
Hari berganti hari, rasanya kehidupan Lino dan Luna bagaikan air yang tenang. Mereka menjalani hari demi hari dengan sangat santai. Rasanya hampir semua masalah telah terselesaikan. Kini, mereka hanya tinggal
menunggu hari pernikahan tiba.
Namun ketenangan itu pun akhirnya berakhir. Tepat seminggu setelah viralnya berita tentang Retha dan keluarga Yoris, kini Lino harus mendapatkan kabar yang cukup tidak mengenakkan di telinganya.
“Ibu Rianti dan Bapak Surya telah bebas, Tuan. Ada orang yang menjamin kebebasan mereka. Mungkin setelah ini, Jordan juga akan menyusul dibebaskan.” kata seorang kepercayaan Lino yang memang diperintahkan untuk memantau keadaan keluarga calon istrinya itu.
Pernyataan itu pun seketika membuat hati Lino tidaklah tenang. Ia takut Luna kembali dihantui oleh keluarganya. Bahkan Lino juga takut Luna akan diculik kembali oleh ibunya seperti beberapa waktu lalu.
Meskipun sekarang Felix telah memiliki pasangan lain dan tidak mungkin mengusik mereka lagi, tetapi bisa jadi Rianti kembali memiliki rencana jahat untuk ‘menjual’ anak perempuannya itu kepada orang lain.
“Perketat penjagaan terhadap calon istri saya. Tempatkan beberapa bodyguard lagi tapi pastikan Luna tidak mengetahuinya. Buat mereka bagaikan bayangan yang mengikuti kemana pun wanita itu pergi.” tegas Lino memberikan perintah dengan cepat.
Otaknya saat ini hanya memikirkan keselamatan Luna. Ia tidak ingin terjadi hal-hal yang merugikan lagi untuk wanita itu. Bahkan ia tidak ingin keluarganya mengusik kembali calon istrinya tersebut.
“Jangan lupa cari dalang pembebasan keluarga itu.” kata Lino kemudian memberikan perintah tambahan. Ia memiliki kecurigaan terhadap penangguhan terhadap keluarga itu.
__ADS_1
Orang yang disuruh oleh Lino pun hanya bisa menganggukan kepalanya. Ia memang sudah menduga bahwa akan ada tugas seperti itu nantinya ketika dirinya menyampaikan laporan yang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, ia pun sebenarnya telah bergerak mencari tahu, meskipun belum banyak hasil yang didapatkan.
Setelah kepergian orang itu, Lino pun mulai memanggil ketiga orang sahabatnya itu. Lino ingin berdiskusi, bahkan mencari tahu dari Felix tentang orang yang biasa disuruh oleh Rianti ketika menjalankan aksinya. Dengan demikian, Lino yakin ia pasti bisa lebih melindungi calon istrinya itu.
“Kenapa?” tanya Roland ketika memasuki ruangan tempat atasannya sekaligus sahabatnya berada.
“Orang tua Luna dibebaskan.” kata Lino singkat ketika ketiga sahabatnya itu telah berada di dalam ruangannya itu.
Seketika Roland, Felix, dan Cleon pun membelalakan matanya. Ia tidak mempercayai berita yang baru saja di dengarnya itu. Karena menurut pengetahuan mereka, keluarga itu dihukum cukup berat. Dan sekarang,
mereka belum ada satu tahun menjalani hukuman itu.
“Menurut lu?” tanya balik Lino sambil membolakan matanya memandang Roland.
“Ya kali lu mau nikahin anaknya jadinya gak tega sama orang tuanya.” ucap Roland dengan santai tanpa perasaan bersalah sama sekali.
Dan pertengkaran serta debat argument pun terjadi antara Roland dan Lino. Roland yang merasa bahwa Lino akan memandang baik keluarga calon istrinya sehingga berusaha untuk membebaskannya. Namun disisi
__ADS_1
Lino, ia merasa perkataan Roland tidak masuk akal. Buat apa membebaskan keluarga yang bahkan berbuat jahat kepada anggota keluarganya sendiri.
“Mungkin ada yang mau merusak pernikahan kalian?” kata Cleon tiba-tiba menengahi pertengkaran antara Roland dan Lino.
Dan setelah mendengar penuturan Cleon, pandangan mereka pun beralih menuju Felix.
“Kenapa liatin gue?” tanya Felix dengan santai sambil menurunkan smartphone nya. Ya, sejak tadi, Felix hanya memaninkan smartphone nya tanpa menanggapi apapun tentang pertengkaran yang terjadi antara Roland dan Lino.
“Curiga ama gue?” tanya Felix kembali ketika tidak mendapatkan jawaban apapun dari ketiga sahabatnya itu.
“Cek aja nih. Males gue ngomong.” kata Felix kembali karena lagi-lagi tidak mendapatkan tanggapan apapun. Ia pun menyerahkan smartphone nya untuk dilihat oleh ketiga sahabat yang mencurigainya itu. Ia tidak ingin menutupi apapun dari ketiga sahabatnya.
Seketika, Roland pun mengambil smartphone Felix. Ia pun mengutak atik smartphone tersebut untuk mencari sesuatu hal yang mencurigakan. Dan aksinya itu diikuti oleh kedua sahabatnya yang lain.
Lalu, Felix sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah ketiga sahabatnya itu.
********
__ADS_1
-Bersambung-