
"Denganmu aku mengerti arti menyayangi dengan tulus, bukan karena fisik atau materi. melainkan dari kepribadianmu, yang membuatku jatuh cinta kepadamu"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Ris jadi gue anter gak ? " Tanya dari Mario, sembari memakai Tasnya.
"Iya jadi, tapi ke Risna dulu ya" Jawab Riska.
Mereka pun berjalan bersama menuju kelas Risna, yang berada di lantai bawah.
Sepanjang jalan menuju kelas Risna Mario lagi-lagi terus memandang wajah sahabatnya itu. Sambil sesekali tangannya ingin mengandeng tangan Riska.
"Eh Rio, kamu bawa helm 2 kan" Tanya dari Riska, yang mengagetkan Mario.
"Hah.. Iya bawa" Jawab mario sekenanya.
"Kang ojek ya anda, bawa-bawa helm dua terus. Udah tau jomblo kasihan amat hahaha" Sahut Riska sambil menggoda Mario.
"Apa sih kutu berisik banget lu, bawel overdosis" Jawab mario sambil menarik hidung Riska.
"Ihhh sakit tau. Kenapa sih selalu aja narik hidung" Jawab Riska sedikit kesal.
Mario hanya tertawa sambil sesekali mengacak-ngacak jilbab Riska.
~Flashback On~
Pak burhan adalah ketua RT dari RT 04. Saat itu ada tetangga baru di Lingkungan RTnya, namanya adalah Pak Asep dan Ibu Naning.
Pak Asep mengurus semua surat pindahan di rumah pak burhan, dengan di temani anak laki-lakinya yang bernama Mario Erlangga. Yang saat itu masih berumur 5 tahun.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar di lantai atas "Ayahh... Ayah... Riska takut"
Orang-orangpun terkejut mendengar teriakan itu. Mario kecil seketika ikut berlari ke atas menuju suara teriakan itu. Terlihat disana ada gadis kecil yang sedang bersembunyi di bawah meja belajarnya.
"Kamu kenapa Riska, ada apa nak" Tanya Ayahnya
"Itu ayah ada yang terbang, itu ayah" Jawab Riska kecil sambil menunjuk ke arah jendela.
Ternyata yang Riska lihat adalah seekor belalang sembah. Yang terbang dari halaman belakang rumahnya. Karena memang jendela kamar Riska menuju ke halaman belakang.
Orang-orang yang melihatpun tertawa melihat tingkah lucu Riska yang ketakutan.
"Kamu jangan takut" Tiba-tiba mario kecil mendekati Riska yang sedang bersembunyi di bawah meja.
Riska hanya melihat Mario, karena Riska kecil tidak mengenal siapa anak laki-laki yang ada di depannya sekarang.
"Hallo, kenalin nama aku Mario" Sapa dari mario.
"Riska" Jawab Riska masih ketakutan.
__ADS_1
Dan disitulah awal mula persahabatan dari Riska dan Mario sampai sekarang.
~Flashback Off~
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Riska melihat Risna yang sedang ngobrol berdua bersama teman sekelasnya.
"Teteh" Panggil Riska, Risnapun berjalan menuju ke tempat Riska berdiri.
"Teh, teteh pulang pakai motor Riska ya. Nanti teteh sekalian belanja aja. Besok Bu Rosa pesan brownis 30 biji teh." Kata Riska sambil mengambil uang di dalam saku tasnya.
"30 biji dek ? Wah alhamdulillah. Jualan kamu habis dek" Jawab Risna.
"Habis teh alhamdulillah, teteh gimana ? Habis gak kuenya? " Tanya Riska.
"Sisa 2 dek, ini kamu bawa aja ya kuenya. Siapa tau kamu laper" Ucap Risna sambil membuka Box kuenya.
"Iya teh Riska bawa aja. Oh iya teh ini uangnya Riska ambil 15.000 ya. Soalnya Riska lagi gak pegang uang sama sekali. Nanti buat naik ojek teh" Ucap Riska, sambil memasukkan kue ke dalam tasnya.
"Iya dek tidak apa, nanti pulangnya jangan malem-malem ya. Nanti biar teteh aja yang belanja bahan-bahannya" Jawab dari Risna.
"Oke siap teteh. Nanti teteh jadi ke Rumah sakit dulu? Nitip salam buat abang sama ayah ya" Kata Riska.
"Iya dek jadi. Maleman aja habis magrib sekalian belanja. Kamu ke cafe sama siapa ? " Tanya Risna.
"Sama dia noh" Jawab Riska sambil menunjuk Mario yang sedang menyender di Tembok kelas.
"Oke siap bos" Sahut Mario.
"Yaudah Riska berangkat ya teh, teteh juga hati-hati pulangnya" ucap Riska sembari mencium punggung tangan Risna.
"Duluan ya na" Sahut Mario.
