Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 71 – Ketidaktenangan Rianti


__ADS_3

Setelah pembicaraan yang dilakukan pagi itu bersama Boy, Rianti pun segera bersiap untuk meninggalkan kota tempat ia bertemu kembali dengan anak perempuannya. Kenapa Rianti harus kembali? Karena memang


temannya pun akan kembali hari ini. Oleh karena itu, tidak mungkin Rianti akan tinggal di kota ini lebih lama lagi. Karena pada kenyataannya, Rianti bisa sampai di kota ini pun karena diajak oleh sang teman.


Dan kini Rianti hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Boy. Mempercayakan pencarian anak perempuannya kepada laki-laki yang direkomendasikan oleh anak laki-laki. Serta menggantungkan harapan agar segera


menemukan anak gadis nya itu supaya kehidupannya sendiri bisa menjadi lebih baik lagi.


Flashback On


“Hanya ada fotonya saja, tante? Tidak adakah informasi lain yang bisa memudahkan saya untuk menemukan anak perempuanmu itu?” tanya Boy dengan mengganti panggilannya kepada Rianti.


Setelah mendapatkan foto melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh Rianti, Boy pun kembali menghubungi wanita paruh baya tersebut. Entah kenapa, rasanya akan sangat menyulitkan menemukan gadis itu di kota sebesar ini hanya dengan sebuah foto. Oleh karena itu, Boy pun meminta informasi lain yang bisa digunakannya untuk mempermudah dirinya menemukan gadis yang dituju.

__ADS_1


“Saya rasa dia bekerja di PT LINO. Kamu bisa mengikuti seseorang yang bernama Felix untuk mendapatkan informasi lebih tentang gadis itu. Saya hanya bisa memberikan informasi itu untuk tambahan karena saya pun tidak banyak mengetahui tentang dirinya.” jelas Rianti setelah mendesah dan diam cukup lama.


“Kota ini sangatlah besar, tante. Dan tante hanya bisa memberikan sedikit informasi kepada saya. Tapi baiklah, demi tante saya akan berusaha untuk mencari anak perempuan tante satu-satunya.” ucap Boy dengan


penuh keyakinan diri dan dengan mulut yang cukup manis sehingga bisa meyakinkan.


Yah, memang seperti itulah pergaulan Boy, Jordan, beserta teman-teman yang lainnya. Mereka harus pintar-pintar merayu wanita-wanita kesepian itu. Tentunya mereka menganut system simbiosis mutualisme. Tetapi jika mereka tidak bermulut manis dan pandai merayu, tentunya wanita-wanita itu akan enggan berdekatan dengan mereka.


“Saya tunggu kabar dari kamu, Boy. Saya tidak memiliki banyak waktu. Kamu harus segera menemukan anak tidak tahu diri itu.” ucap Rianti memperingatkan Boy.


Flashback Off


 

__ADS_1


2 Minggu setelah pembicaraan dengan Boy – Di Rumah Rianti


Hari demi hari Rianti lalui dengan banyak pikiran yang menghantui dirinya. Terlebih ketika dirinya sudah menanda tangani surat perjanjian yang telah di sahkan oleh notaris. Sebagian dari dirinya sudah sangat merasa tidak sabar untuk mendapatkan uang setiap bulannya. Menurutnya, tidak ada salahnya untuk memberikan anak perempuannya kepada Felix. Karena menurut Rianti, Felix adalah orang yang cukup kaya dan baik. Jadi tentunya bisa


menghidupi dirinya beserta keluarga kecilnya.


Namun, hingga saat ini, ia belum menerima kabar apapun dari orang yang disurunya untuk mencari Luna. Gelisah? Sedikit! Rianti juga memiliki ketakutan untuk mengecewakan Felix. Lebih tepatnya, Rianti tidak ingin tambang uangnya hilang dari genggamannya.


“Ah, kemana sih ni anak? Kenapa gak ada kabar sama sekali?” ucap Rianti pada dirinya sendiri sambil terus berjalan bolak balik di ruang keluarga rumah kecilnya, tempat dulu dia menghakimi Luna sebelum mengusirnya.


“Dia gak mungkin kabur kan ya? Mungkin dia masih belum menemukan Luna. Atau mungkin sedang mencari cara untuk membawa Luna kembali kesini.” kata Rianti kembali untuk meyakinkan dirinya sendiri.


Memang seringkali seseorang perlu berbicara dengan dirinya sendiri untuk meyakinkan dirinya. Dan hal inilah yang sedang dilakukan oleh Rianti. Dia berbicara dengan dirinya sendiri agar memberikan keyakinan lebih kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


****************


-Bersambung-


__ADS_2