
“Mohon maaf, pak Felix. Saya rasa, saya tidak bisa menerima pertemanan dari Bapak. Biarlah hubungan antara kita tetap sebagai hubungan profesional saja.” ucap Luna menolak pertemanan yang ditawarkan oleh Felix.
Penolakan Luna entah yang keberapa kali ini masih tetap membuat Felix tidak dapat berkata apa-apa. Seketika kepalanya menjadi tidak dapat berpikir dengan baik.
“Kenapa?” tanya Felix yang sudah terdiam beberapa saat. Jika penolakan-penolakan yang sebelumnya masih bisa diterimanya, tetapi penolakan yang kali ini rasanya ia tidak dapat menerimanya kembali. Terlebih perkataan Rianti selalu terngiang di kepalanya.
Luna yang tidak memahami pertanyaan Felix pun hanya bisa menatap laki-laki itu dengan tatapan bingung. Luna tidak paham dengan pertanyaan ‘kenapa’ yang terlontar dari mulut mantan atasannya itu.
“Kenapa kamu menolak pertemanan denganku?” tanya Felix kembali dengan wajah sedikit frustasi.
“Saya rasa tidak ada alasan khusus. Dan jikapun ada alasannya, biarlah saya saja yang mengetahuinya.” ucap Luna mencoba menjelaskan penolakannya. Luna tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya kepada laki-laki
dihadapannya. Namun, Luna juga tidak ingin terus-terusan dipaksa untuk menerima pertemanan yang akan membuatnya sangat tidak nyaman.
__ADS_1
“Karena aku tidak sekaya Lino? Jabatanku tidak setinggi Lino? Dan uangku tidak sebanyak Lino?” ucap Felix kembali masih tidak bisa menerima perkataan Luna. Dan keluarlah semua prasangka yang ada dibenaknya
selama beberapa saat ini.
Ya, karena penolakan yang dilakukan oleh Luna, dan melihat kedekatan Luna dengan Lino, maka Felix pun menyimpulkan bahwa semua perkataan Rianti adalah sebuah kebenaran. Bahwa Luna hanya mengejar laki-laki
yang memiliki jabatan tinggi dan uang yang banyak.
Felix yang tidak sadar akan perkataannya pun hanya bisa menyeringai kecil. Dalam hatinya, ia pun terus membenarkan dugaannya kepada Luna seperti yang dikatakan Rianti.
“Ternyata selama ini aku salah menilaimu, Luna. Ternyata kamu hanyalah wanita-wanita yang mementingkan harta dan kedudukan. Sehingga orang rendahan sepertiku tidak akan pernah kamu lirik sedikitpun.” ucap Felix masih dengan seringainya.
Luna yang mulai paham dengan perkataan Felix pun hanya bisa menahan emosinya. Ia tidak paham darimana Felix bisa menuduhnya seperti itu. Karena seingat Luna, waktunya habis untuk semua pekerjaannya. Bahkan hanya untuk dekat dengan laki-laki pun ia sudah tidak memiliki waktu lagi. Jadi darimana penilaian itu?
__ADS_1
Namun, Luna tidak ingin juga memperbaiki penialain Felix terhadapnya. Ia pun membiarkan Felix dengan pikirannya sendiri. Luna pun memilih untuk meninggalkan mantan atasannya itu agar dapat melakukan semua
pekerjaannya yang telah beberapa hari ini ditinggalkannya. Luna juga tidak ingin terpancing emosi jika terus menerus mendengar perkataan Felix.
Sedangkan Felix yang ditinggalkan sendirian oleh Luna pun semakin tersenyum dengan liciknya. Ia semakin paham bahwa Luna adalah gadis matre yang melihat segala sesuatunya berdasarkan harta orang tersebut. Nyatanya, Luna tidak ingin berteman dengannya tetapi memilih untuk dekat dengan Lino. Itu adalah salah satu bukti nyata perkataan Rianti.
Dan Felix pun mengeluarkan smartphone nya untuk menghubungi seseorang. Ia ingin semua rencananya lebih cepat terlaksana dan mendapatkan Luna sebagai pendamping hidupnya. Ia ingin meruntuhkan semua
kesombongan Luna karena tidak ingin berteman dengannya. Dan jika cara pertama tidak berhasil, Felix telah menyiapkan cara kedua yang akan membuat Luna tidak bisa diterima oleh laki-laki manapun.
******************
-Bersambung-
__ADS_1