Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 123 – Penjagaan


__ADS_3

“Cukup! Kalian terlalu seperti anak kecil. Lebih baik, kalian jadi pasangan dan berdampingan saja seumur hidup. Saya rasa, kalian lebih cocok menjadi pasangan. Sama-sama kekanakan.” ucap Luna sambil menarik lengan Lino yang kala itu sedang berada di atas Enriko.


“Tunggu saja. Semua apa yang kuucapkan akan terjadi.” ancam Enriko sambil meninggalkan perusahaan itu dengan emosi yang masih memuncak.


Dan Luna pun kembali ke ruangannya, meninggalkan Lino sendirian yang masih berdiri di tempatnya.


“Aku akan meminta Rizal untuk memberikan mencari beberapa bodyguard. Mulai sekarang, kemana saja kamu pergi, harus selalu diawasi. Dan selalu nyalakan GPS smartphonemu. Jangan pernah matikan dimana pun


kamu berada.” ucap Lino beberapa saat kemudian setelah ditinggalkan oleh Luna.


Luna pun hanya menghela nafasnya dengan malas. Ia tahu dengan keadaan emosi yang masih dipuncak seperti saat ini, apapun yang akan dikatakannya malah akan membuat pertengkaran antara mereka. Dan sekarang


Luna sedang sangat lelah. Oleh karena itu, ia lebih memilih diam dan meninggalkan ruangannya tanpa menoleh lagi ke belakang.


Lino yang ditinggalkan oleh Luna pun segera menutup ruangan kekasihnya dan mengikuti gadis itu. Ia tidak ingin semua ini berlarut-larut. Dan selama perjalanannya beriringan dengan Luna untuk meninggalkan gedung tersebut, Lino telah mengirimkan pesan kepada Rizal untuk menyiapkan empat orang bodyguard yang sangat pandai berkelahi dan menggunakan senjata api untuk menjaga Luna.


Lino juga meminta seorang bodyguard wanita yang akan selalu berada di sebelah Luna, menjadi asisten pribadi dari kekasihnya itu.

__ADS_1


“Aku hanya ingin menjagamu. Jadi jangan pernah menolak apa yang aku berikan saat ini. Termasuk bodyguard yang akan terus mengikutimu.” kata Lino memecah keheningan antara dirinya dan Luna yang masih


menyusuri lantai-lantai kantor.


Luna pun masih tetap dalam diamnya. Ia masih tidak ingin menanggapi apapun yang dikatakan oleh Lino. Biarlah Lino melakukan apapun yang diinginkannya. Luna sudah terlalu malas untuk berdebat.


***********


Keesokan Harinya


Ketika Luna memasuki rumah Lino pagi ini, ia melihat sedikit keanehan, dimana ada beberapa orang berdiri berjejer di pintu masuk. Bila biasanya hanya ada security, tetapi pagi ini juga ada tambahan empat orang berbadan besar dan seorang wanita yang terlihat cukup tangguh.


untuk memperkenalkan kepada bodyguard yang akan mengawasi gadis itu.


“Mereka berempat adalah orang yang akan selalu mengawasimu. Tapi kamu tenang saja karena mereka akan berada cukup jauh dengan kamu jadi orang tidak akan mengetahuinya.” ucap Lino membuka perkenalannya


dengan keempat orang yang ditunjuk. Dan Luna pun hanya menganggukan kepalanya yang dibalas dengan anggukan kepala juga sebagai tanda menghormati atasannya.

__ADS_1


“Sedangkan ini adalah Siska. Dia adalah bodyguard yang akan selalu berada di sampingmu. Dan dia akan selalu mengikutimu, meskipun kamu berada di rumah Vina, sahabatmu.” lanjut Lino sambil menunjuk seorang


gadis yang berada diantara para bodyguard itu.


Luna pun kembali menganggukan kepalanya. Namun kali ini, ia pun turut memperhatikan gadis yang akan selalu ada disebelahnya. Dan tidak lama kemudian, Luna pun mengulurkan tangannya ke hadapan gadis itu.


“Hai, saya Luna. Mulai sekarang, tolong kamu ubah penampilan kamu. Jangan menggunakan seragam seperti itu. Karena kamu harus bisa juga menjadi asisten pribadiku ya. Dan jangan sungkan untuk berbicara dengan


saya. Anggap sebagai teman.” ucap Luna dengan senyum mengembang di wajahnya.


Entah kenapa, rasanya Luna tertarik untuk berteman dengan Siska. Oleh karena itu, ia pun meminta Siska untuk menjadi temannya. Karena akan sangat mengasikkan jika Luna juga memiliki teman bicara yang tentunya juga bisa membantunya menyelesaikan pekerjaan, sekaligus menjaga dirinya.


Dan pastinya dengan mengubah penampilannya, serta menjadi selayaknya asisten pribadi, orang-orang tidak akan mencurigai bahwa Siska adalah seorang bodyguard.


Perkenalan pun selesai. Kini, Luna dan Lino pun memasuki kembali rumah mewah itu untuk menyantap sarapannya. Sedangkan Siska sendiri berlalu dari tempatnya untuk memenuhi permintaan Luna agar mengubah


penampilannya.

__ADS_1


************


-Bersambung-


__ADS_2