
Pagi hari menjelang. Sang surya pun mulai menampakkan sinarnya secara perlahan. Memanaskan bumi yang masih dingin karena sang bulan. Membangunkan setiap insan yang masih nyaman mengarungi samudra mimpi.
Luna pun telah bangun dari tidur nyenyaknya sejak pukul 05.30. Ia memilih bangun pagi karena tidak ingin terlihat memalukan berada di rumah atasannya. Bagaimana jika Bunda Nadia melihatnya bangun siang? Mau dikemanakan mukanya? Dan bukankah dia akan dianggap sebagai pemalas? Jadi meskipun Luna baru bisa memejamkan matanya dini hari, ia tetap memaksakan bangun.
Setelah membersihkan diri, Luna pun memilih untuk membantu menyiapkan sarapan di rumah itu. Ya, memang biasanya, baik di rumah Lino ataupun di rumah Vina, Luna akan membantu para asisten rumah tangga untuk
menyiapkan sarapan di rumah tersebut. Dan itu juga berlaku untuk pagi ini.
Sebagai salah satu ucapan terima kasih karena telah diijinkan untuk menginap di rumah orang tua dari atasannya, maka Luna berencana untuk memasakkan sebuah hidangan yang special untuk Bunda Nadia dan Lino.
“Selamat pagi, Bi.” ucap Luna memberikan salam kepada Bi Minah, salah satu asistent rumah tangga di rumah Bunda Nadia.
Minah yang pagi ini sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk sarapan keluarga itu pun terkejut. Tidak biasanya ada gadis yang dekat dengan Tuannya untuk menyapa dirinya dengan ramah seperti Luna.
__ADS_1
“Selamat pagi, Nona.” ucap Minah setelah keterkejutannya sedikit menghilang.
“Sedang masak apa, Bi? Biarkan Luna membantu ya.” ucap Luna sambil memperhatikan bahan-bahan yang dipersiapkan oleh Minah.
“Pagi ini Nyonya sedang ingin makan nasi goreng dengan irisan bakso dan sosis, serta beberapa sayuran hijau. Lalu untuk penutupnya ada pancake buah dengan madu,” ucap Minah menjelaskan kepada Luna.
“Oke, Bi. Biar saya yang memasak nasi gorengnya saja. Bibi bisa menyiapkan pancakenya. Atau jika ada pekerjaan lain, Bibi bisa menyerahkan menu sarapan ini kepada saya.” ucap Luna sambil tersenyum dan menggulung tambutnya tanda dia siap untuk memasak dua menu yang tadi telah disebutkan oleh Minah.
Namun Minah tetap memilih untuk membantu Luna memasak hidangan makan pagi karena memang ini adalah tugasnya ketika pagi menjelang. Dan waktu memasak pun menjadi lebih cepat karena hari ini Minah tidak sendirian.
Dan tepat setelah Luna menyajikan semuanya di meja makan, Bunda Nadia dan Lino pun hadir beriringan untuk menikmati sarapan mereka.
“Wah, baunya terasa berbeda dari buatan Minah.” ucap Bunda Nadia sambil melihat Luna yang masih menggunakan celemeknya tanda baru saja selesai memasak.
__ADS_1
“Saya tadi hanya membantu Nona Luna memasak, Nyonya.” jawab Minah yang masih berada di sekitar meja makan dan memberitahukan kepada majikannya tentang siapa yang memasak semua hidangan di atas meja makan.
Bunda Nadia yang melihat pun hanya tersenyum senang. Menurutnya Luna adalah paket lengkap yang cukup bisa mendampingi Lino. Meskipun memang bukan pilihannya, tetapi rasanya Bunda Nadia akan cukup leg ajika Lino
hidup bersama dengan Luna.
Bunda Nadia pun segera duduk di tempatnya, diikuti dengan Luna dan Lino. Mereka pun segera menikmati sarapan yang telah dibuat oleh Luna tanpa banyak berbicara.
**********
Siapa disini yang suka masak atau yang bisa masak? Angkat tangannya yuk.**Biasanya, kalian suka masak apa nih?**
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini yuk. Jangan lupa like, komen, dan vote nya ya.
__ADS_1
***********
-Bersambung-