
Waktu pun menujukkan pukul 17.00, waktu dimana saatnya para karyawan meninggalkan meja kesayangannya untuk berkumpul bersama keluarga masing-masing. Atau setidaknya melepaskan diri dari setiap pekerjaan.
Namun, berbeda dengan Luna. Pukul 17.00 adalah waktunya dia untuk merapikan semua berkas yang akan digunakan esok hari. Ya, Luna memang terbiasa untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan mempersiapkan
berkas-berkas yang dibutuhkan esok pada hari sebelumnya. Hal ini dilakukannya karena ia juga harus menunggu atasannya untuk keluar dari ruangan dan meninggalkan kantor ini terlebih dahulu. Dan Lino terbiasa untuk pulang pada pukul 18.00.
Kantor pun mulai sepi. Hampir semua bagian telah kosong. Hanya tersisa beberapa orang yang memang sedang bekerja overtime untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.
Hal seperti ini sebenarnya sudah biasa untuk Luna. Dan dia pun cukup bahagia karena tidak perlu terlalu banyak basa basi dengan banyak orang. Karena dengan jabatannya sekarang, serta kedekatannya dengan Lino dan Bunda Nadia, pasti akan banyak gosip yang tidak menyenangkan bagi dirinya. Meskipun sedikit banyak, Luna juga telah mendengar beberapa kolega membicarakannya dibelakang dirinya. Oleh karena itu, Luna sangat malas untuk
berbasa basi.
Hingga 30 menit berlalu. Dan tiba-tiba..
__ADS_1
“Selamat sore, Kak Luna. Atau mending aku panggil Luna saja karena aku hanya satu tingkat dibawahmu dan umur kita sebenarnya sama.” ucap Enriko yang telah tiba di depan ruangan Luna dan membuka pintunya sambil memberikan salam.
Mendengar suara laki-laki yang tiba-tiba di ruangannya pun membuat Luna terkejut. Ia pun segera melepaskan pekerjaannya untuk melihat siapa yang memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Karena setahunya, jika Lino, ia akan lebih memilih menghubungi Luna melalui sambungan telpon dan meminta datang ke ruangannya.
“Selamat sore, Pak Enriko.” ucap Luna dengan sopan setelah melihat tamu yang tiba-tiba datang ke ruangannya tanpa permisi.
Enriko yang mendapat sapaan dari Luna pun mengembangkan senyumnya. Ia bahagia karena merasa Luna mengingat namanya. Dan Enriko pun merasa bahwa ada namanya di hati gadis yang sekarang ada di hadapannya itu.
Enriko pun melangkah memasuki ruangan tersebut. Dan ia pun duduk di sofa yang ada di sudut ruangan itu.
“Oh, enggak, Luna. Aku kesini untuk kamu. Aku hanya ingin mengantarkanmu pulang karena tentunya ini sudah lebih dari jam pulang kantor. Dan sedari tadi aku telah menunggumu di bawah.” ucap Enriko kembali dengan santainya mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya.
“Mohon maaf, Pak Enriko. Pekerjaan saya masih banyak. Dan saya rasa, Anda tidak perlu menunggu karena saya membawa kendaraan pribadi saya. Oh, terima kasih atas tawarannya.” ucap Luna menolak tawaran Enriko dengan halus karena takut penolakannya akan berpengaruh pada kerja sama dua perusahaan.
__ADS_1
“Tidak apa. Aku akan tetap menunggumu saja. Kita bisa bercerita satu sama lain sambil menunggu pekerjaanmu selesai. Atau kita bisa makan malam terlebih dahulu setelah ini dan sebelum kamu kembali.” ucap Enriko kembali mencari alasan agar bisa berlama-lama dengan gadis pujaannya.
“Terima kasih. Namun rasanya pekerjaan saya akan terganggu jika saya banyak berbicara. Sedangkan saya harus segera menyelesaikannya.” ucap Luna kembali memberikan alasan agar laki-laki itu segera berlalu dari ruangannya.
Sebenarnya, Luna sudah mulai jengah dengan tindakan laki-laki di hadapannya itu. Namun, tentunya ia tidak bisa menolak dengan keras, mengingat bahwa laki-laki itu adalah partner kerja sama di perusahaan ini. Dan dia adalah perwakilan dari perusahaan yang bekerja sama tersebut. Jadi dia harus memperlakukannya dengan sangat sopan agar tidak menyinggung hatinya.
“Bagaimana dengan makan malam? Aku akan menunggumu di lobby perusahaan agar pekerjaanmu cepat selesai.” ucap Enriko kembali masih dengan segala usahanya untuk mengajak Luna keluar.
“Sekali lagi mohon maaf karena saya sudah dinantikan di rumah.” ucap Luna terpaksa berbohong agar Enriko segera berlalu dan tidak menganggunya lagi.
Dan Enriko pun menyerah. Ia pun berlalu dari ruangan Luna dan meninggalkan gadis itu sendirian untuk menyelesaikan pekerjaannya.
*************
__ADS_1
-Bersambung-