawa gadis yang sangat dicintainya. Namun, untuk saat ini, Felix tidak ingin rencana pernikahannya terganggu oleh ketiga sahabatnya, terlebih digagalkan oleh Lino.
Sejujurnya, Felix sangat ingin ketiga sahabatnya hadir di hari bahagianya, hari dimana dia bisa mempersunting gadis yang sangat dikagumi dan dikasihinya. Namun, sekali lagi, Felix tidak ingin semuanya berantakan karena ketiga sahabatnya itu. Dan Felix pun tahu bahwa ketiga sahabatnya itu sedang mencari Luna, bahkan mereka sampai mengerahkan banyak orang untuk mencari gadis itu di seluk beluk ibu kota.
Flashback On
“Kemana aja lu? Gue dan yang lainnya udah berusaha ngehubungin elu beberapa hari ini tapi gak ada respon. Dan sekarang elu mau pergi dengan bawa koper?” tanya Lino yang sore itu mengunjungi tempat tinggal Felix dan melihat Felix keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah koper besar.
“Kenapa?” tanya Felix dengan santai sambil terus berjalan dan meninggalkan ketiga sahabatnya yang telah datang menemuinya itu. Felix tahu bahwa beberapa hari ini teman-temannya sering menghubungi smartphone
nya. Bahkan banyak juga pesan yang dikirimkan oleh ketiga sahabatnya tetapi tidak pernah dipedulikan oleh Felix.
__ADS_1
“Luna hilang.” ucap Lino kembali berharap bisa menghentikan langkah Felix. Lino tahu bahwa selama ini Felix sangat tergila-gila dengan asisten pribadinya itu. Jadi dia berharap bahwa Felix bisa membantu mereka untuk mencari keberadaan gadis tersebut.
Dan benar dugaan Lino. Felix pun menghentikan langkah kakinya. Namun ternyata itu hanya sesaat karena tidak berapa lama, Felix pun kembali melangkahkan kakinya.
“Bukan urusan gue lagi. Bahkan elu yang melarang gue ketemu dia kan?” jawab Felix santai sambil terus melangkahkan kakinya dan meninggalkan ketiga sahabatnya itu.
“Bukan elu kan?” teriak Lino dengan nada kecurigaan yang tidak dapat disembunyikan lagi. Sebenarnya bukan maksud Lino untuk mencurigai sahabatnya. Bahkan sebelum mendengar jawaban Felix, tidak pernah terbersit
sedikit pun kecurigaan kepada sahabatnya itu. Namun mendapati jawaban Felix yang seakan tenang dan terkesan tidak peduli, membuat kecurigaan Lino pun mulai muncul. Karena sepengetahuannya, jika memang Felix sangat mencintai Luna, maka ia setidaknya tidak akan bisa setenang itu.
Flashback Off
Kini, Felix sudah dapat bernafas lega karena sebentar lagi dia akan menikahi gadis yang memang sangat diinginkannya. Walaupun dia tahu bahwa cara yang digunakannya tidaklah tepat, tetapi Felix tidak akan mempermasalahkannya. Karena inginnya hanya memiliki Luna seumur hidupnya. Dan kini, dia tinggal menjalankan rencana terakhirnya yang bisa membuat Luna tidak bisa menolak keinginannya untuk menikah.
__ADS_1
“Tuan, sebentar lagi pesawat akan diberangkatkan. Anda dipersilahkan untuk masuk ke dalam pesawat. Nona Luna juga telah kami tempatkan di kamar agar lebih nyaman karena saat ini Nona Luna masih dalam keadaan tertidur.” ucap orang kepercayaan Felix yang memang ditugaskan untuk mengurus semua hal tentang keberangkatan dan pernikahannya dengan Luna.
Orang ini jugalah yang membuat semua surat-surat yang dibutuhkan untuk kepergian serta pernikahan itu menjadi selesai hanya dalam waktu beberapa hari. Dan orang ini jugalah yang mencari pinjaman pesawat pribadi agar Felix bisa pergi keluar negeri dengan nyaman dan tanpa diketahui oleh ketiga sahabatnya.
Felix pun menganggukan kepalanya dan beranjak dari tempatnya. Ia sungguh sudah tidak sabar ingin segera pergi dari negara ini dan mempersunting wanita cantik yang masih terlelap dalam tidur panjangnya itu.
Ya, Felix mengetahui bahwa Luna harus terus diberi obat tidur sejak beberapa hari lalu. Dan tentu saja hal itu membuat Felix sangat marah kepada Rianti. Namun, penjelasan Rianti yang mengatakan bahwa Luna seringkali mengamuk dan beberapa kali mencoba untuk bunuh diri pun membuat Felix terdiam dan menerima keadaan gadis pujaannya itu. Dan ternyata, kali ini Felix harus mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh calon ibu mertuanya adalah yang terbaik. Karena dengan tertidur seperti ini, maka Luna akan dengan mudah dipindahkan. Jadi, Felix bisa membawanya pergi dengan lebih cepat dan tanpa drama berkepanjangan.
Dan untuk melanjutkan rencana terakhirnya, Felix juga sudah membayar Rianti untuk menyerahkan sisa bubuk obat tidur yang dimiliki oleh wanita paruh baya itu dan alat suntik yang diberikan oleh Boy. Setelah semua rencana itu selesai, maka Felix akan membuang nya karena Luna pasti akan mengikuti apa yang diinginkannya, yaitu menikah dan hidup bersama.
**************
__ADS_1
-Bersambung-