
Hingga tibalah Luna di salah satu belokan yang tidak jauh dari rumah Vina tetapi cukup sepi karena memang tidak banyak penduduk yang tinggal disana. Selain itu, gang yang dilewatin oleh Luna juga lebih banyak terdapat kebun yang cukup gelap. Meskipun demikian, jalanan disana cukup baik sehingga nyaman untuk dilalui.
Dan Luna yang masih diliputi oleh sedikit kelegaan pun tidak terlalu memperhatikan sekitarnya. Hingga akhirnya ada seseorang yang menyeberang jalan dengan cepat dan mengagetkan Luna, serta membuat gadis itu
terpaksa untuk menghentikan mobilnya secara mendadak.
Tok..tok..tok..
Jendela mobil yang ditumpangi Luna pun diketuk oleh seseorang. Belum hilang keterkejutan Luna karena hampir menabrak seseorang, kini dia dikejutkan lagi oleh ketukan yang berasal dari orang yang hampir di tabraknya tadi. Luna benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa.
“Turun!” ucap orang yang hampir ditabrak oleh Luna.
Luna pun hanya bisa menghela nafasnya kasar mendengar ketukan yang lebih keras di kaca jendela mobilnya yang disertai dengan teriakan yang tidak kalah kerasnya.
Luna pun memutuskan untuk turun dan meminta maaf. Namun ia yakin bahwa dirinya tidak sepenuhnya bersalah karena orang itu juga menyeberang tanpa melihat kanan ataupun kiri. Jadi, bisa dikatakan, mereka sama-sama bersalah dalam hal ini. Namun, lagi-lagi karena Luna mengendarai mobil yang bisa menghilangkan nyawa seseorang, mungkin ia akan lebih dipersalahkan.
__ADS_1
“Maaf, Pak. Saya kurang berhati-hati.” ucap Luna terbata-bata dan sedikit ketakutan karena yang dihadapannya adalah seorang pria yang tidak dikenalnya.
Namun permintaan maaf dari Luna pun tidak dihiraukan oleh pria tersebut. Bahkan, pria yang hampir di tabrak oleh Luna pun menyeret gadis itu untuk mengikutinya entah kemana.
“Ikut saya! Anda harus bertanggung jawab!” ucap pria tersebut sambil terus menarik tangan Luna yang digenggamnya dengan erat agar gadis itu tidak lari meninggalkannya.
Dan tanpa diketahui oleh Luna, Boy beserta temannya yang lain pun telah berada di tempat tersebut. Berada dengan jarak agak jauh, menyaksikan ‘drama’ yang sedang dilakukan oleh salah satu temannya untuk
membawa Luna menjauh dari mobilnya.
“Tunggu! Mau dibawa kemana gadis itu?” ucap Boy seakan menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan Luna dari pria yang entah akan berbuat apa kepada seorang gadis di hari yang menjelang malam.
“Bukan urusan kalian!” ucap pria yang hampir di tabrak oleh Luna dengan tidak kalah garang.
“Tolong saya.” pinta Luna kepada Boy dan teman-temannya yang terlihat akan menyelamatkannya dari pria yang tidak jelas akan berbuat apa kepadanya.
__ADS_1
Boy dan temannya pun dengan segera menyusul Luna beserta pria yang terus menyeretnya. Hingga tangan Luna yang tidak dipegang pun tertangkap oleh Boy dan terjadilah tarik menarik antara Boy dan pria yang hampir ditabrak oleh Luna tadi.
Namun rasanya harapan Luna hanyalah tinggal harapan. Karena tidak lama setelah itu, kesadaran Luna pun mulai menghilang sedikit demi sedikit. Dan Luna pun sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi.
Ya! Hilangnya kesadaran Luna disebabkan oleh obat bius yang diberikan oleh kawan Boy yang lain. Dan ia pun mendapatkan kesempatan untuk menutup hidung Luna dengan kain yang telah diberi obat bius ketika kedua
tangan Luna dipegang oleh kedua temannya itu.
Dan akhirnya, rencana mereka pun berhasil tanpa ada halangan apapun disini. Mereka dengan mudah menaklukan gadis yang sejak seminggu ini diikutinya. Kini, saatnya mereka membawa Luna kepada Rianti, orang yang menyuruh mereka untuk membawa gadis itu kembali. Setelah itu, Boy dan teman-temannya pun bisa menikmati uang hasil jerih payah mereka selama ini.
*************
-Bersambung-
__ADS_1