Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 142 – Ancaman Retha


__ADS_3

Hari yang panjang pun berjalan dengan lebih baik. Pagi menjelang siang, siang menjelang sore, dan akhirnya malam pun tiba.  Kini, Luna telah kembali berada di kediaman Vina dan akan mempersiapkan pekerjaannya esok hari.


Mau apapun yang terjadi hari ini, ia tidak akan memikirkannya lagi. Nasi telah menjadi bubur, tidak akan bisa kembali menjadi nasi. Yang perlu kita lakukan hanyalah membuat bubur itu menjadi hidangan yang lengkap dan nikmat.


Dan kini, pagi pun telah kembali menjelang. Semua makhluk hidup mulai beraktivitas untuk menyambut awal minggu yang baru. Demikian juga dengan Luna dan Vina yang kembali menjalankan aktivitas sehari-hari yang telah menjadi rutinitas tersebut.


Setibanya di kantor, Luna dan Lino langsung memasuki ruangannya masing-masing. Mereka memang selalu berangkat ke kantor bersama. Namun, jika dahulu setiap pagi Luna yang harus mempersiapkan pekerjaan Lino sejak di rumah laki-laki itu, sekarang Luna hanya tinggal menunggu karena atasannya itu yang akan menjemputnya.


Meskipun demikian, Luna masih tetap dan selalu mempersiapkan makan pagi untuk Lino. Bedanya, sarapan yang disediakan sekarang akan selalu dimasukkan ke kotak bekal dan diberikan ketika mereka telah tiba di kantor.


Ketika mereka sedang disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, tiba-tiba pintu ruangan Lino terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Dan sontak membuat sang empunya ruangan menjadi geram. Terlebih ketika


mengetahui siapa yang datang menghampirinya.


“Apakah Anda tidak pernah diajarkan sopan santun dan tata karma ketika bertamu, Nona Retha?” tanya Lino dengan pandangan penuh dengan amarah. Lino memang sebagai atasan yang sangat tidak suka jika pintu

__ADS_1


ruangannya dibuka tanpa permisi. Dan hal ini pun berlaku bagi Luna, meskipun status Luna adalah kekasihnya.


“Ups, maafkan saya Tuan Lino, tapi saya rasa, Anda harus membiasakan diri karena sebentar lagi saya akan menjadi Nyonya Lino Damaresh. Jadi tentunya saya bisa masuk dan keluar dari ruangan ini tanpa seijin Anda.” ucap Retha dengan kepercayaan diri yang tinggi dan melenggang memasuki ruangan tersebut.


Retha pun memilih untuk duduk di sofa yang ada di tengah ruangan dan meletakkan map yang sedari tadi dibawanya ke meja yang ada di hadapannya itu.


“Pintu keluar di sebelah sana, silahkan angkat kaki dari ruangan saya. Atau dengan senang hati security akan mengeluarkan Anda dan menghancurkan semua bisnis keluargamu.” kata Lino sambil menunjukkan arah pintu


keluar dengan dagunya dan diakhiri dengan ancaman yang pastinya akan menakutkan bagi semua orang, terlebih orang yang tahu bagaimana membangun sebuah bisnis dari nol.


“Jangan buru-buru, No. Aku kesini mau menunjukkan sesuatu ke kamu. Dan pastinya kamu akan sangat menyukainya.” kata Retha dengan seringai di wajahnya. Sungguh, kali ini wajah Retha terlihat sangat licik.


Retha pun menyerahkan flashdisk dan map yang dibawanya ke meja Lino. Meminta Lino untuk memutar isi flashdisk itu dan membuka map yang berisikan banyak foto di tangannya.


Lino pun melakukan hal yang diminta oleh Retha. Memasukkan flashdisk ke laptop yang ada dihadapannya dan memutar video yang ada disana. Seketika, raut wajah Lino pun berubah. Namun hal itu hanya berlangsung

__ADS_1


sedetik karena detik berikutnya, wajah Lino telah kembali ke settingan awal.


“Nikahi aku tepat di hari acara pertunanganmu atau video ini aku viralkan. Dan usir wanitamu itu dari perusahaan dan kota ini. Aku tidak ingin dia muncul lagi dihadapanku. Aku muak melihat wanita murah sepertinya.” kata Retha mengancam Lino.


Lino yang mendengar ancaman Retha pun hanya tersenyum. Ia sudah tahu bahwa kelanjutan dari apa yang dilihatnya tadi adalah hal ini. Retha ingin menekannya dan memaksanya dengan menggunakan video murahan


yang entah diambilnya dari mana.


“Kalau aku menolak?” tanya Lino dengan tenang. Ia tahu menghadapi Retha yang dikenalnya sejak kecil itu memang membutuhkan ketenangan. Bukan bermaksud menyepelekan tetapi menghadapi kobaran api dengan


api, malah akan semakin membuat terbakar.


“Aku akan viralkan dan permalukan wanita itu. Aku juga akan menyerahkan semua bukti-bukti tentang wanita itu ke media. Dan kamu siap-siap saja menjadi headline dari semua media yang ada di negara ini\, “CEO Sukses dari PT LINO akan menikahi wanita *******”. Pasti akan sangat menghebohkan.” kata Retha kembali memberikan ancamannya.


Namun lagi-lagi, Lino hanya menanggapinya dengan senyuman. Dan ia pun menganggukan kepalanya seolah memahami keinginan gadis yang ada di depannya.

__ADS_1


***********


-Bersambung-


__ADS_2