
Sementara itu, disebuah mobil yang terus melaju di jalanan raya, ada seorang gadis yang mulai mencoba membuka matanya dan menggerakkan tubuhnya. Namun sayang, rasanya tubuhnya tidak bisa digerakkan
sama sekali. Bahkan rasanya, tangannya terikat cukup kuat dibelakang tubuhnya. Dan kakinya? Tentunya juga tidak dapat digerakan dan menempel satu sama lainnya. Anehnya lagi, mulutnya pun rasanya tidak bisa dibuka sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suaranya sama sekali. Bagaimana dengan matanya? Matanya yang telah terbuka pun rasanya tidak dapat melihat apapun karena ada kain yang menghalangi pandangannya.
Ya! Gadis itu adalah Luna. Sungguh sangat mengenaskan penampilannya saat ini. Bagaimana tidak, jika tangan dan kakinya terikat kencang. Mulutnya pun ditutup dengan lakban sehingga membuat dirinya tidak bisa
berteriak. Dan matanya juga ditutup oleh kain sehingga tidak dapat melihat siapa yang membawa dirinya pergi.
“Dia sudah bangun, bos.” ucap salah satu pria yang duduk di samping Luna dan yang menyadari pergerakan dari tubuh gadis itu. Meskipun tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya, namun Luna tetap mencoba
menggerakkan tubuhnya yang lain. Sehingga pergerakannya pun diketahui oleh orang lain, terlebih yang duduk di sebelahnya.
“Biarkan saja. Kalau mengganggu, kalian tahu apa yang harus dikerjakan.” ucap Boy yang sedang berada di balik kemudi dan mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ke tujuan.
__ADS_1
Dan karena tidak ingin direpotkan dengan pergerakan-pergerakan dari Luna, kedua orang yang ada di samping kanan dan kiri gadis itu pun segera mengeluarkan ‘senjata’ rahasianya dan menyuntikkan cairan tersebut ke tubuh Luna. Tidak berapa lama setelahnya, kesadaran Luna pun kembali hilang. Dengan demikian, mereka tidak perlu repot dengan segala pergerakan yang dilakukan oleh gadis itu. Tugas mereka pun berkurang.
Sekitar 1 jam kemudian setelah kesadaran Luna kembali menghilang, mobil itu pun tiba disebuah rumah di kota lain yang cukup jauh dari ibu kota. Rumah yang cukup sederhana dan sedikit tampak berantakan karena tidak terlalu dirawat oleh pemiliknya.
Tok..tok..tok..
Tidak membutuhkan waktu lama. Pintu pun segera terbuka dan keluarlah wanita paruh baya yang memang telah menunggu mereka sedari tadi. Wanita paruh baya itu adalah Rianti. Dan Rianti pun telah dihubungi oleh Boy sejak semalam jika mereka berhasil membawa Luna, serta akan langsung mengantarkan gadis itu kembali ke rumahnya.
Mereka pun segera melakukan yang diperintahkan oleh Rianti. Membawa gadis yang masih tidak sadarkan diri itu kembali ke kamar lamanya. Namun, tentunya beberapa perabot telah diganti oleh Rianti. Hal ini tentunya agar memudahkan mereka untuk tetap membuat Luna berada di kamarnya. Tempat tidur yang telah diganti dengan dipan yang terbuat dari besi dan memiliki beberapa area berlubang agar memudahkan mereka untuk mengikat tangan Luna. Jendela yang telah diberi list dari besi juga agar gadis itu tidak mencoba melarikan dir. Dan masih ada berbagai hal yang dirubah dari kamar tersebut.
Boy dan teman-temannya pun segera membaringkan Luna di tempat tidurnya tersebut. Membuka semua ikatan yang telah mereka buat sebelumnya dan mengikat kembali di tepian tempat tidur seperti yang diperintahkan oleh Rianti. Luna pun bagaikan orang dengan gangguan kejiwaan yang akan membahayakan dirinya sendiri dan orang lain jika tidak diikat.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Boy pun segera berlalu dari kamar tersebut. Menguncinya dari luar, tentunya agar Luna lebih aman dan bisa dipastikan untuk tidak pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
“Ini untuk kalian. Terima kasih telah bekerja dengan baik. Jika ada pekerjaan lagi, saya tidak akan ragu untuk menghubungi kalian lagi.” ucap Rianti yang telah menunggu Boy dan teman-temannya tersebut keluar dari kamarnya.
“Oya, tante. Ini pesanan tante. Sudah saya isi sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Tante tinggal menyuntikkannya saja jika dia membuat susah. Ini tidak akan berbahaya.” ucap Boy menyerahkan sebuah kotak yang berisi banyak sekali alat suntik yang telah diisi dengan obat penenang yang dapat membuat Luna tertidur selama beberapa jam. Tentunya hal ini dilakukan agar tidak menyusahkan orang-orang disekitarnya untuk menjalankan rencananya.
Dan tentunya obat-obat tersebut merupakan permintaan dari Rianti karena dia tidak mengetahui kapan Felix akan datang dan membawa gadisnya. Oleh karena itu, wanita paruh baya itu pun mempersiapkan segala sesuatunya agar dia tetap bisa melakukan kegiatannya sehari-hari dengan tenang.
Tentunya, selain itu, Rianti juga telah menyiapkan banyak sekali obat tidur yang akan dimasukkan ke dalam makanan Luna. Karena tidak mungkin bukan Rianti tidak memberikan makanan untuk anak perempuannya?
Jadi agar tidak terlalu menyusahkan, Rianti akan selalu membuat Luna dalam keadaan tertidur hingga pangeran yang menjanjikan banyak uang kepadanya itu menjemput anak perempuannya.
**************
-Bersambung-
__ADS_1