Riska dan Mariopun berlalu meninggalkan Risna.
***
"Hei kutu pakai helmnya, ntar kita di kasih surat cinta lagi sama pak polisi" Ucap Mario sambil memberikan helm kepada Riska.
"Iya bawel" Jawab Riska sekenanya.
Mereka berduapun pergi meninggalkan sekolahan menuju ke Cafe tempat kerja Riska.
Di perjalanan, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.
Mereka terdiam membisu, tidak saling membuka obrolan. Sampai akhirnya Mario membuka obrolan terlebih dahulu.
"Ris lu gak capek ya" Tanya mario
"Hah apa rio, gak jelas" Jawab Riska sambil menempelkan telinganya lebih dekat dengan Rio.
__ADS_1
"Lu gak capek? " Tanya Mario sekali lagi.
"Ohh maaf-maaf gak denger tadi" Jawab dari Riska.
"Mangkanya kalau di bonceng motor sama gue tuh gini" Mariopun menarik tangan Riska untuk memeluknya.
"Modus lu tutup kecap" Jawab Riska sedikit kesal.
"Udah jawab dulu pertanyaan gua" Sahut dari Mario.
"Capek sih rio, tapi mau gimana lagi. Kalau aku nyerah kasihan ayahku dong. Sebisa mungkin aku harus tahan semuanya rio. Aku juga gak mau sekolahku putus gara-gara ini. Kalau aku putus sekolah, gimana nanti aku bisa bahagiain mamah sama ayah ? Iya kan? "Jawab Riska.
"Mulai sekarang lu berangkat sama pulang gue aja yang jemput ya Ris" Jawab dari Rio.
"Hah gak usah lah, berasa tuan putri gue" Jawab Riska dengan ketawa recehnya.
"Gak boleh nolak, gue udah janji sama ayah lu. Buat selalu ada buat lu, lu inget kan waktu itu pas lu ketakutan sama belalang sembah" Ucap Mario sambil menggoda Riska.
"Aelah itu kan masih bocah. Inget aja lu" Jawab Riska.
"Janji adalah hutang, gue akan selalu ada buat lu Ris. Lu tenang aja ya" Jawab mario, sambil menggenggam tangan Riska yang sedang memeluknya dari belakang.
"Iya.. Iya.. Terima kasih ya sahabatku tersayang" Jawab Riska sambil mempererat pelukannya.
"Cukup lu menderita Ris, gue janji akan selalu bikin lu bahagia. Walaupun cuma sebagai sahabat" Gumam dari mario.
Setelah perjalanan hampir 30 menit. Mereka pun sampai di Cafe tempat kerja Riska.
Mario pun ikut masuk karena dia ingin mengerjakan tugas sekalian. Mau cari wifi gratis disana. Sambil memesan Ice Cappucinno dan kentang goreng. Mariopun mulai ngerjakan tugasnya, dan Riska mulai dengan pekerjaannya.
Sekitar 1 jam mario disana. Mario melihat Riska dengan semangatnya mengerjakan tugasnya di cafe, seperti bersihin kaca jendela depan, mengantar pesanan, dan mengambil piring-piring kotor.
Wajah letih terlihat dari raut mukanya, tapi senyum di bibirnya membuat semua itu sirna.
Wajahnya terlihat sangat tulus mengerjakan ini semua. Mario heran, kapan waktu Riska untuk belajar ? Kapan waktunya untuk istirahat ?
Nah anehnya Riska selalu mengerjakan semua PR dan Tugasnya. Dan selalu mendapatkan nilai bagus, ketika ada ulanganpun nilainya juga di atas rata-rata. Dia juga selalu mendapatkan peringkat 3 besar di kelasnya. Padahal mario tahu sekali, bahwa sahabatnya ini pagi-pagi sekali harus berangkat sekolah. Sedangkan dia pulang kerja jam 11 malam. Belum lagi mengerjakan tugas lainnya, tak heran terkadang Riska sampai tidak tidur. Itulah kelebihan yang dimiliki Riska. Yang sangat di kagumi oleh Mario. Riska bisa membagi waktunya, dan bisa selalu tampak baik-baik saja di depan teman-temannya, tidak pernah mengeluh dan selalu ceria. Padahal Mario tahu, di dalam hatinya sedang hancur sekali. Mamah Orang yang sangat Riska cintai pergi entah kemana, dan papahnya sedang sakit. Abangnya pun rela sampai cutie kuliah untuk membantu Riska dan Risna mencari uang.
"Andaikan Ris, gue gak pernah berjanji buat jadi sahabat lu selamanya" Batin dari mario.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hai para pembaca 🤗
Terima kasih ya atas dukungannya.
jangan lupa Like dan klik tanda Favoritenya ya.
biar tidak ketinggalan episode selanjutnya 🤗
see you 💕
__ADS_1