Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 101 – Kedatangan Bunda Nadia


__ADS_3

Hari-hari silih berganti. Jam pun terus berputar. Dan tanpa terasa, beberapa bulan telah terlewati sejak kejadian yang tidak mengenakkan itu. Kini semuanya kembali seperti semua. Lino tetap bekerja sebagai CEO di perusahaan keluarganya. Luna pun tetap menjabat sebagai asisten pribadinya. Namun, sejak kejadian beberapa waktu lalu, Lino pun memutuskan untuk banyak bekerja dari kantor dan memfasilitasi Luna dengan supir pribadi yang memang dipercayanya.


Felix sendiri telah keluar dari tahanan karena usaha dari ketiga sahabat yang dibantu dengan pengacara yang cukup populer di negara itu. Luna sendiri memilih untuk memaafkan semua tindakan laki-laki itu. Oleh karena itu, kasusnya tidak diperpanjang dan Felix dapat langsung kembali ke perusahaan untuk bekerja seperti semula.


Sedangkan untuk keluarga Luna yaitu Rianti, Surya, dan Jordan, semua masih mendekam di tahanan. Sebenarnya Luna ingin memaafkan mereka semua dan mencabut tuntutan yang dibuat oleh Lino, seperti halnya ia memaafkan Felix. Namun, lagi-lagi, sikap Rianti yang banyak mengancamnya membuat hati Luna menjadi mati. Oleh karena itu, ia pun membiarkan ketiga orang itu merasakan hukumannya. Bahkan Luna juga bersaksi untuk memberatkan tuntutan ketiga orang keluarganya tersebut.


Rianti pun dituntut 10 tahun penjara karena semua kejahatannya, mulai dari penculikan, penggunaan obat diluar resep dokter, pemerasan, dan pengancaman. Surya, dituntut selama 5 tahun karena memang dirinya tidak terlibat dalam banyak kasus. Yang menjeratnya hanyalah pemerasan dan pengancaman saja. Sedangkan Jordan, dia terancam hukuman mati. Karena ternyata, selain tidakan pelecehan yang hampir dilakukannya kepada Luna, ia


juga terlibat dalam pengedaran obat terlarang di negara ini. Dan hukuman bagi pengedar adalah hukuman mati.

__ADS_1


Kini, Luna bisa benafas lega karena tidak akan ada lagi yang mengusik hidupnya. Meskipun sebagian dirinya pun mengalami kekosongan, tetapi ia tetap berusaha untuk tetap berdiri tegak. Dan ternyata, semua kejadian ini, sedikit demi sedikit merubah kepribadian Luna. Jika dahulu dia tampak takut dan tunduk, serta menampilkan ketegaran sebagai kedok agar tidak direndahkan, tetapi kini ia tidak akan segan-segan untuk membalas semua perbuatan buruk yang ditujukan kepadanya. Entah ini bisa dikatakan perubahan baik atau buruk.


**********


Hari ini, satu hari menjelang akhir pekan, tepatnya hari Jumat siang, dimana banyak orang sedang melakukan makan siang. Tiba-tiba, pintu ruang kerja Lino pun terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Dan Lino, serta Luna yang masih mendiskusikan tentang pekerjaan pun terkejut dibuatnya.


“Bunda?” kata Lino dan Luna secara bersamaan ketika melihat sesosok wanita yang berjalan dari arah pintu yang terbuka.


“Bunda bercanda? Tentu saja Lino senang dengan kedatangan Bunda. Gak nyangka aja sih, Bun.” ucap Lino sambil menghampiri Bunda Nadia dan memeluk Bundanya dengan sangat kencang.

__ADS_1


“Sesak, No. Jangan bunuh Bunda dulu. Bunda masih ingin lihat kamu menikah sama Luna.” ucap Bunda Nadia sambil menepuk-nepuk pundak Lino dan tertawa bersama dengan anak semata wayangnya.


Luna yang sejak tadi mematung dan melihat kemesraan Bunda Nadia dan atasannya itu pun hanya bisa tersenyum. Dan Luna pun menghampiri Bunda Nadia setelah beberapa saat menyaksikan keakraban tersebut. Memeluk Bunda Nadia dengan penuh sayang, serta menanyakan kabar dari sang Bunda.


Sejujurnya, setelah kepulangan Lino dan Luna dari luar negeri beberapa waktu lalu, mereka memang belum sempat berkunjung ke rumah Bunda Nadia. Kesibukan dan pekerjaan yang menumpuk, membuat waktu mereka seakan


selalu kurang. Bahkan hari Minggu pun mereka gunakan untuk menebus meeting-meeting yang sempat tertunda. Oleh karena itu, mereka belum lagi sempat berkunjung ke rumah Bunda Nadia.


*************

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2