
Makan siang telah usai. Kini, empat sekawan itu memilih untuk duduk bersantai di ruang tengah sambil bermain game kesukaan mereka. Ya, apalagi kalao bukan game bola.
Di game kali ini, Lino berpasangan dengan Rolland dan Cleon dengan Felix tentunya. Keseruan dan teriakan-teriakan mereka pun menggema di seluruh ruangan tersebut. Tawa dan jeritan kekecewaan pun sering kali terdengar dari kedua belah kubu.
Dan setelah menyelesaikan beberapa set permainan, Luna pun datang ke ruangan tersebut dengan beberapa asisten lainnya untuk membawakan minuman dan cemilan-cemilan yang telah dibuat oleh Luna.
“Maaf menganggu. silahkan untuk minum dan cemilannya.” ucap Luna untuk memberitahu keempat laki-laki tersebut agar mengetahui bahwa ada minuman dan makanan yang bisa menemani mereka bermain.
Setelah menyajikan, Luna dan beberapa asisten itu pun kembali undur diri dan melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Setelah menyelesaikan tugas untuk menghidangkan makanan, Luna pun kembali berkutat dengan smartphone nya karena ada kabar yang ditunggunya. Dan tak berapa lama setelah dia memegang smartphone tersebut, data
yang diinginkannya pun diterima.
Luna pun segera melakukan pengecekan, Luna pun segera mengirimkan data tersebut ke email atasannya agar dapat dibaca setelah semua kegiatannya selesai.
Tugas Luna hari ini pun selesai dilaksanakan. Kini, saatnya Luna untuk membereskan tas yang dibawanya dan kembali ke rumah sahabatnya. Rasanya ia sangat lelah seminggu ini. Jadi, alangkah nikmatnya jika bisa berendam sejenak di bathtub kamar mandinya dengan menggunakan air hangat, dan sedikit aromatherapy untuk mengembalikan energinya.
Tidak menunggu waktu lama lagi, Luna pun kembali ke ruang tengah, dimana Lino dan ketiga sahabatnya menghabiskan waktu siang ini dengan bermain dan tertawa bersama. Entah apa yang sedang dilakukan oleh mereka saat ini, namun sepertinya mereka kembali menjadi laki-laki di masa anak-anak, dimana yang ada hanya kebahagiaan, tanpa ada beban.
__ADS_1
“Maaf, permisi.” ucap Luna membuyarkan tawa ceria keempat laki-laki tersebut.
“Ada apa, Luna?” tanya Lino sebagai tuan rumah dan atasan Luna secara langsung.
“Maaf mengganggu, Pak Lino. Saya mau ijin untuk pulang. Data yang bapak minta juga telah saya kirimkan ke email bapak.” ucap Luna.
“Oke.” jawab Lino singkat.
Semua pekerjaan Luna telah diselesaikannya dengan baik. Jadi tidak ada alasan lagi bagi Lino untuk menahan Luna lebih lama di rumahnya. Meskipun, sebenarnya Lino ingin mengajak Luna berbincang lebih lama lagi. Dan tentunya, Lino ingin mengetahui alasan Luna untuk selalu makan bersama para asisten rumah tangga lainnya.
“Tunggu, Luna. Saya antar kamu pulang.” ucap Felix segera ketika Luna telah membalikkan badannya dan hendak berlalu dari ruangan tersebut.
“Saya tidak menerima penolakan, Luna. Bro, gue pamit. Bye.” ucap Felix sambil berdiri dari tempatnya duduk dan menuju ke arah Luna yang masih mematung di tempatnya.
Felix pun segera menggenggam tangan Luna dan menariknya berlalu dari ruangan tersebut menuju mobil yang dibawanya.
“Masuk, Lun.” ucap Felix seraya membukakan pintu depan mobilnya untuk Luna.
“Maaf, Pak Felix tapi saya benar-benar telah memesan taxi online dan sebentar lagi akan tiba. Jadi saya akan pulang sendiri. Terima kasih untuk tawarannya.” ucap Luna mencoba memberikan penjelasan kepada mantan
__ADS_1
atasannya itu.
“Baik. Kita tunggu taxi online kamu di gerbang.” ucap Felix sambil kembali menggenggam tangan Luna untuk mengajaknya menuju gerbang rumah Lino.
Tak berapa lama, taxi online pesanan Luna pun tiba. Dengan segera, Felix mengetuk kaca jendela bagian penumpang depan. Dan supir taxi online pun membukakan jendela ketika mendapati ketukan tersebut.
“Maaf, Mas. Nona ini akan pulang bersama dengan saya. Ini untuk membayar pesanan dari nona ini. Mohon maaf karena telah membuat Mas sampai ke tempat ini.” ucap Felix sambil menyerahkan beberapa lembar uang
berwarna merah.
Supir taxi itu pun mengerti dan segera berlalu dari tempat tersebut dengan membawa uang yang diberikan oleh Felix kepadanya. Tidak masalah tidak jadi mendapatkan penumpang, yang terpenting dia masih mendapatkan
uangnya.
“Dia sudah pergi. Jadi silahkan masuk mobil, Nona Luna.” ucap Felix dengan senyum di wajahnya.
Luna yang jelas menahan emosi pun tidak dapat menolak lagi ajakan dari Felix. Dan akhirnya dia pun mengikuti kemauan dari mantan atasannya itu tanpa menjawab lagi perkataan pria tersebut.
**************
__ADS_1
-Bersambung-