
“Ma, bawalah Luna bersama Mama. Aku tidak ingin mengurusnya lagi. Dia adalah anak pembawa sial bagiku. Tetapi aku juga tidak mungkin membuangnya begitu saja.” ucap Rianti suatu hari ketika datang menemui
mertuanya.
Mama Zanet sangat mengetahui permasalahan rumah tangga anak dan menantunya itu. Bukan karena Rianti yang bercerita kepadanya. Namun kasak kusuk di belakangnya sudah membuatnya sangat cukup mengerti duduk
permasalahan dalam rumah tangga tersebut. Dan Mama Zanet sama sekali tidak menyalahkan Rianti.
Mama Zanet yang kala itu memang mengharapkan cucu perempuan pun langsung menyambut keinginan Rianti. Dan sejak saat itu, Luna berada dibawah pengawasan langsung Mama Zanet yang dipanggilnya Oma Net.
Luna pun tumbuh dengan kasih sayang yang besar dari Oma Net. Meskipun sering kali menanyakan kedua orang tuanya, tetapi Luna tidak pernah merasakan kesepian. Luna kecil pun sedikit memahami bahwa dia telah ‘dibuang’ oleh kedua orang tuanya. Namun, tentunya hal itu tidak membuat dendam tersendiri di hati Luna. Dan satu keinginan Luna adalah bisa kembali di dekat kedua orang tua beserta kakaknya.
Sehari-hari Luna dihabiskan dengan bermain bersama dengan Oma Net dan belajar. Jadi tidak heran jika Luna memiliki otak yang cukup cerdas sejak kecilnya. Luna juga jarang sekali bermain dengan teman-teman seusianya.
__ADS_1
Hingga akhirnya, ketika Luna duduk di bangku Sekolah Dasar, Oma Net harus dipanggil kembali untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Hancur mungkin itulah yang dirasakan Luna saat itu. Luna merasa tidak memiliki tempat
bersandar kembali.
Sejak kematian Oma Net, Luna pun kembali ke rumah kedua orang tuanya. Bahagia? Tentunya saja Luna bahagia karena bisa tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Namun, ada sebagian sudut hatinya yang kosong karena perasaan ‘dibuang’ oleh keluarganya sejak dari bayi.
Hari-hari Luna pun menjadi lebih sulit dari sebelumnya. Jika dahulu ketika bersama dengan Oma Net, Luna bisa tertawa bahagia, bermain, dan bercerita dengan Oma yang selalu menyayanginya. Namun ketika berada di rumah kedua orang tuanya, Luna tidak dapat melakukan semua itu.
Luna dipaksa untuk bekerja di rumah tersebut jika dia ingin makan. Tidak jarang juga Luna mendapatkan siksaan-siksaan dari kedua orang tuanya ketika melakukan kesalahan, meskipun kesalahan itu sangatlah kecil. Bahkan ketika ada asisten rumah tangga yang membantu Luna, Rianti akan langsung memecatnya.
Semakin hari, Rianti pun mulai semakin menekan Luna. Bahkan uang belanja yang seharusnya diberikan pun sedikit demi sedikit mulai di berhentikan oleh Rianti. Luna pun harus bekerja keras untuk mendapatkan uang demi dapur di keluarganya dapat terus berasap.
Lalu kemana uang yang seharusnya digunakan untuk membayar asisten rumah tangga dan belanja bulanan? Tentunya digunakan oleh Rianti untuk berbelanja semua kebutuhannya dan memanjakan Jordan, anak yang pernah
__ADS_1
dilalaikannya ketika mengandung Luna.
Dan Surya sendiri, sejak membawa wanita ke rumah kala Rianti hamil, semakin suka berganti-ganti wanita, bahkan tidak jarang dia membayar mereka hanya untuk menemaninya mendapatkan kepuasan.
Lama kelamaan, Luna pun semakin terbiasa dengan hidupnya dan terus memilih diam hingga akhirnya, dia pun terusir dari rumahnya itu.
*************
Mau bagaimana pun juga, sebagai seorang wanita dan ibu, pasti ada perasaan kasiahn dan sayang kepada anaknya. Terbukti dengan Rianti tidak membuang anaknya begitu saja. Setuju?
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini yuk. Like, komen, dan vote nya.
**************
__ADS_1
-Bersambung-